Tragedi Kapal KRI Nanggala-402, DPR Minta Pemerintah Tetapkan Hari Berkabung Nasional

Rabu, 28 April 2021 03:08

Setelah lima hari pencarian, kapal selam KRI Nanggala-402 ditemukan terpecah menjadi tiga bagian dan berada di dasar laut dengan kedalaman lebih dari 800 meter di Laut Bali.

Tanpa ada awak kapal yang selamat dan tidak ada kepastian penyebab bencana ini akan dapat diketahui. Angkatan Laut Indonesia (TNI AL) harus memutuskan seberapa besar upaya yang akan dilakukan untuk memeriksa dan mengangkat kapal selam dasar laut itu.

Untuk itu, Anggota DPR RI dari Fraksi Demokrat, Achmad mendesak pemerintah segera menerapkan hari bergabung nasional, sebagai penghormatan terakhir kepada para prajurit yang menjadi korban di tengah melakukan latihan pengujian penembakan torpedo. 

"Sebagai bentuk penghormatan kita bagi mereka yang telah gugur dalam menjalankan tuga negara. Pemerintah harus menetapkan hari berkabung nasional dan memasang bendera setengah tiang. Hal ini sebagai bentuk penghormatan terhadap gugurnya 53 putra terbaik bangsa dalam menjalankan tugas," kata Achmad kepada wartawan, Senin (26/4/2021).

PAK ACHMAD

"Kabar duka ini juga menambah rasa pilu seluruh rakyat Indonesia di tengah pandemi Covid-19 yang belum usai. Banyak pihak yang turut berduka cita dan mendoakan evakuasi berjalan lancar. Saya pribadi mengucapkan duka cita mendalam atas gugurnya semoga Allah memberi tempat terindah untuk mereka dan diberikan ketabahan bagi keluarganya," tandas Anggota Komisi VIII dari Fraksi Demokrat itu.

Ia juga meminta agar pemerintah bergerak cepat melakukan evakuasi di mana titik kapal tersebut tenggelam dan mengerahkan seluruh teknologi yang ada agar proses evakuasi berjalan lancar. "Hal yang dilakukan saat ini adalah melalukan evakuasi secepat mungkin. Dalam kasus hilangnya KRI Nanggala ini kita perlu mengerahkan semua kemampuan yang dimiliki dan harus bekerja cepat," tegasnya.

Sementara itu, Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto menyampaikan seluruh awak kapal KRI Nanggala-402 dinyatakan gugur dan akan diberi kenaikan pangkat secara berjenjang. Berikut ini daftar 53 awak kapal KRI Nanggala.

"Kita akan memberikan suatu penghargaan kepada para prajurit Hiu Kencana Nanggala 402 dan itu akan kami ajukan secara berjenjang kepada bapak Presiden yaitu berupa kenaikan pangkat, dan segera akan kita proses," kata Hadi, dalam konferensi pers, di Bali, Minggu (25/4/2021). 

Marsekal Hadi menyampaikan sejumlah bukti-bukti KRI Nanggala 402 telah tenggelam. Hadi menyatakan turut berduka atas gugurnya awak kapal KRI Nanggala serta menyampaikan duka kepada keluarga korban. 

"Oleh karena itu dengan kesedihan yang mendalam selaku Panglima TNI saya nyatakan bahwa 53 personel yang on board KRI Nanggala 402 telah gugur," ujarnya. 

Hadi berharap para keluarga korban dapat diberi keikhlasan dan kesabaran terhadap musibah ini. Prajurit terbaik Hiu Kencana, kata Hadi, telah gugur saat melaksanakan tugas di perairan utara Bali.

Berikut Daftar 53 Awak Kapal KRI Nanggala-402:

1. Letkol laut (P) Heri Oktavian Komandan KRI Nanggala-402.
2. Mayor Laut (P) Eko Firmanto.
3. Mayor Laut (T) Wisnu Subiyantoro.
4. Kapten Laut (E) Yohanes Heri.
5. Kapten Laut (P) I Gede Kartika.
6. Lettu Laut (P) Muhadi.
7. Lettu Laut (P) Ady Sonata.
8. Lettu Laut (P) Imam Adi.
9. Lettu Laut (T) Anang Sutriatno.
10. Letda Laut (E) Adhi Laksmono.
11. Letda Laut (P) Munawir.
12. Letda Laut (T) Rhesa Tri.
13. Letda Laut (T) Rintoni
14. Letda Laut (P) M Susanto
15. Serka Bah Ruswanto
16. Sertu Bah Yoto Eki Setiawan
17. Sertu Ttu Ardi Ardiansyah
18. Sertu Kom Achmad Faisal
19. Sertu Kom Willy Ridwan Santoso
20. Sertu Eko M Rusdiyansyah
21. Sertu Eki Ryan Yogie Pratama
22. Sertu Mes Dedi Hari Susilo
23. Serda Bah Bambang Priyanto
24. Serda Kom Purwanto
25. Serda Kom Eko Prasetiyo.
26. Serda Ttu Harmanto
27. Serda Ttu Lutfi Anang.
28. Serda Atf Dwi Nugroho.
29. Serda Ede Pandu Yudha Kusuma.
30. Serda Eta Misnari
31. Serda Saa Setyo Wawan.
32. Serda Lis Hendro Purwoto
33. Serda Mes Guntur Ari Prasetyo.
34. Serda Lis Diyut Subandriyo.
35. Serda Lis Wawan Hermanto
36. Serda Lis Syahwi Mapala.
37. Serda Lis Wahyu Adiyas.
38. Serda Lis Edi Wibowo.
39. Kopda Eta Kharisma D.B.
40. Kopda Tlg Nugroho Putranto.
41. Kopda Mes Khoirul Faizin.
42. Kopda Trb Maryono
43. Klk Eta Roni Effendi
44. KLK Eta Distriyan Andy P
45. KLS Isy Raditaka Margiansyah.
46. KLS Isy Gunadi Fajar R.
47. KLS Nav Denny Richi Sambudi.
48. KLS Mes Muh. Faqihudin Munir.
49. KLS Nav Edy Siswanto.
50. Kolonel Laut (P) Harry Setyawan (Non ABK).
51. Letkol Laut (E) Irfan Suri (Non ABK).
52. Mayor Laut (E) Whilly (Non ABK).
53. Suheri -PNS (Non ABK).***

Berita Lainnya

Nasional

Politisi Demokrat, Sartono Berbagi Hewan Kurban Disaat Pandemi

Nasional

Sartono Bagikan Puluhan Terop dan Ribuan Kursi ke Warga Ponorogo dan Pacitan

Nasional

Polemik Revisi Statuta UI Makin Panas, Partai Demokrat: Berhentikan Rektor UI Ari Kuncoro!

Nasional

Rektor Rangkap Jabatan, Statuta UI Diubah, Bramantyo Sebut 3 Masalah Utama

Nasional

Statuta UI Dirombak, Independensi Kampus dalam 'Gangguan'

Nasional

Tenaga Kesehatan Menjerit dan Jiwa Masyarakat Terancam, Politisi Demokrat: Pusat Jangan Main-main, Segera Drop Anggaran untuk Kebutuhan Daerah Hadapi Covid-19

Nasional

Karutan Depok Tersangka Narkoba, Anggota DPR Ingatkan soal Nusakambangan

Santoso Minta Polri Tindak Tegas Kartel Kremasi Jenazah Covid-19

Berita: Nasional - Politisi Demokrat, Sartono Berbagi Hewan Kurban Disaat Pandemi •  Nasional - Sartono Bagikan Puluhan Terop dan Ribuan Kursi ke Warga Ponorogo dan Pacitan •  Nasional - Polemik Revisi Statuta UI Makin Panas, Partai Demokrat: Berhentikan Rektor UI Ari Kuncoro! •  Nasional - Rektor Rangkap Jabatan, Statuta UI Diubah, Bramantyo Sebut 3 Masalah Utama •  Nasional - Statuta UI Dirombak, Independensi Kampus dalam 'Gangguan' •  Nasional - Tenaga Kesehatan Menjerit dan Jiwa Masyarakat Terancam, Politisi Demokrat: Pusat Jangan Main-main, Segera Drop Anggaran untuk Kebutuhan Daerah Hadapi Covid-19 •  Nasional - Karutan Depok Tersangka Narkoba, Anggota DPR Ingatkan soal Nusakambangan •  - Santoso Minta Polri Tindak Tegas Kartel Kremasi Jenazah Covid-19 •