Mas Ibas Diserang, Irwan Demokrat Bilang Begini

Sabtu, 08 Agustus 2020 19:51

ibas

Wakil Sekertaris Jenderal DPP Partai Demokrat (Wasekjen PD) Irwan angkat bicara atas sindiran sejumlah elite pendukung pemerintah, kepada Ketua Fraksi PD di DPR Edhie Baskoro Yudhoyono.

Edhie yang karib disapa Mas Ibas itu diserang karena memuji perekonomian era Presiden Keenam RI Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) yang tidak lain ayahnya sendiri. Irwan menegaskan pernyataan pihak yang menyindir Ibas itu memperlihatkan mereka kurang menerapkan budaya literasi dan tabayun terhadap suatu informasi.

"Justru yang terkesan kurang budaya literasi dan tabayun sehingga pernyataannya menjadi liar dan menggelitik akal sehat," kata Irwan dalam keterangannya, Sabtu (8/8).

Irwan menegaskan pidato Ibas tidak menyerang siapa pun termasuk personal. "Seharusnya mereka bisa baca konteks pidato secara utuh," ungkap anggota Komisi V DPR itu.

Irwan pun mengingatkan seharusnya dalam setiap menanggapi suatu informasi tidak hanya direspons secara agresif dan bersikap asal pimpinan senang saja tanpa mencermati konteksnya secara utuh. "Menurut saya adalah respons terburu-buru tanpa budaya literasi yang kuat terhadap rekam sejarah perekonomian Indonesia, dan juga sebuah sikap yang asal pimpinan (bapak) senang (ABS) saja tanpa bisa melihat secara jujur konteks dari yang disampaikan Mas Ibas," kata legislator asal Kalimantan Timur itu.

Oleh karena itu, Irwan menegaskan sebagai anak bangsa, tidak patriot kalau mencoba meninggalkan apalagi mencoba menyalahkan sejarah yang ada.

"Apa yang disampaikan Mas Ibas adalah fakta sejarah bahwa bersama Bapak SBY, selama sepuluh tahun, ekonomi Indonesia saat itu meroket, APBN meningkat, utang dan defisit terjaga,” ungkap Irwan. Jadi, Irwan menegaskan, kalaupun ekonomi hari ini -5,32 persen, itu merupakan bagian dari fakta sejarah perekonomian Indonesia ke depan. "Semoga saja pemerintah bisa menyelamatkannya agar rakyat dan negara bisa bangkit," pungkas Irwan.

Sebelumnya diberitakan, FPD yang dipimpin Ibas menggelar silaturahmi bersama Ketua Umum PD Agus Harimurti Yudhoyono, Kamis (6/8), di Kompleks Parlemen, Jakarta. Dalam acara tersebut, Ibas selaku tuan rumah menyampaikan pidato politik di hadapan peserta yang hadir. Banyak poin yang disampaikan Ibas. Pertama, dia menyinggung soal tantangan berat yang dihadapi Indonesia saat ini. Mulai dari pandemi Covid-19, ekonomi, pembangunan, kesejahteraan, penegakan hukum, demokrasi, dan hak-hak sipil.

Ditambah lagi, pembahasan regulasi yang belum rampung seperti RUU HIP atau yang sekarang diubah menjadi BPIP RUU Cipta Kerja, isu-isu RUU Pemilu serta RUU Pilkada. Menurut Ibas, isu-isu itu menarik untuk dicermati ke depan. "Rakyat perlu kepastian, kepercayaan dan keyakinan. Rakyat perlu bukti, bukan janji," kata Ibas. Soal tantangan, lanjut Ibas, Indonesia sudah pernah melewatinya.

Saat era Presiden SBY, Ibas menegaskan bahwa ekonomi Indonesia meroket. "APBN meningkat, utang dan defisit terjaga, pendapatan rakyat naik dan lain-lain yang too few too mention, termasuk tentang persentase kemiskinan dan pengangguran yang menurun," ujar Ibas. Meskipun kini berada di luar pemerintahan, lanjut Ibas, Demokrat tetap hadir memberikan koreksi, kritik dan solusi. "Supaya negara tidak jatuh ke jurang," imbuhnya. Kendati demikian, ia m

Ia juga sepakat, di masa krisis ini seluruh pihak harus bergotong royong dan bersinergi. Namun, Ibas berharap Demokrat tetap cerdas dan tepat dalam berpikir. "Ketika benar, katakan benar, ketika tidak, katakan tidak. Biar ruang demokrasi ini tetap terjaga, jadikanlah Partai Demokrat tetap hadir agar demokrasi lebih berwarna dan terjaga," pungkasnya. (boy/jpnn)


Berita Lainya

Nasional

Anggota DPR Ini Ungkap Penyebab Utama Banjir di Kalimantan

Nasional

Demokrat Sebut Tindakan @erlanggs Berpotensi Percepat Penularan Corona

Nasional

Rizki Natakusumah: ‘’RUU PDP Jangan Abaikan Kenyataan’’

Nasional

Prolegnas 2021, Fraksi PD DPR Nilai RUU BPIP hingga IKN Belum Diperlukan

Nasional

Kenang Syekh Ali Jaber, SBY: Tutur Katanya Jauh dari Kebencian

Nasional

DPR: Kekerasan pada Perempuan dan Anak Terus Meningkat dari 6.554 Menjadi 8.687 Kasus

Nasional

Anggota DPR RI, Linda Megawati Bersama Bank Indonesia Salurkan Bantuan ke Korban Longsor Cimanggung

Nasional

Utang Pemerintah: Hati-Hati, Bahaya Gali Lubang Tutup Lubang!

Berita: Nasional - Anggota DPR Ini Ungkap Penyebab Utama Banjir di Kalimantan •  Nasional - Demokrat Sebut Tindakan @erlanggs Berpotensi Percepat Penularan Corona •  Nasional - Rizki Natakusumah: ‘’RUU PDP Jangan Abaikan Kenyataan’’ •  Nasional - Prolegnas 2021, Fraksi PD DPR Nilai RUU BPIP hingga IKN Belum Diperlukan •  Nasional - Kenang Syekh Ali Jaber, SBY: Tutur Katanya Jauh dari Kebencian •  Nasional - DPR: Kekerasan pada Perempuan dan Anak Terus Meningkat dari 6.554 Menjadi 8.687 Kasus •  Nasional - Anggota DPR RI, Linda Megawati Bersama Bank Indonesia Salurkan Bantuan ke Korban Longsor Cimanggung •  Nasional - Utang Pemerintah: Hati-Hati, Bahaya Gali Lubang Tutup Lubang! •