Pemerintah Berencana Bagikan ‘Rice Cooker’ Gratis, Sartono Berharap Bantu Ekonomi Masyarakat

Selasa, 29 November 2022 11:45

BAPAK SARTONO

Pemerintah, dalam hal ini Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) berencana membagikan paket bantuan rice cooker listrik atau bantuan penanak nasi listrik (BPNL) pada tahun depan, senilai Rp500.000 per keluarga penerima manfaat (KPM). Hal ini dilakukan untuk mendukung pemanfaatan energi bersih, meningkatkan konsumsi listrik per kapita, dan penghematan biaya memasak bagi masyarakat.

Menanggapi rencana tersebut, Anggota Komisi VII DPR RI Sartono berharap bantuan penanak nasi listrik membantu mengurangi konsumsi LPG masyarakat, sehingga ekonomi masyarakat juga akan terbantu. “Masyarakat membutuhkan bantuan real yang dapat meringankan beban ekonomi masyarakat miskin dan rentan miskin yang akan mendapatkan bantuan BPNL,” kata Sartono ketika dihubungi Parlementaria via WhatsApp, Senin (28/11/2022).

Terkait tujuan program BPNL tersebut, Sartono mengatakan Indonesia tetap berkomitmen dalam transisi energi menuju energi yang lebih ramah lingkungan. Mayoritas masyarakat kurang mampu di daerah masih menggunakan kompor LPG, kayu bakar, bahkan arang untuk memasak nasi. “Maka dengan mengurangi penggunaan LPG, tentu Indonesia telah berkontribusi dalam mengurangi efek gas rumah kaca dan pemanasan global,” tandasnya.

Namun Politisi Partai Demokrat itu mengingatkan, agar pemerintah menyiapkan data yang tepat terkait penerima bantuan penanak nasi listrik tersebut, agar pembagiannya tepat sasaran. Diketahui , bantuan penanak nasi listrik (BPNL) sebanyak 680 ribu unit akan disalurkan ke seluruh Indonesia melalui anggaran Kementerian ESDM pada tahun 2023. 

Sebagai gambaran, syarat penerima rice cooker gratis dari pemerintah ini merupakan masyarakat yang merupakan KPM. Secara lebih rinci, target penerima penanak nasi listrik ini yakni KPM dengan kriteria rumah tangga dengan daya listrik 450 VA dan 900 VA, karena berdasarkan survei PLN pelanggan 450 VA dan 900 VA mayoritas memakai LPG 3kg. Di luar daya 450 VA dan 900 VA validasi oleh Kepala Desa termasuk pengguna LPG 3 kg. (sf/aha)

( sumber : dpr.go.id )

Berita Lainnya

Nasional

Muslim Minta Pusat Masukkan Aceh dalam Target Investasi Nasional Tahun Ini

Nasional

Menpan RB Diminta Jelaskan Maksud Anggaran Kemiskinan Rp500 Triliun Habis untuk Rapat dan Studi Banding

Nasional

Legislator Harap Pertamina Dapat Tingkatkan Kinerja Positif tahun 2022

Nasional

Rizki Natakusumah Dukung Semangat Ratifikasi Konvensi Internasional Pelindungan dari Penghilangan Paksa

Nasional

Kehadiran Badan Pangan Nasional Diharapkan Dapat Atasi Mafia Pangan

Nasional

Banyak Program Pendidikan yang Baik Tidak Terdukung Anggaran

Nasional

Komisi V DPR: Bandara Perintis Sangat Mendesak Dibutuhkan Masyarakat

Nasional

FPD : Vonis nihil Benny Tjokro Bisa Merobek Rasa Keadilan?

Berita: Nasional - Muslim Minta Pusat Masukkan Aceh dalam Target Investasi Nasional Tahun Ini •  Nasional - Menpan RB Diminta Jelaskan Maksud Anggaran Kemiskinan Rp500 Triliun Habis untuk Rapat dan Studi Banding •  Nasional - Legislator Harap Pertamina Dapat Tingkatkan Kinerja Positif tahun 2022 •  Nasional - Rizki Natakusumah Dukung Semangat Ratifikasi Konvensi Internasional Pelindungan dari Penghilangan Paksa •  Nasional - Kehadiran Badan Pangan Nasional Diharapkan Dapat Atasi Mafia Pangan •  Nasional - Banyak Program Pendidikan yang Baik Tidak Terdukung Anggaran •  Nasional - Komisi V DPR: Bandara Perintis Sangat Mendesak Dibutuhkan Masyarakat •  Nasional - FPD : Vonis nihil Benny Tjokro Bisa Merobek Rasa Keadilan? •