Menggalang Gotong-Royong Antar Negara untuk Atasi Perubahan Iklim

Selasa, 15 November 2022 10:26

pak putu dpr (2)

Kolaborasi antar negara di berbagai sektor menjadi kekuatan dalam mengatasi permasalahan dunia, termasuk diantaranya mengurangi dampak perubahan iklim. Peningkatan kolaborasi antar para pemimpin lembaga keuangan dari masing-masing negara dengan sektor perbankan menjadi penting karena akan mendorong terciptanya pola kemitraan secara bergotong royong untuk menyelesaikan masalah pembiayaan perubahan iklim.

Wakil Ketua Badan Kerja Sama Antar Parlemen (BKSAP) DPR RI Putu Supadma Rudana menyampaikan, saat ini dunia tengah dilanda berbagai macam krisis. Mulai dari krisis yang diakibatkan oleh pandemi Covid-19, krisis iklim, permasalahan kemanusiaan hingga konflik geopolitik yang berdampak pada kacaunya beberapa tatanan internasional yang dirasakan di setiap penjuru dunia.

“Oleh karena itu, tidak ada negara yang dapat menyelesaikan masalah pembiayaan perubahan iklim sendirian,” tegas Putu dalam intervensinya pada sidang COP27 sesi 'Prioritizing Accountability, for Climate Justice' di Sharm El-Sheikh, Mesir, Minggu (13/11/2022).

Menurutnya kolaborasi tersebut diperlukan untuk mengatasi kesenjangan pembiayaan dalam memitigasi dampak perubahan iklim. Dia meyakini, dengan adanya kerja sama internasional dan melakukan beberapa perubahan terhadap sistem yang ada, dunia akan mampu mengatasi berbagai macam krisis yang tengah melanda.

Di sisi lain, Putu menuturkan sumber daya keuangan dan investasi memegang peranan penting dalam mengatasi perubahan iklim. Baik untuk mengurangi emisi, mempromosikan adaptasi terhadap dampak yang sudah terjadi, hingga untuk membangun ketahanan global.

“Saya percaya bahwa parlemen memainkan peran penting. Melalui fungsi legislasi, anggaran dan pengawasan, harus bisa memastikan akuntabilitas dan transparansi pembiayaan perubahan iklim,” terang Politisi Fraksi Partai Demokrat ini.

Atas dasar itu pula, Putu menegaskan pentingnya sebuah akuntabilitas dijadikan tolok ukur parlemen dalam mengawasi realisasi pembiayaan perubahan iklim. Disamping itu, parlemen juga menyuarakan aspirasi dari masyarakat sipil dan juga para ahli terkait isu-isu perubahan iklim.

“Karena itu, mari kita kerjakan rencananya. Mari kita berkomitmen dengan aksi yang lebih nyata, dan saya yakin, dengan gotong royong kita bisa memastikan dunia yang tangguh dan lebih berkelanjutan,” pungkas Politisi Dapil Bali ini. (ssb/aha)

( sumber : dpr.go.id )

Berita Lainnya

Nasional

Harga Terbang ke Papua Jauh Lebih Mahal daripada ke Eropa

Nasional

Komisi I DPR Uji Calon Dubes untuk 13 Negara, Ini Daftar Lengkapnya

Nasional

Legislator Demokrat Dukung Kepala BRIN Diganti: Bikin Karut-Marut

Nasional

Muslim Minta Pusat Masukkan Aceh dalam Target Investasi Nasional Tahun Ini

Nasional

Menpan RB Diminta Jelaskan Maksud Anggaran Kemiskinan Rp500 Triliun Habis untuk Rapat dan Studi Banding

Nasional

Legislator Harap Pertamina Dapat Tingkatkan Kinerja Positif tahun 2022

Nasional

Rizki Natakusumah Dukung Semangat Ratifikasi Konvensi Internasional Pelindungan dari Penghilangan Paksa

Nasional

Kehadiran Badan Pangan Nasional Diharapkan Dapat Atasi Mafia Pangan

Berita: Nasional - Harga Terbang ke Papua Jauh Lebih Mahal daripada ke Eropa •  Nasional - Komisi I DPR Uji Calon Dubes untuk 13 Negara, Ini Daftar Lengkapnya •  Nasional - Legislator Demokrat Dukung Kepala BRIN Diganti: Bikin Karut-Marut •  Nasional - Muslim Minta Pusat Masukkan Aceh dalam Target Investasi Nasional Tahun Ini •  Nasional - Menpan RB Diminta Jelaskan Maksud Anggaran Kemiskinan Rp500 Triliun Habis untuk Rapat dan Studi Banding •  Nasional - Legislator Harap Pertamina Dapat Tingkatkan Kinerja Positif tahun 2022 •  Nasional - Rizki Natakusumah Dukung Semangat Ratifikasi Konvensi Internasional Pelindungan dari Penghilangan Paksa •  Nasional - Kehadiran Badan Pangan Nasional Diharapkan Dapat Atasi Mafia Pangan •