Politisi Demokrat Ini Soroti Anggaran Gede BNPT, Tapi Kok Mabes Polri Diserang dan Bom Meledak di Makassar

Sabtu, 03 April 2021 16:35

pak santoso (1)

Anggota Komisi III DPR RI Santoso mengutuk keras penyerangan Mabes Polri dan bom bunuh diri di depan gerbang Gereja Katedral, Makassar.

"Saya juga prihatin karena dua peristiwa itu terjadi dalam sepekan," kata Santoso melalui keterangan tertulisnya, Jumat (2/4).

Politisi Partai Demokrat ini mengungkapkan, dengan melihat polanya, hampir bisa dipastikan pelaku teror di Mabes Polri dan Makassar sudah terpapar radikalisme akut.

"Pelaku berpikiran sempit dan merasa punya dominasi terhadap kebenaran," kata Ketua DPD Partai Demokrat DKI Jakarta ini.

Menurut Santoso, negara sebenarnya sudah memiliki instrumen kontra terorisme dengan program deradikalisasi melalui Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT).

"BNPT itu fungsinya ya disana, melakukan upaya-upaya pecegahan agar masyarakat tidak melakukan tindakan-tindakan teror yang disebabkan oleh sesat cara berpikir," kata Santoso melanjutkan.

Santoso menyampaikan bahwa pada 2020 lalu BNPT mendapat kucuran anggaran Rp 443 miliar dari APBN untuk menunjang semua program dan aktivitasnya. 

"Apa anggaran sebesar itu masih kurang?"sindir Santoso.

Kata Santoso, seharusnya dengan anggaran sebesar itu BNPT bisa bekerja lebih baik. 

 

Santoso lantas menyoroti isi konten portal bikinan BNPT yang minim inovasi dalam upaya pencegahan serta mengajak masyarakat untuk terhindar dari paham terorisme.

Pasalnya, era sekarang, dengan sarana media sosial, masyarakat akan mudah terpengaruh dengan ideologi yang mengarah terhadap tindakan terorisme yang dalam setiap aksinya kerap menimbulkan korban dan trauma bagi masyarakat.

"Dalam rangka pencegahan dini paham radikalisme itulah negara harus hadir dengan maksimal," saran Santoso.

Upaya pencegahan itu, menurut Santoso, dapat dilakukan dengan penganggaran yang cukup dan tepat sasaran.

"Penempatan yang tepat dari aparat negara dalam mengantisipasi kelompok-kelompok yang berpaham radikal mengatasnamakan agama tertentu juga penting dilakukan," pungkas Santoso. []

Berita Lainnya

Nasional

Kemendikbud dan Kemenristek Dilebur, DPR: Peran BRIN Harus Independen

Nasional

Politikus Demokrat: RUU Perampasan Aset Sangat Urgent

Nasional

Syukuran KLB Demokrat Deli Serdang Ditolak, Achmad Ajak Kader Kembali Lakukan Kerja Nyata untuk Rakyat

Nasional

Wakil Ketua MPR Minta Peran Aktif Masyarakat Tangkal Radikalisme

Nasional

Jangan Sampai Negara Dikelola Ugal-ugalan, DPR Siap Panggil PLN dan ESDM Soal Rencana Kenaikan Tarif Listrik

Nasional

Nanang Respons Isu Merek atau Logo Demokrat

Nasional

Anggota DPR dukung konten RUU Kejaksaan harus dirumuskan komprehensif

Nasional

Rasa Keadilan Harus Bisa Didapatkan dalam RUU Kejaksaan

Berita: Nasional - Kemendikbud dan Kemenristek Dilebur, DPR: Peran BRIN Harus Independen •  Nasional - Politikus Demokrat: RUU Perampasan Aset Sangat Urgent •  Nasional - Syukuran KLB Demokrat Deli Serdang Ditolak, Achmad Ajak Kader Kembali Lakukan Kerja Nyata untuk Rakyat •  Nasional - Wakil Ketua MPR Minta Peran Aktif Masyarakat Tangkal Radikalisme •  Nasional - Jangan Sampai Negara Dikelola Ugal-ugalan, DPR Siap Panggil PLN dan ESDM Soal Rencana Kenaikan Tarif Listrik •  Nasional - Nanang Respons Isu Merek atau Logo Demokrat •  Nasional - Anggota DPR dukung konten RUU Kejaksaan harus dirumuskan komprehensif •  Nasional - Rasa Keadilan Harus Bisa Didapatkan dalam RUU Kejaksaan •