KSP Tuding JK Provokatif, Demokrat: Apakah Ruang Kebebasan Hanya Milik Lingkaran Penguasa?

Rabu, 17 Februari 2021 14:59

DM (1)

Pernyataan Tenaga Ahli Kepala Staf Presiden (KSP) Ade Irfan Pulungan dalam menanggapi kritik dari mantan Wakil Presiden RI Jusuf Kalla (JK) patut disesalkan. Pasalnya, Ade Irfan menuding pernyataan JK sebagai upaya provokasi.

Anggota Komisi III DPR RI Fraksi Partai Demokrat Didik Mukrianto merasa prihatin dengan pernyataan tenaga ahli KSP itu. Menurutnya, kritik adalah hal wajar dalam sebuah negara demokrasi.

"Apakah ruang demokrasi, kebebasan ini hanya milik penguasa dan lingkaran terdekatnya? Tentu bukan," tegas Didik Mukrianto kepada Kantor Berita Politik RMOL sesaat lalu di Jakarta, Senin (15/2).

"Saya juga nggak yakin Presiden Jokowi menginginkan itu. Sebaliknya saya yakin Presiden Jokowi pecinta demokrasi, karena beliau adalah presiden yang terpilih dua kali secara demokratis," sambungnya.

Logika dan nalar sehatnya, kata Didik, mestinya tidak mungkin Presiden Jokowi akan membunuh demokrasi dengan cara-cara atau kewenangan kekuasaan yang dimilikinya tersebut.

"Saya berharap ruang-ruang aroganisme dalam berdemokrasi tidak terjadi dan ditumbuhkembangkan, termasuk sikap-sikap terhadap para pemimpin dan  tokoh-tokoh bangsa kita. Kekuasaan itu ada batasnya, gunakan secara adil dan bijaksana," tegasnya.

"Mari perkuat kebenaran, jangan membenarkan yang kuat. Ingat! Cara berpolitik yang tidak memiliki spirit kebaikan dan kebajikan akan menghasilkan pemimpin yang instan dan minim integritas," demikian Didik Mukrianto.

Tenaga ahli Kepala Staf Presiden (KSP) Ade Irfan Pulungan menilai mantan Wakil Presiden RI Jusuf Kalla (JK) ingin memprovokasi keadaan setelah melontarkan pertanyaan terkait kebebasan berpendapat berujung penangkapan.

"Jadi sangat ironis sekali saya katakan, jika Pak Jusuf Kalla menyampaikan itu, dan disampaikannya dalam forum suatu partai, sepertinya dia ingin memanas-manasi atau memprovokasi keadaan untuk bisa memberikan arah kepada partai tersebut," kata Ade dalam keterangan tertulisnya, Minggu (14/2) kemarin. 

Berita Lainnya

Nasional

Kasus Bupati Nganjuk Diserahkan ke Polri, DPR: Koordinasi Penegak Hukum Lemah

Nasional

Kang Hero dan PIA Bagikan Paket Sembako kepada Puluhan Warga

Nasional

Reses, Hero Bagikan Ribuan Sembako di Cirebon dan Indramayu

Nasional

Partai Demokrat Kecam Keras Serangan Israel ke Masjid Al Aqsa, Dorong KTT Luar Biasa OKI

Nasional

Vera Febyanthy Bagikan Paket Lebaran di 3 Kabupaten

Nasional

Jangan Rakyat Sendiri Dihalangi Mudik, tetapi WNA Bebas Keluar Masuk Indonesia

Nasional

Berkah Ramadhan Darizal Basir Salurkan Paket Sembako Terdampak Covid 19 di Padang dan Solok Raya

Nasional

Jelang Lebaran, Hero Bagikan Ribuan Paket Sembako

Berita: Nasional - Kasus Bupati Nganjuk Diserahkan ke Polri, DPR: Koordinasi Penegak Hukum Lemah •  Nasional - Kang Hero dan PIA Bagikan Paket Sembako kepada Puluhan Warga •  Nasional - Reses, Hero Bagikan Ribuan Sembako di Cirebon dan Indramayu •  Nasional - Partai Demokrat Kecam Keras Serangan Israel ke Masjid Al Aqsa, Dorong KTT Luar Biasa OKI •  Nasional - Vera Febyanthy Bagikan Paket Lebaran di 3 Kabupaten •  Nasional - Jangan Rakyat Sendiri Dihalangi Mudik, tetapi WNA Bebas Keluar Masuk Indonesia •  Nasional - Berkah Ramadhan Darizal Basir Salurkan Paket Sembako Terdampak Covid 19 di Padang dan Solok Raya •  Nasional - Jelang Lebaran, Hero Bagikan Ribuan Paket Sembako •