Terobosan Menteri KKP “Kampung Ikan” Tidak Selesaikan Masalah

Rabu, 03 Februari 2021 13:39

pak BP

Anggota Komisi IV DPR RI Bambang Purwanto menilai terobosan  Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono dengan “Kampung Ikan” tidak menyelesaikan masalah budidaya ikan. Meski demikian, Bambang menyadari program tersebut sangat tepat untuk memacu petani untuk melakukan budidaya ikan.

Menurut Bambang, Kampung Ikan bisa memenuhi kebutuhan konsumsi ikan di dalam negeri yang belum terpenuhi, juga dapat menghindari ikan dari kepunahan.

“Artinya permintaan pasar masih membuka peluang sangat besar yang sekaligus dapat meningkatkan ekonomi petani budidaya ikan. Dimana saat ini sulit berkembang sehingga perlu kehadiran kebijakan dari Kementerian KKP yang tepat,” kata Bambang pada Lintas Parlemen, Jakarta, Selasa (2/2/2021) semalam.

Lebih lanjut politikus Partai Demokrat Bambang Purwanto menyoroti kurang cermatnya menteri KKP dalam melihat permasalahan yang dihadapi petani budidaya ikan tidak dapat berkembang secara optimal. Salah satunya program yang ditawarkan yakni pengembangan pola kampung ikan.

Bambang menjelaskan, setiap kampung mengembangkan varian ikan yang berbeda yang justru akan menimbulkan permasalahan karena tidak adanya keseragaman.

“Ketika salah dalam mendeteksi persoalan utama tentu solusi yang ditawarkan juga salah, hal ini terlihat dari terobosan yang ditawarkan menteri kepada petani budidaya ikan digenjot dengan pola kampung ikan (kampung lele,kampung gurame, kampung nila dll),” paparnya.

Selain itu, Bambang menambahkan, saat ini para petani budidaya ikan tengah mengalami persoalan pakan ikan yang mahal karena masih bergantung dari penjual makan ikan.

“Meskipun sudah banyak bantuan alat pakan mandiri yang diberikan tetap tidak bisa berjalan maksimal karena, bahan baku pakan ikan yang berprotein sulit diperoleh oleh petani budidaya. Disinilah perlunya kehadiran kementerian KKP,゛ungkap Bambang.

“Seharusnya menteri membuat terobosan agar petani budidaya dapat memperoleh bahan baku pakan mandiri dengan mudah, ketika petani budidaya mudah memperoleh bahan baku tentu mereka bisa menyediakan pakan ikan sendiri dan tidak tergantung dengan penjual pakan dengan pola ijon,” sambungnya.

Bambang berharap kementerian KKP dapat melihat secara jeli persoalan utama dalam mengembangkan program kampung ikan sehingga petani budidaya mampu berkembang untuk memenuhi konsumsi ikan yang berdampak pada perekonomian petani ikan.

“Dengan demikian petani budidaya dapat dipastikan mampu berkembang sekaligus dapat memenuhi kebutuhan konsumsi ikan yang pada gilirannya mampu meningkatkan pertumbuhan para petani budidaya ikan,” pungkasnya. (MA)

Berita Lainnya

Nasional

Bambang Purwanto: Kebijakan Larangan Ekspor CPO dan Turunannya Hancurkan Petani

Nasional

Legislator PD Kritik Sekjen DPR soal Gorden: Sense of Crisisnya Kurang!

Nasional

Legislator Demokrat Ingatkan ASN, Jangan Sampai WFH Dimanfaatkan Berdiam Diri di Rumah

Nasional

Jaring Bakat Sepakbola, Anak Buah AHY Gelar Turnamen Hero Cup 5

Nasional

Anggota DPR RI Sosialisasi 4 Pilar, Ini Keinginan IPSM Kota Cirebon

Nasional

Kang Hero & Hj Ratnawati Salurkan Ribuan Paket Sembako Kepada Masyarakat

Nasional

Respons Masinton Pasaribu, Anwar Hafid: Kita Harus Pastikan Proses Pemilu Tidak Boleh Terhambat

Nasional

Wakil Rakyat Harus Duduk di Karpet? Nanang Samodra, Tidak

Berita: Nasional - Bambang Purwanto: Kebijakan Larangan Ekspor CPO dan Turunannya Hancurkan Petani •  Nasional - Legislator PD Kritik Sekjen DPR soal Gorden: Sense of Crisisnya Kurang! •  Nasional - Legislator Demokrat Ingatkan ASN, Jangan Sampai WFH Dimanfaatkan Berdiam Diri di Rumah •  Nasional - Jaring Bakat Sepakbola, Anak Buah AHY Gelar Turnamen Hero Cup 5 •  Nasional - Anggota DPR RI Sosialisasi 4 Pilar, Ini Keinginan IPSM Kota Cirebon •  Nasional - Kang Hero & Hj Ratnawati Salurkan Ribuan Paket Sembako Kepada Masyarakat •  Nasional - Respons Masinton Pasaribu, Anwar Hafid: Kita Harus Pastikan Proses Pemilu Tidak Boleh Terhambat •  Nasional - Wakil Rakyat Harus Duduk di Karpet? Nanang Samodra, Tidak •