Puncak Peringatan HTBS 2021 Anggota DPR RI Fraksi Partai Demokrat, Aliyah Mustika Ilham Ajak Masyarakat Wujudkan Eliminasi TB 2021

Kamis, 01 Juli 2021 17:35

bu aliyah 2

Anggota Komisi IX DPR RI Fraksi Partai Demokrat, Hj. Aliyah Mustika Ilham, S.E., mengajak seluruh unsur masyarakat bersama dengan pemerintah bergandeng tangan dan bergerak bersama dalam mewujudkan tujan eliminasi TB di 2030.

“Dalam kondisi saat ini, ketika dunia tengah fokus untuk mengatasi pandemi COVID-19, maka sangat penting bagi kami di komisi IX DPR-RI untuk memastikan bahwa program pengendalian dan penanggulangan TB yang disertai dengan penyediaan layanan kesehatan tetap dilakukan secara berkesinambungan oleh Pemerintah.”Ungkap Anggota DPR RI Fraksi Partai Demokrat, Aliyah Mustika Ilham.

Aliyah Mustika Ilham mengungkapkan hal tersebut di depan pra kader, komunitas pendukung eliminasi TB dan masyarakat umum pada kegiatan puncak peringatan Hari Tuberkolosis Sedunia (HTBS) tahun 2021 yang juga bertepatan dengan Hari Keluarga Nasional, 29 Juni 2021. Kegiatan Puncak HTBS kali ini dijadikan kesempatan untuk mendorong eliminasi TB di 2030 dengan memperkuat komitmen dari multisektor yang terlibat mulai dari masyarakat, komunitas, beserta dengan pemangku kepentingan terkait termasuk pemerintah dan DPR RI.

Perkiraan jumlah kasus TBC di Indonesia pada 2020 sekitar 840.000, namun data dari Kemenkes 2020 hanya 271.750 kasus TBC yang ditemukan. Angka tersebut menurun tajam jika dibandingkan dengan temuan pada 2019 yang sebanyak 568.987 kasus.

“Salah satu faktor yang membuat temuan kasus TBC menurun 2020 karena banyak masyarakat enggan untuk melanjutkan pemeriksaan penyakit tuberkulosis (TBC) yang dideritanya karena takut di vonis covid-19 atau biasa disebut dengan istilah “Covid Phobia”. Selain itu, kebijakan pemerintah terkait pembatasan layanan kesehatan untuk menghindari kerumunan juga menjadi salah satu penyebab kurangnya kunjungan pasien dalam melanjutkan pemeriksaan dan pengobatan di semua layanan kesehatan (Puskesmas dan Rumah Sakit) selama masa pandemi.” Ungkapnya.

Beliau menambahkan bahwa fenomena “Covid Phobia” dan pembatasan layanan kesehatan dimasa pandemic yang mengakibatkan potret data kasus TB dari Kemenkes tahun 2020 menurun drastis, harus menjadi catatan juga perhatian bagi Pemerintah karena penundaan penanganan bagi pasien TB akan menjadi penyebab kemungkinan penularan bagi anggota keluarga yang secara akumulatif mengakibatkan kenaikan angka kasus TB melampaui perkiraan dan akhirnya sulit mengejar target percepatan eliminasi TB di Indonesia.

Indonesia termasuk delapan negara yang menyumbang 2/3 kasus TBC di seluruh dunia. Dan Indonesia menempati posisi kedua setelah India dengan kasus sebanyak 845.000 dengan kematian sebanyak 98.000 atau setara dengan 11 kematian/jam. Bahkan pada tahun 2019, Tuberkulosis membunuh 1,4 juta orang di seluruh dunia. Laporan dari Stop TB Partnership mengatakan pada 2020, COVID-19 secara global melampaui TB sebagai penyebab kematian paling utama dari penyakit menular, tetapi di negara berpenghasilan rendah dan menengah, kematian akibat TB tetap jauh lebih tinggi dibandingkan dengan COVID-19. Ini berarti, dengan bertambahnya jumlah orang yang divaksinasi COVID-19, akan menyebabkan jumlah kematian COVID-19 menurun tapi itu tidak untuk TB. Penyakit ini akan terus membunuhsekitar 4.000 orang setiap hari.

“Sebagai anggota Komisi IX DPR RI, kami senantiasa mengawal dan melakukan pemantauan untuk memastikan fasilitas pelayanan kesehatan  agar terus mempertahankan tingkat dukungannya bagi layanan esensial TB meskipun dalam keadaan darurat COVID-19, agar perencanaan ketersediaan logistik dan obat-obatan TB aupun sarana diagnostic tidak terganggu melalui kegiatan kunjungan kerja dan kunjungan kerja spesifik Komisi IX DPR RI” Tambahnya

Pihaknya juga mengungkapkan bahwa pandemi covid-19 merupakan fenomena penyakit menular yang luar biasa dari sisi dunia kesehatan. Untuk itu, revisi Undang-undang Nomor 4 tahun 1984 tentang wabah penyakit menular kembali menjadi penting dilakukan agar penanganan wabah penyakit menular di Indonesia dapat lebih baik penanganannya kedepan termasuk dalam upaya percepatan target eliminasi TB 2030.

Ia juga berpesan bahwa penguatan upaya preventif promotif melalui kegiatan Komunikasi, Informasi dan Edukasi kesehatan seperti penerapan pola hidup sehat guna mencegah penularan dan perkembangan penyakit TB perlu dilakukan lebih massif lagi oleh Pemerintah, pihak swasta maupun komunitas TB di Indonesia. (Dita Indra)

 

Berita Lainnya

Nasional

Wakil Ketua MPR RI: Pemerintah Harus Fasilitasi UMKM agar Berdaya Saing

Nasional

Suntikan Modal Tak Jelas, Elit Demokrat Dorong Audit Seluruh BUMN

Nasional

Demokrat: Pemberantasan Korupsi dalam 2 Tahun Pemerintahan Jokowi Mati Suri, Lembek ke Koruptor

Nasional

Dede Yusuf: LADI Bermasalah Sejak 2017, Akan Jadi Catatan Khusus dalam Revisi UU SKN

Nasional

Reses, Anggota DPR RI Fraksi Demokrat Sartono Hutomo Bagi Sembako, Alsintan dan Terop

Nasional

Debby Kurniawan : Trofi Thomas Cup Jadi Momen Kebangkitan Bulu Tangkis Indonesia

Nasional

Komisi III DPR: Kapolri Tidak Boleh Diam, Tegur dan Pecat Anak Buahnya yang Ancam Warganet

Nasional

Petani Menjerit, Legislator Demokrat Soroti Meroketnya Harga Pupuk

Berita: Nasional - Wakil Ketua MPR RI: Pemerintah Harus Fasilitasi UMKM agar Berdaya Saing •  Nasional - Suntikan Modal Tak Jelas, Elit Demokrat Dorong Audit Seluruh BUMN •  Nasional - Demokrat: Pemberantasan Korupsi dalam 2 Tahun Pemerintahan Jokowi Mati Suri, Lembek ke Koruptor •  Nasional - Dede Yusuf: LADI Bermasalah Sejak 2017, Akan Jadi Catatan Khusus dalam Revisi UU SKN •  Nasional - Reses, Anggota DPR RI Fraksi Demokrat Sartono Hutomo Bagi Sembako, Alsintan dan Terop •  Nasional - Debby Kurniawan : Trofi Thomas Cup Jadi Momen Kebangkitan Bulu Tangkis Indonesia •  Nasional - Komisi III DPR: Kapolri Tidak Boleh Diam, Tegur dan Pecat Anak Buahnya yang Ancam Warganet •  Nasional - Petani Menjerit, Legislator Demokrat Soroti Meroketnya Harga Pupuk •