Marak Kasus Rasisme, Yoyok Sukawi Minta Semua Pihak Teladani Sepak bola

Rabu, 27 Januari 2021 13:29

yoyok (1)

Anggota DPR RI sekaligus CEO PSIS Semarang, Yoyok Sukawi, menanggapi kasus dugaan rasisme yang tengah ramai beredar akhir-akhir ini. Sekadar mengingatkan, mantan komisioner Komnas HAM asal Papua, Natalius Pigai, menerima tindakan rasisme dari Ambroncius Nababan. Dia terlihat disandingkan dengan gambar gorilla, Minggu (24/1/21).

Menurut Yoyok Sukawi, tindakan rasis di dalam kehidupan bermasyarakat harus secepatnya ditinggalkan lantaran perbuatan ini merupakan bibit perpecahan. Ia lantas mencontohkan dengan kasus yang terjadi di lingkup sepak bola.

“Rasisme itu sudah seharusnya ditinggalkan. Pemicu perpecahan. Di mana pun, tak hanya di Indonesia,” tutur Yoyok Sukawi, Selasa (26/1/21).

“Contoh sepak bola yang paling mudah. Tindakan SARA sudah lama dikecam untuk kemudian dihilangkan. Pertandingan langsung dihentikan dan yang mengucapkan kata-kata rasis langsung dijatuhi sanksi berat,” jelasnya.

Yoyok berharap masyarakat Indonesia untuk tidak berpolemik yang ujung-ujungnya berakhir dengan tindakan rasisme, terlebih di tengah pandemi virus corona.

Persatuan dan kesatuan bangsa harus dijunjung tinggi. “Di situasi pandemi saat ini tidak seharusnya diskusi atau berpolemik yang ujung-ujungnya rasis. Boleh ada perbedaan atau pendapat, namun ya diselesaikan dengan tindakan bijak juga,” ujarnya.

“Kembali lagi seperti sepak bola, di Indonesia itu kalau ada suporter  rasis pasti timnya yang bingung karena bisa-bisa mendapat sanksi berat dari PSSI.

Jadi jangan sampai ucapan atau tindakan rasis dikedepankan,” pungkas Yoyok Sukawi. Sebagai informasi tambahan, jagat sepak bola Eropa sempat digegerkan dengan kasus rasisme yang dilakukan wasit keempat, Sebastian Coltescu, dalam pertandingan Liga Champions antara Paris Saint-Germain melawan Istanbul Basaksehir. 

Saat itu, wasit keempat dianggap melontarkan kata-kata bernada rasisme kepada asisten pelatih Istanbul Basaksehir, Pierre Webo. Pertandingan terpaksa dihentikan pada menit ke-14. 


Berita Lainnya

Nasional

DPR Sebut Sistem Pertambangan Nasional Kacau Balau

Nasional

Legislator Demokrat, PPN Sembako dan Pendidikan Menyengsarakan Rakyat!

Nasional

Legislator PD Tak Habis Pikir 'Perempuan' Jadi Alasan Vonis Pinangki Disunat

Nasional

MPR Fraksi Demokrat: Perpanjangan Masa Presiden Bertentangan dengan Konstitusi

Nasional

Partai Demokrat Soroti 60 Ribuan SPDP Mangkrak di Mabes Polri

Nasional

Ibas: RAPBN 2022 Harus Menyentuh Seluruh Lapisan Masyarakat

Nasional

Jika Ada Pajak Sembako, Demokrat Tak Segan-segan Tolak RUU KUP

Nasional

Fraksi Demokrat Dukung Pembentukan Panja Kasus Dugaan Impor Emas

Berita: Nasional - DPR Sebut Sistem Pertambangan Nasional Kacau Balau •  Nasional - Legislator Demokrat, PPN Sembako dan Pendidikan Menyengsarakan Rakyat! •  Nasional - Legislator PD Tak Habis Pikir 'Perempuan' Jadi Alasan Vonis Pinangki Disunat •  Nasional - MPR Fraksi Demokrat: Perpanjangan Masa Presiden Bertentangan dengan Konstitusi •  Nasional - Partai Demokrat Soroti 60 Ribuan SPDP Mangkrak di Mabes Polri •  Nasional - Ibas: RAPBN 2022 Harus Menyentuh Seluruh Lapisan Masyarakat •  Nasional - Jika Ada Pajak Sembako, Demokrat Tak Segan-segan Tolak RUU KUP •  Nasional - Fraksi Demokrat Dukung Pembentukan Panja Kasus Dugaan Impor Emas •