Prihatin dengan Tawuran Petani di HGU PG Jatitujuh, Hero Minta Musyawarah, yang Tak Bersalah Harus Dibebaskan

Minggu, 10 Oktober 2021 08:31

Herman-Khaeron (1)

Anggota Komisi VI DPR RI, Dr Herman Khaeron prihatin dengan terjadinya tawuran antar petani di wilayah HGU PT RNI (Persero) PG Jatitujuh, Kabupaten Indramayu.

Pihaknya juga turut berbela sungkawa atas korban jiwa petani meninggal 2 orang, seraya mengajak agar sengketa lahan ini dengan musyawarah dan mengedepankan kebersamaan.

Dalam perjalanan konflik di kawasan HGU PT RNI (persero) ini, Hero mengungkapkan, telah lama berlangsung.

Bahkan dirinya beberapa kali memfasilitasi pertemuan dengan kementrian kehutanan sebagai pemilik lahan dan PT RNI (Persero) sebagai pemilik HGU kebun tebu in. Namun sayangnya tidak pernah selesai.

Direksi RNI, kata dia, tidak pernah mendudukan persoalan ini dengan baik, bahkan selalu dengan cara-cara pendekatan aparat.

“Saya meyakini, jika RNI serius menangani konflik pertanahan ini, dapat selesai secara baik dan dibangun sinergi saling menguntungkan antara BUMN dan warga sekitar,” kata Hero, sapaan akrabnya.

Disampaikan dia, nasi sudah jadi bubur. Saat ini telah menelan korban jiwa, dan bila tidak diselesaikan secara komprehensif akan terus terjadi konflik yang berkepanjangan, dan merugikan harmonisasi antar warga.

“Saya berharap polisi dapat menegakan hukum seadil-adilnya, memproses yang menyebabkan terjadinya 2 warga meninggal, dan membebaskan warga yang tidak bersalah,” tuturnya.

Hero juga meminta Aparat kepolisian tidak perlu represif, tegakan saja hukum seadil-adilnya.

Terkait dengan Taryadi, salah seorang pimpinan FKamis dan juga anggota DPRD dari Demokrat, Hero yakin tidak terlibat bentrokan.

“Saya tahu sejak menjabat kepala desa dulu, aktif membela warga,” katanya.  

Beberapa kali memfasilitasi pertemuan dengan para pejabat negara terkait dengan kawasan hutan di selatan indramayu, Taryadi selalu menyampaikan bahwa sejarahnya kawasan itu adalah kawasan hutan, dan warga berkeinginan mengembalikanya menjadi kawasan hutan sebagai penyangga kehidupan masyarakat.

Sebab, kehadiran RNI di kawasan itu tidak kunjung memberi kesejahteraan bagi warga sekitar HGU. (dun)

( sumber : indramayu.radarcirebon.com )

Berita Lainnya

Nasional

Wakil Ketua MPR RI: Pemerintah Harus Fasilitasi UMKM agar Berdaya Saing

Nasional

Suntikan Modal Tak Jelas, Elit Demokrat Dorong Audit Seluruh BUMN

Nasional

Demokrat: Pemberantasan Korupsi dalam 2 Tahun Pemerintahan Jokowi Mati Suri, Lembek ke Koruptor

Nasional

Dede Yusuf: LADI Bermasalah Sejak 2017, Akan Jadi Catatan Khusus dalam Revisi UU SKN

Nasional

Reses, Anggota DPR RI Fraksi Demokrat Sartono Hutomo Bagi Sembako, Alsintan dan Terop

Nasional

Debby Kurniawan : Trofi Thomas Cup Jadi Momen Kebangkitan Bulu Tangkis Indonesia

Nasional

Komisi III DPR: Kapolri Tidak Boleh Diam, Tegur dan Pecat Anak Buahnya yang Ancam Warganet

Nasional

Petani Menjerit, Legislator Demokrat Soroti Meroketnya Harga Pupuk

Berita: Nasional - Wakil Ketua MPR RI: Pemerintah Harus Fasilitasi UMKM agar Berdaya Saing •  Nasional - Suntikan Modal Tak Jelas, Elit Demokrat Dorong Audit Seluruh BUMN •  Nasional - Demokrat: Pemberantasan Korupsi dalam 2 Tahun Pemerintahan Jokowi Mati Suri, Lembek ke Koruptor •  Nasional - Dede Yusuf: LADI Bermasalah Sejak 2017, Akan Jadi Catatan Khusus dalam Revisi UU SKN •  Nasional - Reses, Anggota DPR RI Fraksi Demokrat Sartono Hutomo Bagi Sembako, Alsintan dan Terop •  Nasional - Debby Kurniawan : Trofi Thomas Cup Jadi Momen Kebangkitan Bulu Tangkis Indonesia •  Nasional - Komisi III DPR: Kapolri Tidak Boleh Diam, Tegur dan Pecat Anak Buahnya yang Ancam Warganet •  Nasional - Petani Menjerit, Legislator Demokrat Soroti Meroketnya Harga Pupuk •