Masyarakat Diminta Jangan Mau Menyerahkan Sertifikat Tanah Asli ke BPN

Jumat, 19 Februari 2021 15:52

sertifikat

Anggota Komisi II DPR, Mohamad Muraz, meminta kepada masyarakat agar jangan mau menyerahkan sertifikat tanah asli atau fisik kepada Badan Pertanahan Nasional (BPN).

Hal itu dikatakan Muraz meluruskan kegaduhan yang terjadi di masyarakat bahwa dengan adanya rencana Kementerian Agraria dan Tata Ruang (ATR/BPN) memberlakukan pendaftaran sertifikat tanah elektronik (e-sertifikat) pada tahun ini secara bertahap, maka sertifikat tanah asli/fisik ditarik BPN atau sudah tidak berlaku.

“Tidak benar sertifikat tanah asli ditarik BPN. Masyarakat jangan menyerahkan sertifikat aslinya ke BPN. Sertifikat itu tetap jadi bukti hak atas tanah yang dimiliki masyarakat,” kata Muraz saat dihubungi, Kamis (18/2/2021).

Menurut Muraz, kegaduhan tersebut terjadi akibat rencana pemberlakuan e-sertifikat oleh BPN tidak disosialisasikan terlebih dahulu kepada masyarakat. Bahkan, setelah keluar Peraturan Menteri (Permen) ATR/BPN Nomor 1 Tahun 2021 tentang Sertipikat Elektronik, sosialisasi pun dinilainya belum dilakukan secara baik.

“Jadi sebaiknya, BPN segera lakukan sosialisasi kepada masyarakat bahwa sertifikat elektronik ini diperuntukan untuk mempercepat pensertifikatan tanah yang masih puluhan juta bidang di seluruh Indonesia. Karena tanpa menggunakan IT, barang kali target pensertifikatan oleh BPN juga agak sulit dicapai,” jelasnya.

Politisi Partai Demokrat ini juga sudah mendapat informasi langsung dari BPN bahwa pendaftaran e-sertifikat ini diprioritaskan untuk aset-aset milik pemerintah dan BUMN. Sementara untuk masyarakat umum belum diwajibkan.

“Yang penting masyarakat jangan terpengaruh, tetap tenang, pegang sertifikatnya, jangan tergoda oleh orang-orang yang tidak bertanggungjawab untuk menyerahkan sertifikat yang sudah ada,” pungkasnya. (Bie)

Berita Lainnya

Nasional

Harga Terbang ke Papua Jauh Lebih Mahal daripada ke Eropa

Nasional

Komisi I DPR Uji Calon Dubes untuk 13 Negara, Ini Daftar Lengkapnya

Nasional

Legislator Demokrat Dukung Kepala BRIN Diganti: Bikin Karut-Marut

Nasional

Muslim Minta Pusat Masukkan Aceh dalam Target Investasi Nasional Tahun Ini

Nasional

Menpan RB Diminta Jelaskan Maksud Anggaran Kemiskinan Rp500 Triliun Habis untuk Rapat dan Studi Banding

Nasional

Legislator Harap Pertamina Dapat Tingkatkan Kinerja Positif tahun 2022

Nasional

Rizki Natakusumah Dukung Semangat Ratifikasi Konvensi Internasional Pelindungan dari Penghilangan Paksa

Nasional

Kehadiran Badan Pangan Nasional Diharapkan Dapat Atasi Mafia Pangan

Berita: Nasional - Harga Terbang ke Papua Jauh Lebih Mahal daripada ke Eropa •  Nasional - Komisi I DPR Uji Calon Dubes untuk 13 Negara, Ini Daftar Lengkapnya •  Nasional - Legislator Demokrat Dukung Kepala BRIN Diganti: Bikin Karut-Marut •  Nasional - Muslim Minta Pusat Masukkan Aceh dalam Target Investasi Nasional Tahun Ini •  Nasional - Menpan RB Diminta Jelaskan Maksud Anggaran Kemiskinan Rp500 Triliun Habis untuk Rapat dan Studi Banding •  Nasional - Legislator Harap Pertamina Dapat Tingkatkan Kinerja Positif tahun 2022 •  Nasional - Rizki Natakusumah Dukung Semangat Ratifikasi Konvensi Internasional Pelindungan dari Penghilangan Paksa •  Nasional - Kehadiran Badan Pangan Nasional Diharapkan Dapat Atasi Mafia Pangan •