Kemenlu Ungkap WNI di Afghanistan dalam Kondisi Aman

Minggu, 25 Juli 2021 14:44

afghanistan

Kementerian Luar Negeri RI memastikan enam warga negara Indonesia (WNI) yang menetap di Afghanistan dalam keadaan aman di tengah situasi yang memanas antara Taliban dengan pasukan pemerintah setempat.

​Direktur Perlindungan WNI dan Badan Hukum Indonesia Kemenlu Judha Nugraha mengungkapkan pihaknya serta KBRI di Kabul terus memantau perkembangan situasi di Afghanistan.

“KBRI juga selalu menjalin komunikasi dengan para WNI untuk selalu berhati-hati dan waspada, serta terus menjalin kontak dengan KBRI,” kata Judha kepada Anadolu Agency, Jumat.

Menurut Judha, pemerintah Indonesia belum berencana menjemput para WNI yang berada di Afghanistan. “Namun, KBRI telah siapkan rencana kontingensi jika keadaan semakin memburuk. Saat ini akses penerbangan keluar Afghanistan juga masih terbuka,” ungkap Judha.

Desakan evakuasi WNI

Di sisi lain, anggota Komisi I DPR Rizki Aulia Rahman Natakusumah mendesak pemerintah agar mengevakuasi para WNI di Afghanistan. Menurut Rizki, Kemenlu RI tidak cukup hanya sekadar mengimbau para WNI agar segera meninggalkan negara tersebut.

“Pemerintah harus turun langsung, mendata seluruh WNI di sana, dan yang paling penting melakukan evakuasi atau penjemputan, serta menyiapkan kebutuhan mereka,” ungkap Rizki dalam keterangannya, Jumat.

Rizki juga meminta pemerintah Indonesia berperan aktif demi terwujudnya gencatan senjata dan perdamaian di negara tersebut. Pertempuran sengit antara pasukan Afghanistan dan Taliban berlanjut di tengah penarikan pasukan asing dari negara itu.

Presiden Amerika Serikat Joe Biden mengatakan misi militer AS di Afghanistan akan berakhir pada 31 Agustus. Militer AS mengatakan pada pekan lalu bahwa proses penarikan sudah 95 persen selesai.

Awal Juli silam, Taliban mengklaim bahwa pihaknya kini telah menguasai 85 persen wilayah Afghanistan. Kelompok tersebut mengaku menguasai 250 dari 398 distrik di Afghanistan.

Putaran terakhir negosiasi intra-Afghanistan gagal memberikan terobosan, sementara pemerintah Afghanistan dan Taliban pada Minggu berjanji untuk bertemu lagi dan mempercepat pembicaraan damai tingkat tinggi di Doha, Qatar.

 

Berita Lainnya

Nasional

Berorientasi Bisnis, Syarief Hasan Sebut Yusril Tutup Mata Atas Pelanggaran Hukum dan Demokrasi

Nasional

Utang Melebihi Setengah Aset, Wakil Ketua MPR: Perlu Langkah Strategis Kurangi Utang

Nasional

Legislator William Wandik Nilai Gugatan Kubu Moeldoko Lemah, Optimis Ditolak MA

Nasional

Demokrat Kubu AHY Optimistis MA Keluarkan Keputusan Seadil-adilnya

Nasional

Judicial Review Pro Muldoko Masuk Kategori “Begal Politik”

Nasional

Perlu Keseriusan Serap Produksi Baja Dalam Negeri, Legislator: Krakatau Steel Sudah Sangat Kompleks

Nasional

Pemerintah Diminta Ambil Sikap soal AUKUS, Jangan Cuma Bilang Khawatir

Nasional

Anggota FPD DPR RI Perjuangkan Peningkatan Upah Guru Honor

Berita: Nasional - Berorientasi Bisnis, Syarief Hasan Sebut Yusril Tutup Mata Atas Pelanggaran Hukum dan Demokrasi •  Nasional - Utang Melebihi Setengah Aset, Wakil Ketua MPR: Perlu Langkah Strategis Kurangi Utang •  Nasional - Legislator William Wandik Nilai Gugatan Kubu Moeldoko Lemah, Optimis Ditolak MA •  Nasional - Demokrat Kubu AHY Optimistis MA Keluarkan Keputusan Seadil-adilnya •  Nasional - Judicial Review Pro Muldoko Masuk Kategori “Begal Politik” •  Nasional - Perlu Keseriusan Serap Produksi Baja Dalam Negeri, Legislator: Krakatau Steel Sudah Sangat Kompleks •  Nasional - Pemerintah Diminta Ambil Sikap soal AUKUS, Jangan Cuma Bilang Khawatir •  Nasional - Anggota FPD DPR RI Perjuangkan Peningkatan Upah Guru Honor •