Partai Demokrat Tolak Ambang Batas Parlemen Jadi 5%

Senin, 01 Februari 2021 11:44

hero (2)

DPR RI tengah membahas Revisi Undang-Undang Pemilu (RUU Pemilu), termasuk soal ambang batas parlemen yang dinaikkan menjadi 5 persen. Partai Demokrat (PD) menilai sebaiknya ambang batas parlemen tetap di angka 4 persen.

"Sebaiknya (ambang batas parlemen) tetap 4 persen dan presidential threshold 0 persen," kata Ketua BPOKK Partai Demokrat Herman Khaeron kepada wartawan, Rabu (27/1/2021).

Lebih lanjut anggota Komisi VI DPR RI itu menilai pengaturan ambang batas parlemen yang terlalu tinggi akan mengurangi banyak suara rakyat. Menurutnya, pemerintah harus membuka ruang demokrasi.

"Kita harus buka ruang demokrasi yang lebih mewakili. Dengan pembatasan threshold yang terlalu tinggi, akan mereduksi banyak suara rakyat," ujarnya.

Sebelumnya diberitakan, RUU Pemilu, yang merupakan revisi UU Nomor 7 Tahun 2017, tengah dibahas DPR. Dalam draf RUU Pemilu, ada pasal yang mengatur kenaikan ambang batas parlemen menjadi 5 persen dari ambang batas sebelumnya, yakni 4 persen.

Aturan ambang batas parlemen ini tertuang dalam Pasal 217 dalam draf RUU Pemilu yang diterima detikcom, Selasa (26/1). Partai politik peserta pemilu harus memenuhi ambang batas perolehan suara minimal 5 persen.

Berikut ini bunyi pasalnya:

Pasal 217 (Draf Revisi UU Pemilu)

Partai Politik Peserta Pemilu Anggota DPR harus memenuhi ambang batas perolehan suara paling sedikit 5% (lima persen) dari jumlah suara sah secara nasional pada Pemilu Anggota DPR untuk diikutkan dalam penentuan perolehan kursi anggota DPR.

Jika dibandingkan dengan UU 7 Tahun 2017 tentang Pemilu yang sedang berlaku saat ini, ada kenaikan 1 persen. Dalam pasal UU Pemilu disebutkan bahwa ambang batas perolehan suara minimal yang harus dipenuhi parpol ialah 4 persen. Aturan ini tertuang dalam Pasal 414.

Pasal 414 (UU Pemilu)

(1) Partai Politik Peserta Pemilu harus memenuhi ambang batas perolehan suara paling sedikit 4% (empat persen) dari jumlah suara sah secara nasional untuk diikutkan dalam penentuan perolehan kursi anggota DPR.

 

Berita Lainnya

Nasional

Ibas: Kelangkaan Pupuk Petani Jadi Persoalan Klasik dari Tahun ke Tahun

Nasional

Ibas Dorong Percepatan Vaksinasi Daerah Agar Belajar Mengajar Kembali Efektif

Nasional

Kawal Program BSPS, Ketua FPD DPR: Negara Bisa Kempes Sedikit Kantongnya, Rakyat Jangan

Nasional

Demokrat Kritik Kereta Cepat Pakai APBN: Rakyat Tak Butuh

Nasional

PD Minta Kader Jaga Keutuhan Partai: Musuh Kita Kubu Moeldoko

Nasional

BPOM dan Anggota Komisi IX DPR RI ZA Sosialisasi Obat dan Makanan di Merangin dan Pelepat Ilir

Nasional

Dua Tahun Jokowi-Ma’ruf Amin, Legislator Sebut Sektor Pertanian Masih Kurang Dapat Perhatian

Nasional

Benny K Harman Baca Langkah Yusril: Ingin Rebut Demokrat Secara Ilegal Atas Nama Hukum dan Demokrasi

Berita: Nasional - Ibas: Kelangkaan Pupuk Petani Jadi Persoalan Klasik dari Tahun ke Tahun •  Nasional - Ibas Dorong Percepatan Vaksinasi Daerah Agar Belajar Mengajar Kembali Efektif •  Nasional - Kawal Program BSPS, Ketua FPD DPR: Negara Bisa Kempes Sedikit Kantongnya, Rakyat Jangan •  Nasional - Demokrat Kritik Kereta Cepat Pakai APBN: Rakyat Tak Butuh •  Nasional - PD Minta Kader Jaga Keutuhan Partai: Musuh Kita Kubu Moeldoko •  Nasional - BPOM dan Anggota Komisi IX DPR RI ZA Sosialisasi Obat dan Makanan di Merangin dan Pelepat Ilir •  Nasional - Dua Tahun Jokowi-Ma’ruf Amin, Legislator Sebut Sektor Pertanian Masih Kurang Dapat Perhatian •  Nasional - Benny K Harman Baca Langkah Yusril: Ingin Rebut Demokrat Secara Ilegal Atas Nama Hukum dan Demokrasi •