Yoyok Sukawi minta perguruan tinggi awasi pelaksanaan ospek

Sabtu, 19 September 2020 10:48
UNESA
 
Anggota Komisi X DPR RI A.S. Sukawijaya atau yang akrab disapa Yoyok Sukawi meminta perguruan tinggi, baik negeri maupun swasta untuk aktif mengawasi pelaksanaan orientasi pengenalan kampus atau pengenalan kehidupan kampus mahasiswa baru (PKKMB) agar berjalan tanpa diwarnai kekerasan.

"Jujur saya sangat menyayangkan kegiatan tersebut, senior yang melakukan gertakan dan memarahi junior dengan semena-mena sudah tidak zamannya lagi. Ospek sebetulnya harus dimanfaatkan dengan bijak dan pihak kampus harusnya aktif mengontrol," katanya di Semarang, Jumat.

Hal tersebut disampaikan Yoyok Sukawi menanggapi beredarnya video pendek dengan durasi sekitar 30 detik yang viral di media sosial karena menayangkan tindak kekerasan secara verbal pada pelaksanaan PKKMB di Universitas Negeri Surabaya.

Menurut dia, kegiatan pengenalan kampus dengan gertakan-gertakan yang dilakukan mahasiswa kepada mahasiswa baru itu sudah tidak relevan dengan perkembangan teknologi modern seperti sekarang ini.

Politikus Partai Demokrat ini menyebut panitia ospek harusnya melakukan kegiatan yang berdampak positif supaya mengangkat semangat mahasiswa baru dalam mengarungi pendidikan di perguruan tinggi.

"Ospeknya harusnya menyenangkan untuk mahasiswa baru. Kalau ospeknya sudah berkesan baik, pasti adik-adik mahasiswa baru juga lebih semangat dalam menimba ilmu dan aktif di organisasi kampus," ujarnya.

Dirinya berharap kejadian berbagai bentuk tindak kekerasan terhadap mahasiswa baru saat ospek tidak terulang lagi di dunia pendidikan Indonesia.

Di sisi lain, Yoyok Sukawi juga mengapresiasi sikap panitia ospek dan dosen pembimbing di Fakultas Ilmu Pendidikan Unesa yang sudah mendatangi rumah mahasiswa baru yang mendapat bentakan saat ospek beberapa waktu lalu.

"Saya tetap mengapresiasi langkah panitia ospek dan perwakilan dosen yang sudah meminta maaf langsung ke mahasiswa yang bersangkutan. Jadikan ini semua pembelajaran untuk dunia pendidikan Indonesia supaya tidak terulang lagi ke depannya," katanya.

Berita Lainya

Nasional

Ibas Ajak Nelayan Tetap Produktif

Nasional

Ada Pasal Hilang dari UU Ciptaker, Benny K Harman: Itu Kecerobohan Fatal!

Nasional

Akses Informasi untuk Mendorong Santri Berkontribusi bagi Negara

Nasional

Ibas: UMKM Sektor Krusial dalam Pemulihan Ekonomi Nasional

Nasional

SDK Kembali Guyur Bantuan Alsintan Ke Petani Mamuju

Nasional

Hinca Pandjaitan: UU Pembentukan Peraturan Perundang-Undangan Tidak Mengenal Sistem Omnibus Law

Nasional

Publik Tak Puas Kinerja Jokowi Versi Litbang Kompas, PD: Karena UU Ciptaker

Nasional

Lucy Kurniasari Ingatkan Libur Bersama Berpeluang Menambah Kasus Covid-19

Berita: Nasional - Ibas Ajak Nelayan Tetap Produktif •  Nasional - Ada Pasal Hilang dari UU Ciptaker, Benny K Harman: Itu Kecerobohan Fatal! •  Nasional - Akses Informasi untuk Mendorong Santri Berkontribusi bagi Negara •  Nasional - Ibas: UMKM Sektor Krusial dalam Pemulihan Ekonomi Nasional •  Nasional - SDK Kembali Guyur Bantuan Alsintan Ke Petani Mamuju •  Nasional - Hinca Pandjaitan: UU Pembentukan Peraturan Perundang-Undangan Tidak Mengenal Sistem Omnibus Law •  Nasional - Publik Tak Puas Kinerja Jokowi Versi Litbang Kompas, PD: Karena UU Ciptaker •  Nasional - Lucy Kurniasari Ingatkan Libur Bersama Berpeluang Menambah Kasus Covid-19 •