ZA dan Kacab BPJS Ketenagakerjaan Bungo Serahkan Beasiswa ke Ahli Waris Peserta

Kamis, 29 April 2021 03:17

 


Photo atas, anggota Komisi IX DPR RI H Zulfikar Achmad didampingi Kepala BPJS Ketenagakerjaan Cabang Muarabungo, Sulistijo N Wirjawan dan Koordinator Tim Kegiatan, Darham Wahid menyerahkan beasiswa pendidikan ke jenjang perguruan tinggi kepada ahli waris peserta BPJS Ketenagakerjaan yang meninggal dunia saat sosialisasi di Semagi Hotel, Selasa(27-04-2021). Photo bawah bersama perwakilan ahli waris penerima beasiswa baik di tingkat SMA, SMP maupun SD di sela acara sosialisasi program BPJS Ketenagakerjaan.
 
Badan Penyelenggara Jaminan Sosial(BPJS) Ketenagakerjaan/BPJAMSOSTEK cabang Muarabungo, Selasa(27-04-2021) menggelar sosialisasi kepada warga sekitar Kota Bungo. Sosialisasi yang menghadirkan anggota Komisi IX DPR RI H Zulfikar Achmad(ZA) sebagai pemateri itu digelar di Ballroom Semagi Hotel, Muarabungo.

ZA yang didampingi Kepala Cabang BPJS Ketenagakerjaan Muarabungo, Sulistijo N Wirjawan dan Koordinator Tim Kegiatan, Darham Wahid pada kesempatan itu selain menyampaikan arti pentingnya menjadi peserta, menyampaikan manfaat dan mengajak masyarakat menjadi peserta BPJS Ketenagakerjaan, juga menyerahkan beasiswa secara simbolis kepada sejumlah ahli waris peserta yang meninggal dunia.

"BPJS Ketenagakerjaan ini adalah program pemerintah untuk melindungi tenago kerjo. Kalau terjadi kecelakaan bahkan sampai meninggal dunia akan mendapat santunan. Bahkan anak dari yang meninggal akibat kecelakaan akan mendapatkan beasiswa hingga kuliah, jatahnya untuk dua orang. Beasiswa ini juga berlaku sama untuk anak peserta meninggal dunia yang sudah terdaftar menjadi peserta lebih dari tiga tahun," kata Zulfikar saat menjadi pemateri yang juga memastikan iurannya sangat murah.

Sementara, Kepala Cabang BPJS Ketenagakerjaan Muarabungo, Sulistijo N Wirjawan mengungkapkan, program BPJS Ketenagakerjaan/BPJAMSOSTEK adalah bentuk kehadiran pemerintah dalam melindungi setiap pekerja dari resiko kerja.

Seperti,  jika terjadi kecelakaan yang berakibat sang pekerja tidak bisa bekerja, cacat, meninggal dunia akibat kecelakaan ataupun meninggal dunia biasa akan diberikan santunan.

Tujuannya, agar sang pekerja selama tidak bekerja ataupun ahli waris jika terjadi resiko meninggal dunia tetap bisa hidup dengan layak. Karena memiliki modal untuk usaha dari santunan. Bahkan, anak yang ditinggalkan mendapat jaminan tidak putus sekolah, karena mendapat beasiswa dari BPJS Ketenagakerjaan hingga perguruan tinggi.

Yaitu kata Sulistijo N Wirjawan, jika terjadi kecelakaan kerja, BPJS Ketenagakerjaan akan memberikan bantuan biaya pengangkutan darat ke rumah sakit maksimal hingga Rp 5 juta, jika di laut Rp2 juta dan udara Rp10 juta.

Kemudian dibantu biaya perawatan dan pengobatan sesuai kebutuhan. Lalu, selama tidak mampu bekerja akan diberikan santunan STMB. Berupa, 6 bulan pertama 100 persen upah dilaporkan. 6 bulan kedua 100 persen upah yang dilaporkan dan seterusnya 50 persen dari upah yang dilaporkan.

Jika meninggal dunia, santunan katanya akan diberikan sekaligus 60 persen kali 80 bulan upah yang dilaporkan. Santunan berkala Rp500 ribu kali 24 bulan/sekaligus Rp12 juta. Santunan pemakaman Rp3 juta. Plus beasiswa anak peserta maksimal dua orang hingga perguruan tinggi.

TK sampai SD sebesar Rp1,5 juta/anak per tahun(maksimal 8 tahun). SMP Rp2 juta per anak per tahun maksimal 3 tahun. SMA sebesar Rp3 Jita per anak per tahun maksimal 3 tahun. Pendidikan tinggi maksimal S1  dibatasi 5 tahun, sebesar Rp12. juta per anak per tahun.

Lalu jika cacat juga mendapatkan santunan. Cacat fungsi persentase kurang fungsi kali tabel kali 80 bulan upah. Cacat sebagian anatomi 70 persen kali 80 bulan upah.

"Ini jaminan, bentuk kehadiran pemerintah jika terjadi kecelakaan kepada peserta. Jika tidak bisa bekerja masih memiliki biaya hidup, jika cacat ada modal untuk usaha, jika meninggal ahli waris yang ditinggalkan tidak jatuh miskin, karena santunan bisa buat modal usaha, anak masih bisa sekolah karena ada beasiswa," ulas Sulistijo.

Jika terjadi meninggal dunia bukan karena kecelakaan atau meningal dunia biasa. Santunan katanya juga diberikan kepada ahli waris hingga Rp42 juta. Dengan rincian, santunan kematian Rp20 juta. Santunan berkala Rp12 juta dan biaya pemakaman Rp10 juta.

"Bahkan, jika yang meninggal biasa itu peserta yang sudah terdaftar tiga tahun ke atas, maka anaknya juga mendapatkan beasiswa. Besar beasiswa sama dengan anak peserta yang meninggal akibat kecelakaan kerja," pungkas Sulistijo.

Koordinator Tim Kegiatan ZA untuk wilayah Jambi, Darham Wahid juga menekankan pentingnya warga menjadi peserta BPJS Ketenagakerjaan. Katanya, menjadi peserta mandiri sangat mudah. Iurannya pun sangat murah hanya Rp16.800 per bulan. Dengan iuran murah itu, manfaatnya sangat besar jika terjadi resiko kerja.

"Kita sengaja mendatangkan masyarakat dari kalangan biasa sebagai peserta sosialisasi, agar BPJS Ketenagakerjaan bisa menjangkau peserta mandiri lebih banyak lagi," kata sosok yang juga Kandidat Doktor ini.(slt)

 


 
 

 

Berita Lainnya

Nasional

Anggota DPR Desak Pertamina Selesaikan Kendala Listrik di Blok Rokan

Nasional

Bukber Online, Ibas Serap Aspirasi Pengurus NU Ngawi dan Muhammadiyah Pacitan

Nasional

Terhadang Pandemi, Ibas Rindu Dapil, Ingin Bertemu Konstituen

Nasional

Investasi Dalam Industrialisasi, Anggota DPR RI: Mahasiswa Tuban Harus Lebih Kritis

Nasional

Anggota DPR Dede Yusuf Berikan Rapor untuk Nadiem di Hardiknas 2021, Apa Hasilnya ?

Nasional

Syarief Hasan Apresiasi Kontribusi Buruh dalam Pembangunan

Nasional

Benny K. Harman: Jika Laporan Risma Benar, Maka Rezim Jokowi Lebih Kejam Dari Teroris

Nasional

Demokrat dan Bang Zul Berbagi Penganan Takjil

Berita: Nasional - Anggota DPR Desak Pertamina Selesaikan Kendala Listrik di Blok Rokan •  Nasional - Bukber Online, Ibas Serap Aspirasi Pengurus NU Ngawi dan Muhammadiyah Pacitan •  Nasional - Terhadang Pandemi, Ibas Rindu Dapil, Ingin Bertemu Konstituen •  Nasional - Investasi Dalam Industrialisasi, Anggota DPR RI: Mahasiswa Tuban Harus Lebih Kritis •  Nasional - Anggota DPR Dede Yusuf Berikan Rapor untuk Nadiem di Hardiknas 2021, Apa Hasilnya ? •  Nasional - Syarief Hasan Apresiasi Kontribusi Buruh dalam Pembangunan •  Nasional - Benny K. Harman: Jika Laporan Risma Benar, Maka Rezim Jokowi Lebih Kejam Dari Teroris •  Nasional - Demokrat dan Bang Zul Berbagi Penganan Takjil •