Politikus Demokrat: Kerumunan Jokowi di NTT Contoh Pelanggaran Protokol COVID-19

Kamis, 25 Februari 2021 07:39

jokowi (1)

Kunjungan Presiden Jokowi ke Maumere, NTT, Selasa (23/2) menimbulkan sorotan karena kerumunan masyarakat di tengah pandemi virus corona.

Wasekjen Partai Demokrat Irwan menyebut, kejadian kemarin merupakan kecolongan yang berujung pada pelanggaran protokol kesehatan.
 
"Tentu ini sebuah kecolongan dan bentuk kecerobohan berat Istana, ya, dalam kunjungan presiden di tengah pandemi COVID-19," kata Irwan kepada wartawan, Rabu (24/2).
 
Irwan menilai peristiwa yang terjadi di NTT kemarin merupakan blunder parah dari pemerintah. Padahal ketentuan-ketentuan terkait protokol kesehatan dibuat oleh pemerintah.
 
"Peristiwa kerumunan di NTT ini saya pikir blunder terparah dari Istana karena ini sudah pada contoh bagaimana pelanggaran pelaksanaan protokol COVID-19, yang mana aturannya dibuat sendiri oleh pemerintah,"
 
 
- Irwan.
 
Ia mengatakan, masyarakat butuh teladan dari pemerintah terkait regulasi atau kebijakan penanganan COVID-19. Sehingga pelanggaran protokol kesehatan di NTT tak seharusnya terjadi.
 
"Mereka butuh semangat menjalani protokol kesehatan yang entah sampai kapan berakhir ini. Namun jika dari Istana pun tidak bisa beri contoh dan teladan, ya, tentu tidak akan berhasil penanganan ini," ujarnya.
 
Tak hanya itu, dalam kasus ini dia menyadari Jokowi mungkin tak mengetahui adanya pelanggaran tersebut. Apalagi dengan tidak ada upaya antisipasi yang maksimal. Meski demikian, harus ada pihak yang bertanggung jawab penuh atas kerumunan kemarin.
 
"Tidak perlu banyak dalih dan lain-lain, tapi harus ada yang bertanggung jawab terkait pelanggaran protokol COVID-19 saat kunjungan presiden ini," ujarnya.
 
"Saya sangat yakin presiden tidak tahu menahu dengan kejadian ini. Perkiraan saya kemungkinan presiden sudah tegur keras pembantunya," pungkasnya.
 
Video Jokowi disambut masyarakat itu terjadi saat ia melakukan kunjungan kerja ke Maumere, NTT, Selasa (23/2). Jokowi meninjau kawasan food estate atau lumbung pangan di Desa Makata Keri, Kecamatan Katiku Tana, Kabupaten Sumba Tengah hingga meresmikan Bendungan Napun Gete di Kabupaten Sikka.
 
Jokowi juga menyapa masyarakat dari mobil sembari membagi-bagikan suvenir. Acara ini membuat masyarakat berkerumun dan saling rebutan.
 
Deputi Bidang Protokol, Pers, dan Media Sekretariat Presiden Bey Machmudin, menyebut momen itu terjadi spontan. Iring-iringan Jokowi terhenti karena ada kerumunan masyarakat yang menunggu. Bey menjelaskan kondisi itu adalah spontanitas masyarakat menyambut Jokowi.
 
"Jadi sebenarnya, itu melihat spontanitas dan antusiasme masyarakat Maumere menyambut kedatangan Presiden Jokowi. Dan kebetulan mobil yang digunakan Presiden atapnya dapat dibuka, sehingga Presiden dapat menyapa masyarakat, sekaligus mengingatkan penggunaan masker," ujarnya.

Berita Lainnya

Nasional

Anggota Komisi II Kritisi Cat Ulang Pesawat Presiden: Lebih Baik untuk Oksigen

Nasional

Transaksi Digital Didominasi Asing, Marwan Demokrat: UMKM Harus Agresif Memasuki Pasar Digital

Nasional

Upaya Ibas Supaya Peternak Sapi dan Kambing Tak Menjerit Kena Pandemi

Nasional

Modernisasi Pertanian Tanah Air, Ibas Berikan Alat Panen “Combine Halvester” untuk Petani

Nasional

Ibas: Impor Beras Merugikan Petani Negeri

Nasional

Larangan Masuk WNI ke Berbagai Negara di Dunia, Anton Suratto: Diplomasi RI Perlu Evaluasi

Nasional

Soroti Kasus BRI Life, Anton Desak RUU PDP Direalisasikan

Nasional

Komisi III DPR Minta Kejagung Bongkar Skandar Impor Emas PT Antam Rp 47,1 Triliun

Berita: Nasional - Anggota Komisi II Kritisi Cat Ulang Pesawat Presiden: Lebih Baik untuk Oksigen •  Nasional - Transaksi Digital Didominasi Asing, Marwan Demokrat: UMKM Harus Agresif Memasuki Pasar Digital •  Nasional - Upaya Ibas Supaya Peternak Sapi dan Kambing Tak Menjerit Kena Pandemi •  Nasional - Modernisasi Pertanian Tanah Air, Ibas Berikan Alat Panen “Combine Halvester” untuk Petani •  Nasional - Ibas: Impor Beras Merugikan Petani Negeri •  Nasional - Larangan Masuk WNI ke Berbagai Negara di Dunia, Anton Suratto: Diplomasi RI Perlu Evaluasi •  Nasional - Soroti Kasus BRI Life, Anton Desak RUU PDP Direalisasikan •  Nasional - Komisi III DPR Minta Kejagung Bongkar Skandar Impor Emas PT Antam Rp 47,1 Triliun •