Komisi X Bahas Solusi Dualisme UISU

Selasa, 25 Agustus 2015 00:00

Meski seringkali ‘dicitrakan’ kurang bekerja maksimal, kesibukan dewan di masa-masa sidang seringkali terasa begitu padat. Dan tak semua isu atau pembahasan masalah di gedung MPR/DPR menjadi berita heboh atau populer di media sosial. Tapi semua masalah, harus dihadapi dengan cara yang sama: serius dan memperhatikan kemasalahatan orang banyak.

Senin (24/08) misalnya, Komisi X DPR RI memulai aktivitas masa sidang dengan melakukan rapat internal terkait hasil laporan kunjungan kerja keluar negeri pada masa reses lalu. Kemudian rangkaian agenda yang padat pun satu per satu mulai dilaksanakan, di ruang sidang Komisi X DPR RI, di Senayan, Jakarta.

‘’Apapun masalah masyarakat maupun pemerintahan yang harus dibahas, kita bahas dengan mengerahkan tenaga dan pikiran sepenuhnya. Kalau sudah masuk ruang, tak ada masalah besar atau kecil,’’ demikian  dikatakan anggota Komisi X DPR RI dari Fraksi Demokrat, Jefritson Riwu Kore.

Senin (24/8) sore kemarin misalnya, Jefri dan kawan-kawan masih belum meningalkan ruang rapat meski lelah sudah mulai menyapa. Masih ada Rapat Dengar Pendapat Umum (RDPU) dengan Universitas Islam Sumatera Utara (UISU) Al Munawwarah, Medan. UISU merupakan kampus tertua di Kota Medan, Sumatera Utara yang belakangan kisruh karena ada dualisme klaim kepemimpinan antara Yayasan Almunawwarah dan Yayasan Al Manar. Konflik di kampus yang berdiri sejak 1952 itu, sudah menyeruak setidaknya sejak tahun 2014 lalu. Ini jelas merugikan proses penyelenggaran pendidikan di kampus.

‘’Saya sendiri memandang, masalah ini harus diselesaikan dengan cara-cara kekeluargaan, jika sudah tidak bisa lagi ya kita terpaksa harus mengupayakan jalur hukum. Semua pihak, harusnya concern pada pendidikannya, peserta didik dan kepentingan yang lebih besar. Jangan mengedepankan ego dan orientasi bisnis atau apapun namanya. Ini lembaga pendidikan,’’ kata Jefri.

Jefri juga menekankan, permasalahan ini diselesaikan dengan tuntas dan cepat mengingat banyaknya pihak-pihak yang dirugikan. ‘’Komisi X DPR RI juga akan mendorong Pemerintah, dalam hal ini Kementerian Ristek Dikti untuk mencari jalan keluar terbaik untuk semua pihak,’’ tutup Jefri. (Noe/Tim Media)

 

 

Berita Lainnya

Nasional

Demokrat Kubu AHY Optimistis MA Keluarkan Keputusan Seadil-adilnya

Nasional

Judicial Review Pro Muldoko Masuk Kategori “Begal Politik”

Nasional

Perlu Keseriusan Serap Produksi Baja Dalam Negeri, Legislator: Krakatau Steel Sudah Sangat Kompleks

Nasional

Pemerintah Diminta Ambil Sikap soal AUKUS, Jangan Cuma Bilang Khawatir

Nasional

Anggota FPD DPR RI Perjuangkan Peningkatan Upah Guru Honor

Nasional

Demokrat Soroti Penugasan Jokowi Numpuk di Luhut

Nasional

Demokrat soal Hak Angket Respons Kisruh KPK: Belum Perlu

Nasional

Bentengi Masyarakat dan Pemuda dari Masuknya Paham Radikalisme

Berita: Nasional - Demokrat Kubu AHY Optimistis MA Keluarkan Keputusan Seadil-adilnya •  Nasional - Judicial Review Pro Muldoko Masuk Kategori “Begal Politik” •  Nasional - Perlu Keseriusan Serap Produksi Baja Dalam Negeri, Legislator: Krakatau Steel Sudah Sangat Kompleks •  Nasional - Pemerintah Diminta Ambil Sikap soal AUKUS, Jangan Cuma Bilang Khawatir •  Nasional - Anggota FPD DPR RI Perjuangkan Peningkatan Upah Guru Honor •  Nasional - Demokrat Soroti Penugasan Jokowi Numpuk di Luhut •  Nasional - Demokrat soal Hak Angket Respons Kisruh KPK: Belum Perlu •  Nasional - Bentengi Masyarakat dan Pemuda dari Masuknya Paham Radikalisme •