Kamis, 04 Juni 2020 19:01

IRWANF

Anggota DPR Fraksi Partai Demokrat, Irwan, menilai langkah pemerintah yang melonggarkan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) dengan cara menerapkan hidup normal baru alias New Normal adalah bentuk kekalahan terhadap perang melawan wabah korona.

Anggota komisi V DPR ini menjelaskan bagaimana filosofis New Normal itu tercipta. Mula-mula, kata dia, pemerintah seharusnya berfokus menurunkan angka penularan Covid-19 di Indonesia yang bertambah secara eksponensial tiap harinya.

Hal itu secara terus-menerus dilakukan hingga kemudian pencegahan virus melewati puncak yang ditandai kurva melandai dan mendekati situasi normal sebelum adanya pandemi Covid-19.

"Itu baru tepat dikatakan New Normal. Jika situasinya masih seperti sekarang maka New Normal adalah Bendera Putih pemerintah," ujar Irwan dalam keterangannya kepada TeropongSenayan, Selasa (26/5).

Ia melanjutkan bentuk bendera putih pemerintah dengan New Normal ini semakin parah kala ditambahi dengan narasi menteri Presiden Jokowi yang membandingkan banyaknya korban penyakit lain atau musibah kecelakaan dengan korban Covid-19.

"Itu pembodohan masyarakat secara terang-terangan. Seperti narasi Prof Mahfud yang membandingkan korban Covid-19 dengan korban kecelakaan. Sebanyak-banyak korban kecelakaan belum pernah membuat Presiden mengeluarkan Perppu akibat jumlah korban kecelakaan yang banyak," jelasnya.

Menurutnya, kebijakan pemerintah berupa relaksasi PSBB dan New Normal dilakukan pada saat yang tidak tepat. Pasalnya, penyebaran virus hingga saat ini masih terus berlanjut. Berbeda dengan negara lain yang kecenderungan semua kurva Covid-19 turun melandai.

Sebab itu, Irwan meminta pemerintah sebaiknya bersabar dan terus memperketat PSBB sampai kurva menurun dan kemudian memberlakukan New Normal.

"Atas semua kekeliruan ini sebaiknya pemerintah legowo meminta maaf pada seluruh rakyat Indonesia," kata Irwan.

Berita Lainya

Nasional

Marwan: Cadep Gubernur BI Harus Mampu Yakinkan Ekonomi Membaik di 2021

Nasional

Wahyu Sanjaya Nilai BPN Tidak Konsisten

Nasional

Wasekjen Demokrat: Pemerintah Jangan Bebani Rakyat Untuk Rumah

Nasional

Syarief Hasan Dorong Presiden Segera Ambil Keputusan Tegas Terkait RUU HIP

Nasional

Ekspor Benih Lobster, Legislator Demokrat Sebut Pemerintah Tak Berpihak pada Nelayan

Nasional

Politikus Demokrat Kecam Wacana Pencabutan RUU PKS dari Prolegnas Prioritas 2020

Nasional

Anggota Komisi XI DPR minta pemerintah jangan lemahkan OJK

Nasional

Demokrat Konsisten Menolak RUU HIP dan Supaya Dikeluarkan dari Prolegnas DPR RI 2020

Berita: Nasional - Marwan: Cadep Gubernur BI Harus Mampu Yakinkan Ekonomi Membaik di 2021 •  Nasional - Wahyu Sanjaya Nilai BPN Tidak Konsisten •  Nasional - Wasekjen Demokrat: Pemerintah Jangan Bebani Rakyat Untuk Rumah •  Nasional - Syarief Hasan Dorong Presiden Segera Ambil Keputusan Tegas Terkait RUU HIP •  Nasional - Ekspor Benih Lobster, Legislator Demokrat Sebut Pemerintah Tak Berpihak pada Nelayan •  Nasional - Politikus Demokrat Kecam Wacana Pencabutan RUU PKS dari Prolegnas Prioritas 2020 •  Nasional - Anggota Komisi XI DPR minta pemerintah jangan lemahkan OJK •  Nasional - Demokrat Konsisten Menolak RUU HIP dan Supaya Dikeluarkan dari Prolegnas DPR RI 2020 •