Wastam : Pengawasan Bantuan Harus Diperketat

Senin, 12 April 2021 16:24

WASTAM

Anggota Komisi VIII DPR RI dari Partai Demokrat, Wastam SE dalam kunjungan kerja reses di Banyumas menyampaikan, sebagai perwakilan dari Banyumas yang banyak mendapat masukan serta membawa aspirasi masyarakat, ia mengaku berkewajiban untuk bisa mendorong alokasi bantuan ke Banyumas.

“Bantuan yang disalurkan pemerintah pusat, harus mendapat pengawasan ketat, terutama Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT), sebagaimana tadi disampaikan Pak Bupati yang merasa prihatin jenis bantuan tersebut sampai masuk ke ranah hukum. Kita bersama dengan Kemensos sudah sepakat untuk lebih memperketat pengawasan alokasi bantuan,” katanya, Sabtu malam (10/4).

Ia mencontohkan, untuk bantuan daging dalam program BPNT, sebagaimana diketahui yang diberikan adalah daging impor. Maka sudah seharusnya harga yang dibandrol juga harga daging impor.

“Harga daging impor itu hanya pada kisaran Rp 65.000 hingga Rp 75.000 per kilogram, tetapi kemudian dijual dengan harga Rp 120.000, ini kan tidak elok dan tidak seharusnya seperti itu. Karenanya pengawasan memang harus mulai diperketat,” ucapnya.

Sementara itu, dalam reses kali ini, Komisi VIII DPR RI, membawa tujuh macam bantuan untuk Kabupaten. Antara lain bantuan untuk pembangunan madrasah senilai Rp 2,25 miliar, kemudian bantuan 2.000 vaksin serta masker, bantuan modal usaha untuk UMKM senilai Rp 15 miliar, bantuan mobil tangki dan lain-lain.

Bupati Banyumas, Achmad Husein usai menerima bantuan tersebut, menyampaikan ucapan terima kasih kepada para anggota Komisi VIII DPR RI, sebab di tengah keterbatasan anggaran, bantuan tersebut sangat berarti bagi masyarakat Banyumas. Dimana banyak usaha terdampak, serta keterbatasan pengiriman stok vaksin dan lain-lain.

“Bantuan ini sangat berarti untuk Banyumas, namun yang perlu kami sampaikan juga, bahwa pengawasan akan bantuan juga harus dilakukan dengan baik. Saya juga berharap, untuk produk-produk tertentu seperti beras ataupun daging, bisa memberdayakan pelaku usaha lokal dan tidak dimonopoli oleh pengusaha besar saja,” kata Bupati.

Berita Lainnya

Nasional

Anggota DPR Desak Pertamina Selesaikan Kendala Listrik di Blok Rokan

Nasional

Bukber Online, Ibas Serap Aspirasi Pengurus NU Ngawi dan Muhammadiyah Pacitan

Nasional

Terhadang Pandemi, Ibas Rindu Dapil, Ingin Bertemu Konstituen

Nasional

Investasi Dalam Industrialisasi, Anggota DPR RI: Mahasiswa Tuban Harus Lebih Kritis

Nasional

Anggota DPR Dede Yusuf Berikan Rapor untuk Nadiem di Hardiknas 2021, Apa Hasilnya ?

Nasional

Syarief Hasan Apresiasi Kontribusi Buruh dalam Pembangunan

Nasional

Benny K. Harman: Jika Laporan Risma Benar, Maka Rezim Jokowi Lebih Kejam Dari Teroris

Nasional

Demokrat dan Bang Zul Berbagi Penganan Takjil

Berita: Nasional - Anggota DPR Desak Pertamina Selesaikan Kendala Listrik di Blok Rokan •  Nasional - Bukber Online, Ibas Serap Aspirasi Pengurus NU Ngawi dan Muhammadiyah Pacitan •  Nasional - Terhadang Pandemi, Ibas Rindu Dapil, Ingin Bertemu Konstituen •  Nasional - Investasi Dalam Industrialisasi, Anggota DPR RI: Mahasiswa Tuban Harus Lebih Kritis •  Nasional - Anggota DPR Dede Yusuf Berikan Rapor untuk Nadiem di Hardiknas 2021, Apa Hasilnya ? •  Nasional - Syarief Hasan Apresiasi Kontribusi Buruh dalam Pembangunan •  Nasional - Benny K. Harman: Jika Laporan Risma Benar, Maka Rezim Jokowi Lebih Kejam Dari Teroris •  Nasional - Demokrat dan Bang Zul Berbagi Penganan Takjil •