Legislator Demokrat Tegaskan ‘Presidential Threshold’ Buat Calon Presiden Potensial Terganjal

Selasa, 20 September 2022 16:04

pak santoso fpd (1)

Partai Demokrat tetap berjuang agar presidential threshold (PT) atau syarat ambang batas pencalonan Presiden 20 persen dapat diturunkan bahkan dihilangkan. Pasalnya, PT 20 persen telah membuat calon Presiden potensial terganjal dengan elite parpol.

Hal itu disampaikan Anggota DPR Fraksi Partai Demokrat dari daerah pemilihan DKI Jakarta Santoso. Baru-baru ini Ketua Majelis Tinggi Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) menyebut jika Pilpres 2024 hanya diikuti oleh dua pasangan capres-cawapres.

“Calon pemimpin yang potensial terganjal oleh elite parpol. Rakyat sebagai pemegang kekuasaan tertinggi hanya disuruh memilih calon yang sebenarnya bukan kehendak mereka,” tegas Santoso, Senin (19/9/2022).

Santoso memandang, bahaya dari PT 20 persen yang terus diberlakukan di Indonesia. Menurutnya, hal itu membuat kekuasaan oligarki membelenggu Indonesia tidak bisa lepas.

“Kalau sistem PT terus diberlakukan maka kekuasaan oligarki yang membelenggu Indonesia tidak akan terlepas,” papar Santoso.

Kekuasaan oligarki tersebut, kata Santoso, melingkupi penguasa, pengusaha hingga elite parpol. Mereka, lanjut Santoso, memiliki model kerja mirip dengan penjajah.

“‘Modem kerja mirip dengan penjajah bhw yang dicari hanya kekuasaan dan keuntungan bukan kesejahteraan untuk rakyat yang tinggal di negara itu,” imbuh Santoso.

Santoso mengungkapkan, partai Demokrat sendiri akan berjuang agar PT segera diturunkan bahkan dihilangkan dengan segera mendeklarasikan pasangan capres dan cawapres yang akan diusung.

“Partai Demokrat sendiri akan berjuang agar PT diturunkan bahkan dihilangkan dengan segera deklarasi capres dan cawapres. Karena rakyat sudah menunggu siapa yang akan dicapreskan oleh demokrat pasti AHY hanya tinggal menunggu waktu saja,” tandas Santoso.

( sumber : kedaipena.com )

Berita Lainnya

Nasional

Demokrat Ajak Kawal Pemilu 2024

Nasional

Buntut Soal Pemecatan Hakim Konstitusi Aswanto, Benny K Harman Tawarkan 4 Opsi, Salah Satunya Presiden Tidak Terbitkan Keppres

Nasional

Puluhan Peserta Jaringan Hero Center Ikuti Diklatsar

Nasional

Willem Wandik Sampaikan Sakit Hati Masyarakat Papua atas Pernyataan Menko Polhukam

Nasional

Santoso: F-PD Siap Lakukan Perubahan dan Perbaikan

Nasional

BKSAP DPR Harap Parlemen Uni Eropa Lebih Membuka Diri Kerja Sama dengan Indonesia

Nasional

Pertanyakan Anggaran hingga Sosok Setara Dirjen, Komisi X Tagih Output ‘Tim Bayangan’ Nadiem Makarim

Nasional

Gas Melon Mau Diganti Kompor Induksi, Legislator Demokrat: Bagaimana Nasib Pedagang Kaki Lima?

Berita: Nasional - Demokrat Ajak Kawal Pemilu 2024 •  Nasional - Buntut Soal Pemecatan Hakim Konstitusi Aswanto, Benny K Harman Tawarkan 4 Opsi, Salah Satunya Presiden Tidak Terbitkan Keppres •  Nasional - Puluhan Peserta Jaringan Hero Center Ikuti Diklatsar •  Nasional - Willem Wandik Sampaikan Sakit Hati Masyarakat Papua atas Pernyataan Menko Polhukam •  Nasional - Santoso: F-PD Siap Lakukan Perubahan dan Perbaikan •  Nasional - BKSAP DPR Harap Parlemen Uni Eropa Lebih Membuka Diri Kerja Sama dengan Indonesia •  Nasional - Pertanyakan Anggaran hingga Sosok Setara Dirjen, Komisi X Tagih Output ‘Tim Bayangan’ Nadiem Makarim •  Nasional - Gas Melon Mau Diganti Kompor Induksi, Legislator Demokrat: Bagaimana Nasib Pedagang Kaki Lima? •