Ribuan Kapal Asing Masuk Perairan Natuna, DPR Ingatkan Kedaulatan NKRI PARPOL

Sabtu, 18 September 2021 19:38

Rizki Suara-com

Pengakuan Sekretaris Utama Badan Keamanan Laut (Bakamla), Laksda S Irawan yang menyebut banyak kapal asing masuk perairan Natuna ditanggapi DPR. Anggota Komisi I DPR, Rizki Aulia Natakusumah mengatakan kejadian ini telah mencoreng kedaulatan Indonesia. 

"Di satu sisi kita dapat pahami dalam situasi Covid-19 ini pemerintah pasti dalam kondisi fiskal yang sulit. Tapi kami harap pemerintah bisa mengerti prinsip tidak boleh ada kompromi mengenai kedaulatan," kata Rizki saat dihubungi RM.id, Selasa (14/9).

Dia menambahkan, saat ini Senayan sedang melakukan pembahasan revisi Undang-Undang Landas Kontinen. Nantinya UU ini akan mengatur luas wilayah hak berdaulat dari Indonesia. "Pertanyaannya, sudahkah pemerintah menyiapkan konsep penjagaan keamanan dan penegakan hukum di perairan kita? Atau akan terus seperti ini?" ujar politisi Demokrat itu.

Fraksi Demokrat berharap kejelasan komitmen dari pemerintah terkait penjagaan kedaulatan NKRI. "Kami berharap, skema pertahanan ke depan juga bisa menjawab dinamika ancaman masa depan," tegasnya.

Jangan sampai kejadian ditemukannya sea glider atau unmanned underwater vehicle (UUV) masuk Tanah Air terulang lagi. "Intinya kita sangat mengharapkan adanya kejelasan komitmen dari pemerintah mengenai hal ini, khususnya terkait keamanan di wilayah perairan NKRI. Sekali lagi, tidak boleh ada kompromi urusan kedaulatan negara," terang putra dari pasangan Dimyati Natakusumah dan Irna Narulita itu. 

Sebelumnya, di saat rapat dengar pendapat (RDP) Bakamla dengan Komisi I, Sestama Bakamla, S Irawan menyatakan kerap mendeteksi peredaran ribuan kapal asing yang nekat masuk perairan Natuna. Mulai dari kapal Vietnam hingga China. [UMM]

(sumber : rm.id)

Berita Lainnya

Nasional

Bramantyo Suwondo: Sekolah Harus Menerapkan Prokes Ketat

Nasional

Irwan Fecho: Pembangunan Harus Sampai ke Desa

Nasional

Pemerintah Diminta Serius Tangani Kasus TPPO

Nasional

Dr. Ratnawati Herman, Mendapat Penghargaan UMKM Dari Radar Cirebon TV

Nasional

Bambang Purwanto Bantu Puluhan Ribu Tanaman Hutan dan Buah untuk KTH Sepakat

Nasional

Bertebaran Spekulasi di Sekitar Kasus Kematian Brigadir J, Kuncinya: Polisi Harus Transparan

Nasional

Anggota DPR -RI Hadiri Panen Perdana Kolam Lele Bioflok di Desa Tanjungkalang

Nasional

Demokrat: RKUHP Perlu Disempurnakan Sebelum Disahkan

Berita: Nasional - Bramantyo Suwondo: Sekolah Harus Menerapkan Prokes Ketat •  Nasional - Irwan Fecho: Pembangunan Harus Sampai ke Desa •  Nasional - Pemerintah Diminta Serius Tangani Kasus TPPO •  Nasional - Dr. Ratnawati Herman, Mendapat Penghargaan UMKM Dari Radar Cirebon TV •  Nasional - Bambang Purwanto Bantu Puluhan Ribu Tanaman Hutan dan Buah untuk KTH Sepakat •  Nasional - Bertebaran Spekulasi di Sekitar Kasus Kematian Brigadir J, Kuncinya: Polisi Harus Transparan •  Nasional - Anggota DPR -RI Hadiri Panen Perdana Kolam Lele Bioflok di Desa Tanjungkalang •  Nasional - Demokrat: RKUHP Perlu Disempurnakan Sebelum Disahkan •