Putu Rudana: Kerjasama RI-Kazakhstan Harus Lebih Dikembangkan

Senin, 13 Juni 2022 10:44

pak putu bali (1)

Grup Kerja Sama Bilateral (GKSB) DPR RI-Kazakhstan mengapresiasi hubungan ekonomi dan politik kedua negara yang telah terjalin erat selama 29 tahun. Namun, kerja sama yang baik antara Kazakhstan dan Indonesia ini dinilai belum tereksplorasi sepenuhnya.  

Hal ini diungkapkan Ketua Grup Kerja Sama Bilateral DPR RI-Kazakhstan I Wayan Sudirta usai melakukan Courtesy Call dengan Duta Besar Kazakhstan untuk Indonesia Daniyar Sarekenov di Gedung DPR RI, Senayan, Jakarta, Kamis (9/6/2022). Turut Hadir Pimpinan BKSAP DPR RI Putu Supadma Rudana dan Anggota BKSAP DPR RI Hidayat Nur Wahid. 

"Kerja sama yang terjalin saat ini sudah bagus namun belum memuaskan. Karena itu, kita ingin menjalin serta mempererat komunikasi yang baik. Komunikasi ini praktis menjadi semen perekat untuk ke depannya," ujarnya.

Menurut Wayan Sudirta, Indonesia dan Kazakhstan memiliki beberapa kemiripan, diantaranya kedua negara memiliki sumber daya alam yang melimpah, penduduk mayoritas Muslim serta komitmen terhadap hak asasi manusia dan demokrasi. 

Lebih lanjut, ia menambahkan, Kazakhstan dan Indonesia memiliki potensi besar yang dapat disinergikan satu sama lain. Ada beberapa sektor potensial yaitu investasi, perdagangan, pertukaran budaya, pendidikan serta pariwisata. Sehingga nantinya diharapkan kerja sama tersebut dapat berkontribusi meningkatkan people to people contact hingga jaringan business to business.

Sementara itu, Wakil Ketua Badan Kerja Sama Antar Parlemen (BKSAP) Putu Supadma menyampaikan tahun depan Indonesia-Kazakhstan akan menyambut 30 tahun terjalinnya hubungan diplomatik. Perayaan ke - 30 tahun hubungan bilateral ini diyakini Putu akan menjadi momentum yang baik untuk memperluas hubungan bilateral di banyak bidang. 

"Ini menjadi kesempatan yang baik untuk peningkatan hubungan investasi, hubungan perdagangan serta pariwisata. Namun, kami melihat quick win yang bisa yang kita lakukan adalah pariwisata," ungkap Putu Supadma.

Ia menyampaikan tingginya minat masyarakat Kazakhstan untuk berkunjung ke Indonesia, ditunjukkan dengan terus terjadinya peningkatan jumlah kunjungan wisatawan Kazakhstan ke Indonesia, menunjukkan potensi Kazakhstan untuk menjadi salah satu negara target untuk pengembangan perdagangan, pariwisata dan investasi Indonesia di masa mendatang.

"Dalam kaitan ini, kami menanyakan tentang Air Astana yang merupakan airlines Kazakhstan agar bisa melakukan penerbangan langsung ke Indonesia, dan mereka melihat salah satu kota Almaty dan Bali menjadi potensi pariwisata yang besar. Mereka mengatakan Bali sangat populer bagi masyarakat Kazakhstan dan kita ingin mendorong hal ini," terang Putu Supadma.

Selain sektor pariwisata, Putu juga mendukung pembahasan perjanjian perdagangan bebas (FTA) antara Komisi Eurasia dengan Indonesia sudah dimulai pada beberapa pekan lalu. Sebagai negara dengan ekonomi terdepan di Asia Tengah, Kazakhstan bisa menjadi jantung ekonomi bagi Indonesia. Kazakhstan juga dapat berperan menghubungkan lebih dekat antara kawasan Asean dan Asia Tengah.

"Ke depan kita akan membangun kerja sama ekonomi Indonesia-Eurasia dan secara bilateral Indonesia - Kazakhstan juga akan dibahas. Potensinya besar, momentumnya ada, tinggal bagaimana kita mendorong peningkatan kerja sama sehingga kedua bangsa dan masyarakat bisa mendapatkan benefit dari peningkatan ekonomi ini," tandas Politisi dari F-Demokrat ini. (ann/aha) 

( sumber : dpr.go.id )

Berita Lainnya

Nasional

Santoso: F-PD Siap Lakukan Perubahan dan Perbaikan

Nasional

BKSAP DPR Harap Parlemen Uni Eropa Lebih Membuka Diri Kerja Sama dengan Indonesia

Nasional

Pertanyakan Anggaran hingga Sosok Setara Dirjen, Komisi X Tagih Output ‘Tim Bayangan’ Nadiem Makarim

Nasional

Gas Melon Mau Diganti Kompor Induksi, Legislator Demokrat: Bagaimana Nasib Pedagang Kaki Lima?

Nasional

BKSAP DPR Harap Diplomasi Parlemen Dapat Optimalkan Potensi Daerah di Indonesia

Nasional

Ditjen PSLB3 KLHK Didesak Miliki Langkah Terukur Tangani Volume Sampah

Nasional

RUU Kepariwisataan Hadirkan Tata Kelola Baru Pariwisata yang Komprehensif dan Berkelanjutan

Nasional

Anwar Hafid: Sistem dan Sarpras BMKG Harus Ditingkatkan

Berita: Nasional - Santoso: F-PD Siap Lakukan Perubahan dan Perbaikan •  Nasional - BKSAP DPR Harap Parlemen Uni Eropa Lebih Membuka Diri Kerja Sama dengan Indonesia •  Nasional - Pertanyakan Anggaran hingga Sosok Setara Dirjen, Komisi X Tagih Output ‘Tim Bayangan’ Nadiem Makarim •  Nasional - Gas Melon Mau Diganti Kompor Induksi, Legislator Demokrat: Bagaimana Nasib Pedagang Kaki Lima? •  Nasional - BKSAP DPR Harap Diplomasi Parlemen Dapat Optimalkan Potensi Daerah di Indonesia •  Nasional - Ditjen PSLB3 KLHK Didesak Miliki Langkah Terukur Tangani Volume Sampah •  Nasional - RUU Kepariwisataan Hadirkan Tata Kelola Baru Pariwisata yang Komprehensif dan Berkelanjutan •  Nasional - Anwar Hafid: Sistem dan Sarpras BMKG Harus Ditingkatkan •