Kunker Komisi X bahas persiapan UN Jambi

Kamis, 29 Januari 2015 00:00

Jambi - Kunjungan Kerja atau Kunker Komisi X DPR RI di Jambi, Kamis, membahas persiapan Ujian Nasional (UN) di provinsi itu yang menurut jadwal mulai dilangsungkan pada April 2015.

 

Dalam kunjer itu, Komisi X DPR RI ingin mengetahui sejauh mana persiapan yang dilakukan di Jambi.

Kunker Komisi X DPR RI itu didampingi Gubernur dan Ketua DPRD Jambi, Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jambi beserta Kepala Dinas Kabupaten/kota se-provinsi Jambi, tokoh adat serta perwakilan guru di wilayah setempat.

 

Undangan yang hadir melakukan sesi tanya jawab dengan moderator Gubernur Jambi Hasan Basri Agus, terlihat antusias mengikuti dan bertanya langsung kepada anggota Komisi X DPR RI.

 

Ketua Komisi X, Teuku Riefky Harsya, mengatakan, kunjungan kerja kali ini untuk meninjau secara langsung persiapan pelaksanaan UN di daerah, dan hasil kunjungan kerja dari seluruh anggota Komisi X akan dibahas dan dievaluasi untuk persiapan pelaksanaan UN.

 

"Kami ingin tahu kesiapan daerah, kalau untuk teknis persiapan kami tidak khawatir, setahu saya cost UN belum keluar jadi Diknas belum bisa lakukan apa-apa padahal UN tinggal dua bulan lagi," katanya.

 

Permasalahan anggaran pelaksanaan UN yang belum keluar ini menurut Reifky bisa menjadi kendala dan UN tidak bisa diselenggarakan tepat sesuai jadwal yang telah ditentukan. Artinya bisa saja pelaksanaan UN diundur daripada dipaksakan kalau memang belum siap.

 

Anggota Komisi X Rinto Subekti, mengatakan, untuk teknis pelaksanaan menurutnya tidak ada masalah, seperti pengadaan soal yang pada UN kali ini tidak seperti tahun kemarin yang dilakukan secara sentralisasi. Pengadaan soal UN tahun 2015 dimungkinkan diadakan di daerah namun tender masih di pusat.

 

"Pelaksanaan kali ini sama seperti tahun kemarin, hanya saja bedanya ini bukan menentukan kelulusan tetapi hanya sebatas pemetaan pemerataan pendidikan, tahun ini UN tidak lagi melibatkan polisi," katanya.

Anggota Komisi X lainnya, Popong Otje Djundjunan atau yang lebih dikenal Ceu Popong, menambahkan, penerapan dua kurikulum yakni K-13 dan KTSP memang sering dikeluhkan, menurutnya hal ini tidak perlu terjadi apabila Kementerian Kebudayaan, Pendidikan Dasar dan Menengah mau mendengarkan saran dari DPR RI.

 

"Ada hal-hal yang tidak perlu terjadi kalau saja di kementerian mau mendengar kami. Tapi ini sudah telanjur ibarat nasi sudah menjadi bubur, ya kita lakukan perbaikan," katanya.

 

Kepala Sekolah SMA 1 Kota Jambi Arthur, mengatakan bahwa sekolah dalam hal ini setuju jika memang pelaksanaan UN diundur kalau memang belum siap dilaksanakan, apalagi ini menyangkut anggaran pelaksanaan UN dari pusat yang dikeluarkan.

 

Apalagi, katanya, SMA 1 Kota Jambi merupakan sekolah yang pada pelaksanaan UN kali ini menggunakan sistem tes berbasis komputer atau computer based test (CBT). Dengan masih minimnya komputer yang dimiliki oleh SMA 1 Kota Jambi sementara jumlah murid yang mencapai 230-an siswa peserta UN, Arthur khawatir pelaksanaannya tidak bisa berjalan maksimal.

 

Sumber : antaranews.com

Berita Lainnya

Nasional

Anggota Komisi II Kritisi Cat Ulang Pesawat Presiden: Lebih Baik untuk Oksigen

Nasional

Transaksi Digital Didominasi Asing, Marwan Demokrat: UMKM Harus Agresif Memasuki Pasar Digital

Nasional

Upaya Ibas Supaya Peternak Sapi dan Kambing Tak Menjerit Kena Pandemi

Nasional

Modernisasi Pertanian Tanah Air, Ibas Berikan Alat Panen “Combine Halvester” untuk Petani

Nasional

Ibas: Impor Beras Merugikan Petani Negeri

Nasional

Larangan Masuk WNI ke Berbagai Negara di Dunia, Anton Suratto: Diplomasi RI Perlu Evaluasi

Nasional

Soroti Kasus BRI Life, Anton Desak RUU PDP Direalisasikan

Nasional

Komisi III DPR Minta Kejagung Bongkar Skandar Impor Emas PT Antam Rp 47,1 Triliun

Berita: Nasional - Anggota Komisi II Kritisi Cat Ulang Pesawat Presiden: Lebih Baik untuk Oksigen •  Nasional - Transaksi Digital Didominasi Asing, Marwan Demokrat: UMKM Harus Agresif Memasuki Pasar Digital •  Nasional - Upaya Ibas Supaya Peternak Sapi dan Kambing Tak Menjerit Kena Pandemi •  Nasional - Modernisasi Pertanian Tanah Air, Ibas Berikan Alat Panen “Combine Halvester” untuk Petani •  Nasional - Ibas: Impor Beras Merugikan Petani Negeri •  Nasional - Larangan Masuk WNI ke Berbagai Negara di Dunia, Anton Suratto: Diplomasi RI Perlu Evaluasi •  Nasional - Soroti Kasus BRI Life, Anton Desak RUU PDP Direalisasikan •  Nasional - Komisi III DPR Minta Kejagung Bongkar Skandar Impor Emas PT Antam Rp 47,1 Triliun •