Kemiskinan dan Pengangguran Meningkat, Marwan Dorong Pemerintah Maksimalkan Ruang Fiskal

Senin, 12 April 2021 16:16

pak mca

Pandemi Covid-19 semakin memperdalam statistik kemiskinan dan pengangguran di Indonesia. Sejak pandemi memukul perekonomian, kemiskinan semakin melonjak. Pemerintah pun kini disarankan mengoptimalkan ruang fiskal. Pernyataan itu disampaikan anggota Komisi XI DPR RI Marwan Cik Asan, Rabu (7/4/2021).

Menurut Marwan, pemerintah sebaiknya tidak berusaha menutup defisit APBN dengan skema menambah utang. Sebab, skema itu akan berdampak negatif dalam jangka panjang. Menambah utang negara, kata dia, juga berarti pemerintah saat ini mewariskan APBN yang tidak sehat kepada pemerintah periode berikutnya.

"Kita semua paham, lonjakan kemiskinan dan pengangguran tahun 2020 terjadi akibat Covid-19. Namun pemerintah mengalokasikan dana yang cukup besar melalui program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) sebesar Rp695,2 triliun," katanya.

Jadi, menurutnya, ruang fiskal pemerintah masih sangat luas sebagai penyangga melonjaknya angka kemiskinan dan pengangguran. Dia meragukan efektivitas program PEN 2020, khususnya untuk menahan laju kenaikan kemiskinan dan pengangguran.

Data dari Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan, pada Agustus 2020, jumlah angka pengangguran meningkat 2,67 juta orang menjadi sebesar 9,77 juta orang atau naik dari 5,23 persen menjadi 7,07 persen. Peningkatan jumlah pengangguran juga sejalan dengan bertambahnya jumlah penduduk miskin. Jumlah penduduk miskin naik menjadi 27,55 juta orang pada September 2020, atau kembali ke level 2 digit sebesar 10,19 persen.

Sementara itu, dari sisi ketimpangan juga memprihatinkan. Tigkat ketimpangan pengeluaran penduduk Indonesia yang diukur oleh rasio gini adalah sebesar 0,385 per September 2020. Angka ini meningkat 0,005 poin dibandingkan dengan Rasio Gini September 2019 yang sebesar 0,380.

Sekretaris Fraksi Partai Demokrat (FPD) itu menyatakan, banyak program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) yang tidak fokus dan tidak tepat sasaran. Akibatnya, daya beli masyarakat belum kunjung terangkat.[]

Berita Lainnya

Nasional

Anggota DPR Desak Pertamina Selesaikan Kendala Listrik di Blok Rokan

Nasional

Bukber Online, Ibas Serap Aspirasi Pengurus NU Ngawi dan Muhammadiyah Pacitan

Nasional

Terhadang Pandemi, Ibas Rindu Dapil, Ingin Bertemu Konstituen

Nasional

Investasi Dalam Industrialisasi, Anggota DPR RI: Mahasiswa Tuban Harus Lebih Kritis

Nasional

Anggota DPR Dede Yusuf Berikan Rapor untuk Nadiem di Hardiknas 2021, Apa Hasilnya ?

Nasional

Syarief Hasan Apresiasi Kontribusi Buruh dalam Pembangunan

Nasional

Benny K. Harman: Jika Laporan Risma Benar, Maka Rezim Jokowi Lebih Kejam Dari Teroris

Nasional

Demokrat dan Bang Zul Berbagi Penganan Takjil

Berita: Nasional - Anggota DPR Desak Pertamina Selesaikan Kendala Listrik di Blok Rokan •  Nasional - Bukber Online, Ibas Serap Aspirasi Pengurus NU Ngawi dan Muhammadiyah Pacitan •  Nasional - Terhadang Pandemi, Ibas Rindu Dapil, Ingin Bertemu Konstituen •  Nasional - Investasi Dalam Industrialisasi, Anggota DPR RI: Mahasiswa Tuban Harus Lebih Kritis •  Nasional - Anggota DPR Dede Yusuf Berikan Rapor untuk Nadiem di Hardiknas 2021, Apa Hasilnya ? •  Nasional - Syarief Hasan Apresiasi Kontribusi Buruh dalam Pembangunan •  Nasional - Benny K. Harman: Jika Laporan Risma Benar, Maka Rezim Jokowi Lebih Kejam Dari Teroris •  Nasional - Demokrat dan Bang Zul Berbagi Penganan Takjil •