Sutan Bhatoegana Berasumsi dan Berkhayal

Jumat, 05 Juni 2015 00:00

Jakarta – Sekretaris Fraksi Partai Demokrat di DPR RI Didik Mukrianto menilai fakta persidangan yang didapatkan dari keterangan Sutan Batoegana di persidangan korupsinya tidak mengandung nilai kebenaran. 'Itu hanya  didasarkan kepada asumsi dan khayalan,' kata Didik.
Keterangan Sutan dalam persidangan adalah murni asumsi atau khayalan Sutan. Bahkan dalam kesempatan yang sama saksi Rudi Rubiandini membantah semua yang disampaikan Sutan khususnya yang mengaitkan dengan Ibas.
"Sutan sudah kehilangan rasionalitas. Keterangannya tidak mengandung kebenaran. Bahkan Pak Rudi Rubiandini membantah semua yg disampaikan Sutan. Keterangan Pak Rudi itulah fakta persidangan yang benar," kata Didik lagi.
Didik yang juga Ketua Umum Laskar Demokrat Penegak Hukum dan HAM (LDP Kumham) mengatakan,  Sutan terkesan berusaha membangun khayalannya untuk mengaburkan dan mengalihkan tanggung jawab hukum tanpa dasar dan alasan yang rasional dan bisa dipertanggungjawabkan secara hukum.
"Karena korelasi dan konektivitas antara keterangan dengan hayalannya tentang Mas Ibas tidak bisa dia buktikan secara hukum, bisa jadi Sutan hanya ingin mencoba mendesain pengalihan substansi perkara yang sedang dihadapinya. Atas dasar itu, terlalu mengada-ada dan berlebihan menganggap keterangan Sutan mempunyai nilai material dlm konteks pembuktian", kata Didik.
Didik yakin bahwa para hakim dan penegak hukum lainnya tetap obyektif dan proporsional dalam mensikapi keterangan Sutan. Tidak mungkin asumsi atau keterangan terdakwa yg kebenarannya dibantah oleh saksi di satu sisi dan tidak bisa dibuktikan kebenrannya dilain sisi, akan dijadikan alat bukti atau fakta material dalam mengungkap suatu perkara
"Dalam sistem hukum manapun, tidak mungkin hukum bisa menjangkau pihak-pihak yang tidak ada sangkut paut dan korelasinya. Tidak ada seorangpun bisa dipidana tanpa ada tindak pidana yg dilakukannya,"pungkas Didik.(***)

Berita Lainnya

Nasional

Demokrat Kubu AHY Optimistis MA Keluarkan Keputusan Seadil-adilnya

Nasional

Judicial Review Pro Muldoko Masuk Kategori “Begal Politik”

Nasional

Perlu Keseriusan Serap Produksi Baja Dalam Negeri, Legislator: Krakatau Steel Sudah Sangat Kompleks

Nasional

Pemerintah Diminta Ambil Sikap soal AUKUS, Jangan Cuma Bilang Khawatir

Nasional

Anggota FPD DPR RI Perjuangkan Peningkatan Upah Guru Honor

Nasional

Demokrat Soroti Penugasan Jokowi Numpuk di Luhut

Nasional

Demokrat soal Hak Angket Respons Kisruh KPK: Belum Perlu

Nasional

Bentengi Masyarakat dan Pemuda dari Masuknya Paham Radikalisme

Berita: Nasional - Demokrat Kubu AHY Optimistis MA Keluarkan Keputusan Seadil-adilnya •  Nasional - Judicial Review Pro Muldoko Masuk Kategori “Begal Politik” •  Nasional - Perlu Keseriusan Serap Produksi Baja Dalam Negeri, Legislator: Krakatau Steel Sudah Sangat Kompleks •  Nasional - Pemerintah Diminta Ambil Sikap soal AUKUS, Jangan Cuma Bilang Khawatir •  Nasional - Anggota FPD DPR RI Perjuangkan Peningkatan Upah Guru Honor •  Nasional - Demokrat Soroti Penugasan Jokowi Numpuk di Luhut •  Nasional - Demokrat soal Hak Angket Respons Kisruh KPK: Belum Perlu •  Nasional - Bentengi Masyarakat dan Pemuda dari Masuknya Paham Radikalisme •