Pandangan Umum DPR RI Tentang RAPBN 2016 F-PD Tangani Segera Masalah Instabilitas Rupiah

Kamis, 20 Agustus 2015 00:00

fraksidemokrat.org. Fraksi Partai Demokrat DPR RI menyatakan akan terus memberikan dukungan kepada pemerintah, tapi juga tetap kritis terhadap berbagai kebijakan dan realisasi kebijakan yang diambil pemerintah. Dalam konteks demikianlah, FPD memandang bahwa asumsi pertumbuhan ekonomi sebesar 5,5 persen pada RAPBN 2016 cukup realistis dan bisa dicapai jika  pemerintahan secara serius dan sungguh-sungguh menjalankan kebijakan dan program-program pembangunan secara konstruktif, kreatif, inovatif, dan memperbaiki komunikasi, sinergi serta koordinasi antar kementerian, lembaga negara, pemerintah daerah, dan seluruh stakeholder.

Itulah antara lain, poin penting Pandangan Umum F-PD Tentang RAPBN 2016 beserta Nota Keuangannya yang disampaikan dalam Rapat Paripurna DPR RI, Kamis (20/08) kemarin. RUU Tentang RAPBN 2016 beserta Nota Keuangannya  disampaikan saudara Presiden RI, Joko Widodo 14 Agustus 2015 lalu di dalam Rapat Paripurna bersama antara DPR dan DPD RI. Dalam kesempatan ini, F-PD menyampaikan setidaknya 11 poin pandangan tentang sejumlah masalah terkait.

Dalam Pandangan Umum yang dibacakan anggota Komisi IX  dr Verna Gladies Merry Inkiriwang itu juga dikatakan, kebijakan yang diambil perlu bersandar pada prinsip pro-pertumbuhan, pro-pemerataan, pro-dunia usaha, pro-lingkungan hidup, dan pertumbuhan berkesinambungan yang berdampak terhadap peningkatan pendapatan per kapita.

F-PD mencatat, masalah dan tantangan pada 2015 yang mempengaruhi kinerja perekonomian Indonesia antara lain: (1) Ekspektasi kebijakan kenaikan suku bunga the Fed di Amerika Serikat, (2) Dampak krisis Yunani, (3) Perlambatan pertumbuhan ekonomi Tiongkok dan devaluasi Yuan yang berpotensi menurunkan kinerja ekspor Indonesia ke negara tersebut, (4) Tren penurunan harga komoditas, (5) Lambatnya penyerapan anggaran, dan (6) Meningkatnya harga-harga kebutuhan pokok. Dan kondisi ini diperkirakan masih akan berlanjut di tahun 2016.

Terkait ketidakstabilan nilai tukar rupiah, ’’F-PD meminta pemerintah secara cepat dan serius menangani masalah ini dengan membuat kebijakan efektif untuk menjaga stabilitas nilai tukar rupiah. Juga sangat penting secara sungguh-sungguh mengelola hutang, baik dalam dan luar negeri secara terukur dan produktif, serta memperkecil rasio hutang luar negeri terhadap Produk Domestik Bruto dan tidak mengurangi cadangan devisa untuk menjaga stabilitas dan fundamental ekonomi Indonesia.’’

Di sisi lain, F-PD menilai target inflasi 4,7 persen masih cukup realistis. Tapi Pemerintah dan BI harus bekerja lebih keras lagi dalam menjaga dan menekan laju inflasi tersebut pada 2016. Dalam hal ini, Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) harus tetap bekerja keras membuat inflasi bisa ditekan dan bisa dikendalikan dengan baik.

Pemerintah juga diingatkan untuk mengoptimalkan realisasi penyerapan anggaran tahun 2015 secara terstruktur dan terjadwal, sehingga dapat memberikan multiplier effect positif terhadap pembangunan di tingkat pusat dan daerah. Ketergantungan terhadap minyak mentah dunia di tengah fluktuasi harga saat ini juga mendesak dikurangi. Artinya, ketahanan energi dan sumber energi terbarukan merupakan alternatif jawaban disamping tetap melakukan langkah-langkah penting dalam meningkatkan lifting minyak.

‘’Peningkatan lifting minyak dilakukan dengan cara antara lain meningkatkan koordinasi yang kuat antar instansi untuk mendukung operasi hulu migas, efisiensi cost recovery, dan percepatan produksi migas yang bersumber pada lahan baru. Selain itu, F-PD juga menilai Pemerintah perlu terus memperbaiki tata kelola migas yang efektif melalui pengendalian, pengawasan, dan pengaturan migas agar sesuai dengan aturan dan fokus pada usaha-usaha komersial untuk bisa bersaing di tingkat dunia.’’  [akmal/tim media]

Berita Lainnya

Nasional

Demokrat Kubu AHY Optimistis MA Keluarkan Keputusan Seadil-adilnya

Nasional

Judicial Review Pro Muldoko Masuk Kategori “Begal Politik”

Nasional

Perlu Keseriusan Serap Produksi Baja Dalam Negeri, Legislator: Krakatau Steel Sudah Sangat Kompleks

Nasional

Pemerintah Diminta Ambil Sikap soal AUKUS, Jangan Cuma Bilang Khawatir

Nasional

Anggota FPD DPR RI Perjuangkan Peningkatan Upah Guru Honor

Nasional

Demokrat Soroti Penugasan Jokowi Numpuk di Luhut

Nasional

Demokrat soal Hak Angket Respons Kisruh KPK: Belum Perlu

Nasional

Bentengi Masyarakat dan Pemuda dari Masuknya Paham Radikalisme

Berita: Nasional - Demokrat Kubu AHY Optimistis MA Keluarkan Keputusan Seadil-adilnya •  Nasional - Judicial Review Pro Muldoko Masuk Kategori “Begal Politik” •  Nasional - Perlu Keseriusan Serap Produksi Baja Dalam Negeri, Legislator: Krakatau Steel Sudah Sangat Kompleks •  Nasional - Pemerintah Diminta Ambil Sikap soal AUKUS, Jangan Cuma Bilang Khawatir •  Nasional - Anggota FPD DPR RI Perjuangkan Peningkatan Upah Guru Honor •  Nasional - Demokrat Soroti Penugasan Jokowi Numpuk di Luhut •  Nasional - Demokrat soal Hak Angket Respons Kisruh KPK: Belum Perlu •  Nasional - Bentengi Masyarakat dan Pemuda dari Masuknya Paham Radikalisme •