Sabtu, 12 September 2020 06:24

PAK PUTU

Anggota Komisi VI DPR RI Dapil Bali Putu Supadma Rudana (PSR) mendorong pemerintah untuk terus menghadirkan kebijakan dan program yang mampu menjaga ketahanan industri nasional di tengah pandemi Covid-19 yang masih terus melanda. 

Salah satunya mendorong konsumsi atau penggunakan produk dalam negeri baik di masyarakat selaku pasar maupun dalam belanja-belanja pemerintah seperti di kementerian dan lembaga.

Hal ini disampaikan PSR saat Rapat Dengar Pendapat Umum (RDPU) Komisi VI DPR RI pada Selasa (8/9/2020) di Gedung DPR RI, Jakarta dengan enam (6) asosiasi.

Yakni PHRI (Perhimpunan Hotel dan Restauran Indonesia), PIKI (Asosiasi Industri Perikanan Indonesia), AP5I (Asosiasi Pengusaha Pengolahan & Pemasaran Produk Perikanan Indonesia), ASMINDO (Asosiasi Industri Permebelan & Kerajinan Indonesia), P2MI (Asosiasi Pabrik Monosodium Glutomate & Glutamic Acid Indonesia), AGRI (Asosiasi Industri Gula Ranasi Indonesia) dan ASPAKI (Asosiasi Produsen Alat Kesehatan Indonesia).

“Kita sudah mendengar aspirasi mereka. Pada masa pandemi ini memang begitu berat. Industri kita semua terpukul,” kata PSR yang juga Anggota Fraksi Demokat DPR RI ini saat mengawali pandangannya setelah mendengarkan aspirasi para asosiasi ini.

Walau hampir sebagian besar industri terpukul akibat pandemic Covid-19, PSR melihat ada sejumlah industri yang bisa bertahan malah mengalami pertumbuhan. Misalnya industri alat-alat kesehatan dan industri yang berhubungan dengan pangan seperti industri gula ranasi.

“Yang paling terpukul memang industri hotel dan restoran serta juga lembaga Pendidikan,” kata politisi muda Demokrat asal Desa Peliatan, Kecamatan Ubud, Kabupaten Gianyar ini.

PAK PUTU 1

Soal industri terkait furniture dan meubel, PSR sependapat bahwa produk industri dalam negeri harus diberikan ruang menjadi tuan rumah di negeri sendiri. Diharapkan produk furniture dan meubel lokal lebih banyak digunakan masuk di Kementerian dan Lembaga (KL) dan lainnya.

“Sebab KL ini renovasinya besar sehingga pembelian barang furniture dan meubel juga besar. Apa yang Bapak-Bapak inginkan sejalan dengan kami yang memperjuangkan aspirasi masyarakat. Furniture kita kawal betul. Ke depan perlu komitmen dari Presiden Jokowi menekankan kembali akan pentingnya penggunaan produk furniture dalam negeri,” ungkap PSR.

Wasekjen DPP Demokrat ini menegaskan, dalam masa pandemi ini yang penting bagaimana kita mempertahankan ketahanan industri baik di furniture, pariwisata, alat-alat kesehatan dan semua industri lainnya. PSR pun mendorong agar dilakukan pemetaan (mapping) permasalahan yang dihadapi berbagai sektor industri di tanah air.

Kemudian agar dijalin komunikasi, dicarikan solusi bersama dengan dengan komisi-komisi terkait di DPR RI serta mitra kerjanya. Misalnya persoalan pariwisata dan PHRI di Komisi X, perikanan di Komisi IV.

“Kita berlimpah akan kekayaan laut, seafood kita berlimpah. Ke depan agar dipastikan kembali asosiasi dapat solusi terbaik sehingga kita di Komisi IV bisa memperjuangkan hal itu dan menemukan win-win solution pada berbagai pihak,” kata PSR saat menyikapi soal persoalan di industri terkait perikanan.

PSR juga menyinggung yang mengerikan ke depan seperti industri semen, besi baja, sebab berlimpah produk impor masuk ke Indonesia yang akhirnya menggugurkan industri yang berkaitan dengan itu. Pihaknya juga khawatir industri alat kesehatan ini seperti musiman. Produksinya dibutuhkan saat ini dan banyak yang membuat.

“Setelah over supplay kebingungan, negara lain pun pasti akan banyak over supplay. Maka ke depan kita berharap proteksi pada industri ini harus dimaksimalkan,” ujarnya Wakil Ketua Badan Kerjasama Antar Parlemen DPR RI ini.

Atas berbagai persoalan yang dihadapi sektor industri di Indonesia, PSR kembali menegaskan pada masa pandemi Covid-19 ini yang terpenting memang bagaimana memberikan ketahanan pada industri nasional dan mempertahankan mereka agar bisa menjadi tuan rumah di negeri sendiri. (wid)

 

Berita Lainya

Nasional

DPR Berharap Penyelenggara Pilkada Serentak Taat Pada Protokol Kesehatan

Nasional

Tak Miliki Payung Hukum, Keberadaan Pasukan Khusus BIN Dipertanyakan MPR

Nasional

Wakapolri Mau Rekrut Preman untuk Awasi Protokol Kesehatan, Didik Demokrat Langsung Bereaksi

Nasional

DPR Minta Kemendikbud Kawal Data Ponsel Siswa Dimanfaatkan untuk Pilkada

Nasional

Syarief Hasan: Saya Bangga Warga Pesantren Sangat Menjiwai Pancasila

Nasional

SYARIEF HASAN APRESIASI PROGRAM KUR BUNGA 0 PERSEN PEMERINTAH UNTUK UMKM

Nasional

Anggota DPR RI Apresiasi Bantuan Sembako untuk Pesantren dan Disabilitas di Bangkalan

Nasional

Ekonomi Terpuruk Akibat Pandemi, PSR Minta Industri Dalam Negeri Jadi Raja di Negeri Sendiri

Berita: Nasional - DPR Berharap Penyelenggara Pilkada Serentak Taat Pada Protokol Kesehatan •  Nasional - Tak Miliki Payung Hukum, Keberadaan Pasukan Khusus BIN Dipertanyakan MPR •  Nasional - Wakapolri Mau Rekrut Preman untuk Awasi Protokol Kesehatan, Didik Demokrat Langsung Bereaksi •  Nasional - DPR Minta Kemendikbud Kawal Data Ponsel Siswa Dimanfaatkan untuk Pilkada •  Nasional - Syarief Hasan: Saya Bangga Warga Pesantren Sangat Menjiwai Pancasila •  Nasional - SYARIEF HASAN APRESIASI PROGRAM KUR BUNGA 0 PERSEN PEMERINTAH UNTUK UMKM •  Nasional - Anggota DPR RI Apresiasi Bantuan Sembako untuk Pesantren dan Disabilitas di Bangkalan •  Nasional - Ekonomi Terpuruk Akibat Pandemi, PSR Minta Industri Dalam Negeri Jadi Raja di Negeri Sendiri •