Venna Melinda Masyarakat Harus Sadar dan Kelola Potensi Wisata

Jumat, 22 Januari 2016 00:00

fraksidemokrat.org—Jakarta. Pembangunan kepariwisataan harus memperhatikan posisi, potensi dan peran masyarakat sebagai subjek maupun penerima manfaat pengembangan. Karena dukungan masyarakat turut menentukan keberhasilan jangka panjang pengembangan kepariwisataan.

Demikian antara lain, disampaikan politisi Partai Demokrat yang juga anggota DPR RI Komisi X usai menghadiri rapat intern Departeman Kebudayaan dan Pariwisata DPP Partai Demokrat (21/01/2016). Rapat ini juga dihadiri antara lain anggota FPD Drs Ayub Khan dan politisi Partai Demokrat Nurul Qomar.

Menurut venna, Masyarakat adalah salah satu unsur penting pemangku kepentingan untuk bersama‐sama dengan pemerintah dan kalangan usaha/ swasta bersinergi melaksanakan dan mendukung pembangunan ke pariwisataan. Adapun dukungan masyarakat dapat diperoleh melalui penanaman kesadaran masyarakat akan arti penting pengembangan kepariwisataan. Untuk itu dibutuhkan proses dan pengkondisian untuk mewujudkan masyarakat yang sadar wisata.

‘’Kegiatan pembangunan kepariwisataan, sebagaimana halnya pembangunan di sektor lainnya,  hakikatnya melibatkan peran dari seluruh pemangku kepentingan, yakni pemerintah, swasta dan masyarakat. Semua harus bersinergi,’’ kata Venna.

Dikatakan Venna, pemerintah adalah fasilitator dan pembuat peraturan (regulator) dalam kegiatan pembangunan kepariwisataan. Kalangan swasta (pelaku usaha/industri pariwisata) dengan sumber daya, modal dan jejaring yang dimilikinya menjalankan peran dan fungsinya sebagai pengembang dan atau pelaksana pembangunan kegiatan kepariwisataan. Masyarakat dengan sumber daya yang dimiliki, baik berupa adat, tradisi dan budaya serta kapasitasnya, berperan sebagai tuan rumah (host), namun juga sekaligus memiliki kesempatan sebagai pelaku pengembangan kepariwisataan sesuai kemampuan yang dimilikinya.

‘’Karena itulah, program pemberdayaan masyarakat melalui kepariwisataan merupakan langkah penting yang perlu dilaksanakan secara terarah dan berkesinambungan. Kita ingin masyarakat memiliki kapasitas dan kemandirian, serta berperan aktif dalam mendukung keberhasilan pembangunan kepariwisataan di tingkat lokal, regional dan nasional,’’ tutur Venna lagi seraya menegaskan bahwa pariwisata memegang peranan penting dalam meningkatkan devisa negara.

Sektor pariwisata adalah penyumbang devisa terbesar ketiga setalah migas dan minyak kelapa sawit. Kekayaan alam dan budaya yang dimiliki Indonesia menjadi komponen penting dalam sektor pariwisata di Indonesia. ‘’Dengan anggaran yang lumayan besar, sekitar 5 triliun, isekarang adalah momentum perubahan penting. Itu bekal untuk menjadikan pariwisata maju dan negara kita pantas dikunjungi sebagai destinasi pariwisata,’’ tutur mantan pemain film dan sinetron era 90-an itu.

Venna mencontohkan, di Dapil Jatim VI tempatnya berangkat sebagai wakil rakyat seperti Tulungagung, ‘’kita punya banyak potensi wisata pantai. Ada Molang, ngalur sanggar, Coro, Lumbung, Pathok Gebang, Popoh, Klatak. Kita punya Air Terjun Laweyan, lalu punya Industri Marmer di Desa Besole, lalu juga mempunyai beberapa candi yang terkenal seperti Candi Dadi dan Candi Penampihan dan masih banyak lagi. Menurut saya ini adalah potensi yang harus terus dikembangkan.’’ 

Masyarakat Tulungagung, tambah Venna, khususnya di seputar destinasi, harus sadar dan memberi perhatian terhadap lingkungan pariwisatanya, bersama‐sama membantu semua elemen mengembangkan destinasi Tulungagung yang memang indah ini menjadi lebih baik.

‘’Kita pasti bisa kalau semua yang ada di sini mempunyai konsep sadar wisata untuk daerahnya dengan tujuan mendatangkan wisatawan. Jika ini terjadi pasti akan berdampak baik bagi kesejahteraan ekonomi masyarakat Tulungagung. Jadi jangan sampai ini terlewatkan, saya menghimbau kepada seluruh lapisan masyarakat untuk kembali menggairahkan kebangkitan pariwisata Indonesia mulai dari membangkitkan jiwa dasar kepariwisataan daerah sendiri.’’

Pada 15-16 Januari 2016 dilaksanakan Pelatihan Peningkatan Pengetahuan Dasar Kepariwisataan dan Sikap Melayani Terhadap Masyarakat Seputar Destinasi di Hotel Crown Tulungagung. Menurut Venna, pelatihan ini dalam rangka mewujudkan terciptanya lingkungan yang kondusif dan ideal bagi berkembangnya kegiatan kepariwisataan di Tulungagung yang mendorong tumbuhnya minat wisatawan untuk berkunjung ke Tulungagung. ‘’Semoga bisa menular ke daerah-daerah lainnya di seluruh wilayah Republik tercinta ini,’’ harap ibu dua anak ini.(ummi/ media fpd)

 

Berita Lainnya

Nasional

Wakil Ketua MPR RI: Pemerintah Harus Fasilitasi UMKM agar Berdaya Saing

Nasional

Suntikan Modal Tak Jelas, Elit Demokrat Dorong Audit Seluruh BUMN

Nasional

Demokrat: Pemberantasan Korupsi dalam 2 Tahun Pemerintahan Jokowi Mati Suri, Lembek ke Koruptor

Nasional

Dede Yusuf: LADI Bermasalah Sejak 2017, Akan Jadi Catatan Khusus dalam Revisi UU SKN

Nasional

Reses, Anggota DPR RI Fraksi Demokrat Sartono Hutomo Bagi Sembako, Alsintan dan Terop

Nasional

Debby Kurniawan : Trofi Thomas Cup Jadi Momen Kebangkitan Bulu Tangkis Indonesia

Nasional

Komisi III DPR: Kapolri Tidak Boleh Diam, Tegur dan Pecat Anak Buahnya yang Ancam Warganet

Nasional

Petani Menjerit, Legislator Demokrat Soroti Meroketnya Harga Pupuk

Berita: Nasional - Wakil Ketua MPR RI: Pemerintah Harus Fasilitasi UMKM agar Berdaya Saing •  Nasional - Suntikan Modal Tak Jelas, Elit Demokrat Dorong Audit Seluruh BUMN •  Nasional - Demokrat: Pemberantasan Korupsi dalam 2 Tahun Pemerintahan Jokowi Mati Suri, Lembek ke Koruptor •  Nasional - Dede Yusuf: LADI Bermasalah Sejak 2017, Akan Jadi Catatan Khusus dalam Revisi UU SKN •  Nasional - Reses, Anggota DPR RI Fraksi Demokrat Sartono Hutomo Bagi Sembako, Alsintan dan Terop •  Nasional - Debby Kurniawan : Trofi Thomas Cup Jadi Momen Kebangkitan Bulu Tangkis Indonesia •  Nasional - Komisi III DPR: Kapolri Tidak Boleh Diam, Tegur dan Pecat Anak Buahnya yang Ancam Warganet •  Nasional - Petani Menjerit, Legislator Demokrat Soroti Meroketnya Harga Pupuk •