KLB Dianggap Rusak Demokrasi, Demokrat Sumsel Gelar Doa Bersama Tokoh Agama

Senin, 15 Maret 2021 11:35

ishak doa

Adanya Kongres Luar Biasa (KLB) partai Demokrat, yang diselenggarakan di Sibolangit Sumatera Utara (Sumut) beberapa waktu lalu, yang menempatkan Jenderal (Purn) TNI Moeldoko sebagai Ketua Umum, terus mendapat tentangan dari para pengurus partai Demokrat dibawah kepemimpinan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY).

Di Provinsi Sumsel, partai Demokrat dibawah kepemimpinan AHY, menganggap KLB di Sumut tersebut inkonstitusional dan tidak sesuai AD/ART partai, serta menjadi ancaman demokrasi yang telah tumbuh baik di Indonesia.

Setelah melakukan perlawanan dengan menyampaikan sikap penolakan ke perwakilan Kementerian Hukum dan HAM (Kemenkumham) Sumsel pada 12 Maret lalu, DPD Partai Demokrat bersama jajaran DPC Kabupaten/ kota se Sumsel melakukan penolakan kembali dengan melakukan doa bersama selamatkan Demokrasi yang dilaksanakan di kantor DPD partai Demokrat Sumsel, Minggu (14/3/2021) malam.

Doa bersama Selamatan Demokrasi dilaksanakan bersama tokoh agama, lintas agama, intelektual, perguruan tinggi, tokoh masyarakat dan kader Demokrat Sumsel, dengan tema "Selamatkan Demokrasi, Selamatkan Demokrat".

Ketua DPD Partai Demokrat Sumsel Ishak Mekki mengatakan, jika ada upaya segelintir orang yang ditunggangi kader dan mantan kader partai Demokrat serta kalangan eksternal partai dilingkaran pemerintahan saat ini (Moeldoko) melakukan kudeta, dengan mengelar KLB abal- abal di Sibolangit Sumut, yang tidak memenuhi syarat.

"Kita berharap upaya pengambil kemimpinan Partai Demokrat dari AHY Segera berakhir dan tidak disahkan kepengurusan KLB abal-abal oleh Kemenkumham. Jika disahkan, jelas akan merusak demokrasi ini yang kita lawan," tegas Ishak Mekki.

Sementara Wakil Dewan Pertimbangan Partai Demokrat Sarjan Taher, pihaknya menyesalkan terjadinya KLB yang dianggal tidak konstitusional tersebut, dan menyayangkan adanya para mantan kader yang selama ini dibesarkan partai melupakannya.

"Perlu kita sadari, mereka mahluk yang tidak menikmati nikmat setelah dibesarkan Partai Demokrat selama ini, dan mereka ingin membohongi sejarah Demokrat," ujar Sarjan.

Diungkapkan mantan anggota DPR RI ini, dengan kehadiran tokoh lintas agama ini, tidak lain menegakkan kebenaran juga untukmenyelamatkan demokrasi.

"Kedua, ini (KLB) sudah 3 bulan tercium dengan menontonkan kemunafikan dan harus dilawan tanpa emosional, dan kami dari pusat akan mengawal. Dimana SBY dan aHY mengungkapkan tidak perlu takut, kalau ada yang mau mempertarukan demokrasi dibangsa ini, jelas bukan hanya partai Demokrat saja tapi parpol lainnya juga serta masyarakat," pungkasnya.

 

Berita Lainnya

Nasional

Kemendikbud dan Kemenristek Dilebur, DPR: Peran BRIN Harus Independen

Nasional

Politikus Demokrat: RUU Perampasan Aset Sangat Urgent

Nasional

Syukuran KLB Demokrat Deli Serdang Ditolak, Achmad Ajak Kader Kembali Lakukan Kerja Nyata untuk Rakyat

Nasional

Wakil Ketua MPR Minta Peran Aktif Masyarakat Tangkal Radikalisme

Nasional

Jangan Sampai Negara Dikelola Ugal-ugalan, DPR Siap Panggil PLN dan ESDM Soal Rencana Kenaikan Tarif Listrik

Nasional

Nanang Respons Isu Merek atau Logo Demokrat

Nasional

Anggota DPR dukung konten RUU Kejaksaan harus dirumuskan komprehensif

Nasional

Rasa Keadilan Harus Bisa Didapatkan dalam RUU Kejaksaan

Berita: Nasional - Kemendikbud dan Kemenristek Dilebur, DPR: Peran BRIN Harus Independen •  Nasional - Politikus Demokrat: RUU Perampasan Aset Sangat Urgent •  Nasional - Syukuran KLB Demokrat Deli Serdang Ditolak, Achmad Ajak Kader Kembali Lakukan Kerja Nyata untuk Rakyat •  Nasional - Wakil Ketua MPR Minta Peran Aktif Masyarakat Tangkal Radikalisme •  Nasional - Jangan Sampai Negara Dikelola Ugal-ugalan, DPR Siap Panggil PLN dan ESDM Soal Rencana Kenaikan Tarif Listrik •  Nasional - Nanang Respons Isu Merek atau Logo Demokrat •  Nasional - Anggota DPR dukung konten RUU Kejaksaan harus dirumuskan komprehensif •  Nasional - Rasa Keadilan Harus Bisa Didapatkan dalam RUU Kejaksaan •