Nama Puan Maharani Terseret Korupsi Bansos, Benny K Harman: KPK Berani?

Selasa, 26 Januari 2021 14:42

puan

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memastikan akan menelusuri setiap aliran dana dari kasus suap pengadaan bansos yang menjerat mantan Menteri Sosial yang juga Politisi PDI Perjuangan Juliari Peter Batubara.

Termasuk informasi soal adanya keterlibatan Ketua DPP PDI Perjuangan Puan Maharani dalam kasus tersebut.

Namun Wakil Ketua Umum Partai Demokrat Benny K Harman justru pesimis dengan nyali lembaga anti rasuah itu menangkap "ikan kakap besar". Kalimat satir itu ia kemukakan di akun Twitter pribadinya @BennyHarmanID, Rabu (23/12/2020) lalu.

"KPK Dalami Keterlibatan Puan Maharani di Kasus Korupsi Bansos. KPK berani? Tangkap ikan "kakap besar" di laut dangkal saja ndak bernyali, apalagi di laut dalam," sindir Benny pesimis.

Ia kemudian menyarankan KPK bekerja senyap dan tidak mengumbar harapan semu ke publik yang nantinya hanya sebatas janji palsu belaka.

"Baiknya KPK bekerja dalam diam, jangan obral harapan. Dan jangan doyan main ci luk ba! Liberte," seru Anggota DPR RI itu.

Sementara itu, Plt Juru Bicara KPK Ali Fikri menegaskan segala informasi dari media dan masyarakat tentu akan dikonfirmasi kepada para saksi-saksi yang akan diperiksa tim penyidik KPK.

Juliari diduga pernah menyerahkan uang miliaran rupiah kepada salah satu orang dekat Puan Maharani di Jawa Tengah pada November lalu.

"Apakah kemudian ada aliran dana ke parpol tertentu yang dia misalnya ada di situ misalnya, ini kan nanti digali lebih lanjut dalam pemeriksaan saksi-saksi," kata Ali.

Sebagai informasi, dalam perkara ini, KPK telah menetapkan lima orang sebagai tersangka. Sebagai tersangka penerima suap diantaranya Juliari Peter Batubara selaku Menteri Sosial (Mensos); Matheus Joko Santoso (MJS) dan Adi Wahyono (AW) selaku pejabat pembuat komitmen (PPK) di Kemensos. Selain itu sebagai pemberi suap KPK menetapkan, Aardian I M (AIM), dan Harry Sidabuke (HS) selaku pihak swasta.

KPK menduga, Juliari menerima fee sebesar Rp 17 miliar dari dua periode paket sembako program bansos penanganan Covid-19 untuk wilayah Jabodetabek.***

 

Berita Lainnya

Nasional

Anwar Hafid : Pemilik Suara PD Sulteng Solid Dukung AHY

Nasional

Jika Kemenkumham Sahkan KLB Ilegal, Presiden Jokowi Langgar Komitmen Junjung Demokrasi

Nasional

KLB Ilegal dan Inkonstitusional Harus Dibubarkan Demi Hukum

Nasional

Herman Khaeron : Pemerintah Masih Fokus Bangkitkan Sektor Pariwisata

Nasional

Herman Khaeron Bantu 9 Unit Tractor Bagi Petani Indramayu

Nasional

Setahun Pandemi Covid-19, Lucy Minta Pemerintah Tak Cuma Profit Oriented

Nasional

Lasmi Indaryani: Demokrat Tanpa AHY Bagai Sayur Tanpa Garam, Hambar !

Nasional

Sartono Anggota DPR RI Fraksi Demokrat, Kunjungi Dapil VII Bagikan Mesin Kopi, Mesin Bakso, Jenset, Penguatan Jam’iyah Yasin Hingga Beasiswa Mahasiswa

Berita: Nasional - Anwar Hafid : Pemilik Suara PD Sulteng Solid Dukung AHY •  Nasional - Jika Kemenkumham Sahkan KLB Ilegal, Presiden Jokowi Langgar Komitmen Junjung Demokrasi •  Nasional - KLB Ilegal dan Inkonstitusional Harus Dibubarkan Demi Hukum •  Nasional - Herman Khaeron : Pemerintah Masih Fokus Bangkitkan Sektor Pariwisata •  Nasional - Herman Khaeron Bantu 9 Unit Tractor Bagi Petani Indramayu •  Nasional - Setahun Pandemi Covid-19, Lucy Minta Pemerintah Tak Cuma Profit Oriented •  Nasional - Lasmi Indaryani: Demokrat Tanpa AHY Bagai Sayur Tanpa Garam, Hambar ! •  Nasional - Sartono Anggota DPR RI Fraksi Demokrat, Kunjungi Dapil VII Bagikan Mesin Kopi, Mesin Bakso, Jenset, Penguatan Jam’iyah Yasin Hingga Beasiswa Mahasiswa •