Pejabat Eselon I Kementan Gunakan Seragam Loreng-loreng Khas NasDem, Komisi II DPR: Sebaiknya Tidak Menyeret ASN ke Politik

Jumat, 19 November 2021 11:01

Sebaiknya semua pemimpin tidak menyeret- menyeret Aparatur Sipil Negara (ASN) ke dalam ranah politik. Politisasi ASN harus segera diberhentikan.

Demikian disampaikan Anggota Komisi II DPR yang membidangi pemerintahan DPR RI Anwar Hafid merespon foto pejabat eselon I Kementan yang mengenakan seragam loreng bersama Ketua Umum Partai Nasdem Surya Paloh.

“Sebaiknya semua pemimpin tidak menyeret-menyeret ASN ke dalam politik. Stop politisasi ASN,” tegas Anwar Hafid kepada wartawan, Selasa, (16/11/2021).

Meski demikian, kata Anwar Hafid, terkait dengan seragam loreng-loreng yang dikenakan oleh para eselon I Kementan memang harus diperjelas. Pertama, apakah seragam tersebut memiliki logo partai.

 

pak anwar fpd

“Kalau ada logo partai itu yang tidak etis dan melanggar undang-undang ASN. Pasalnya ASN tidak boleh diseret-seret untuk kepentingan politik penguasa. Tapi, kalau tidak ada logo partai saya kira kalau hanya menyerupai juga tidak masalah,” tegas Anwar.

Namun demikian, lanjut Anwar, jika baju itu adalah seragam partai, maka para ASN tersebut harus segera diproses.

“Sesuai ketentuan peraturan perundangan yang berlaku,” papar Politikus Demokrat ini.

Anwar pun menyinggung fungsi dan per daripada Undang-Undang (UU) ASN. Menurut Anwar, UU ASN harus mampu melindungi aparatur negara dari praktik politik.

“Undang-undang ASN harus bisa melindungi dari praktik politisasi,” tandas Anwar.

Sebelumnya, Anggota Komisi IV Fraksi Golkar, Alien Mus mempertanyakan foto yang menampilkan jajaran pejabat Kementerian Pertanian (Kementan) mengenakan seragam loreng biru yang identik dengan Partai NasDem.

“Izin pimpinan mohon maaf saya ingin menyampaikan karena ini ada beberapa yang masuk di medsos dan kami juga dipertanyakan tentang kenetralitasan dari saudara-saudara kami yang ada di Kementan pada beberapa waktu lalu menggunakan atribut partai,” kata Alien dalam Rapat Dengar Pendapat bersama Eselon I Kementan, Senin (15/11/2021).

Dalam foto itu menampilkan sejumlah pejabat Eselon 1 Kementan yang tengah menghadiri sebuah acara bersama Ketua Umum NasDem Surya Paloh yang mengenakan setelan jas biru.

Pada foto itu juga terlihat ada Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo yang juga mengenakan setelan jas biru.

Laporan: Muhammad Hafidh

( sumber : kedaipena.com )

Berita Lainnya

Nasional

Respon Positif Surat KPU Percepat Pembahasan Jadwal Pemilu, Anwar Hafid: Lebih Cepat Lebih Baik

Nasional

Legislator PD Minta Mensos dan Kepala BNPB Pastikan Kelancaran Tanggap Darurat Semeru

Nasional

Legislator Demokrat Minta Pemerintah Perketat Pintu Masuk Imigrasi Cegah Varian Omicron

Nasional

China Minta Indonesia Hentikan Pengeboran Minyak di Natuna, Legislator Desak Pemerintah Bersikap Tegas

Nasional

China Minta Indonesia Hentikan Pengeboran Minyak di Natuna, Legislator Desak Pemerintah Bersikap Tegas

Nasional

China Minta Indonesia Stop Ngebor Minyak, Rizki Aulia: Jangan Takut, Aktivitas RI Di LCS Legal Secara Hukum Internasional

Nasional

Anggota DPR RI H.Nanang Samodra Salurkan Bansos di Lombok NTB

Nasional

MK Putuskan UU Cipta Kerja Inkonsistensi, Benny Harman: Pelajaran Bagi Penguasa Jangan Abaikan Suara Rakyat

Berita: Nasional - Respon Positif Surat KPU Percepat Pembahasan Jadwal Pemilu, Anwar Hafid: Lebih Cepat Lebih Baik •  Nasional - Legislator PD Minta Mensos dan Kepala BNPB Pastikan Kelancaran Tanggap Darurat Semeru •  Nasional - Legislator Demokrat Minta Pemerintah Perketat Pintu Masuk Imigrasi Cegah Varian Omicron •  Nasional - China Minta Indonesia Hentikan Pengeboran Minyak di Natuna, Legislator Desak Pemerintah Bersikap Tegas •  Nasional - China Minta Indonesia Hentikan Pengeboran Minyak di Natuna, Legislator Desak Pemerintah Bersikap Tegas •  Nasional - China Minta Indonesia Stop Ngebor Minyak, Rizki Aulia: Jangan Takut, Aktivitas RI Di LCS Legal Secara Hukum Internasional •  Nasional - Anggota DPR RI H.Nanang Samodra Salurkan Bansos di Lombok NTB •  Nasional - MK Putuskan UU Cipta Kerja Inkonsistensi, Benny Harman: Pelajaran Bagi Penguasa Jangan Abaikan Suara Rakyat •