Kelakar Anggota DPR soal Vaksin Berbayar: Korban Digotong, Royong Hilang

Minggu, 18 Juli 2021 12:04

vaksin (1)

Polemik vaksin gotong royong (VGR) berbayar belum menemui ujungnya. Anggota Komisi IX DPR RI Aliyah Mustika Ilham melontarkan kelakar soal vaksin Corona berbayar ini.

Hal itu disampaikan Aliyah Mustika Ilham dalam rapat kerja Komisi IX DPR RI dengan Menkes Budi Gunadi Sadikin dan Kepala BPOM Penny K Lukito, yang disiarkan akun YouTube DPR RI, Selasa (13/7/2021).

"Sekali lagi, kalau toh pemerintah tetap kekeh memberlakukan penjualan vaksin, mungkin barang kali diubah namanya, bukan vaksin gotong royong lagi, tapi sifatnya vaksin mandiri," kata Aliyah.

Politikus Partai Demokrat ini kemudian melontarkan kelakarnya soal nama vaksin gotong royong. Aliyah tak ingin ada warga yang dirugikan.

"Karena jangan sampai korbannya digotong, royongnya hilang," ujarnya.

Kelakar Aliyah disambut oleh Wakil Ketua Komisi IX Fraksi PKB Nihayatul Wafiroh. Nihayatul mempertanyakan siapa yang digotong dan diroyong.

"Siapa yang digotong? Siapa yang diroyong?" ujarnya.

"Iya, betul," timpal Aliyah.

Di dalam rapat yang sama, Menkes Budi Gunadi Sadikin sebelumnya menjelaskan kronologi vaksin gotong royong Corona yang berbayar. Menkes Budi mengatakan vaksin Corona berbayar hanya opsi bagi warga.

"Untuk memberikan background Bapak-Ibu, tanggal 26 Juni itu, ada rapat di Kementerian Perekonomian atas inisiatif dari KPC-PEN melihat bahwa vaksinasi gotong royong itu speed-nya sangat perlu ditingkatkan. Vaksinasi gotong royong mungkin sekarang speed-nya 10-15 ribu per hari. Dari target 1,5 juta, baru 300 ribu. Jadi ada concern, ini kok lamban yang sisinya vaksin gotong royong," kata Budi dalam rapat.

"Sehingga keluar hasil diskusi bahwa beberapa inisiatif vaksin gotong royong antara lain apakah itu mau dibuka juga ke daerah, ke rumah sakit yang sama dengan vaksin program atau juga buat anak, ibu hamil, ibu menyusui, dan masuk juga individu," imbuhnya.

Berita Lainnya

Nasional

Wakil Ketua MPR RI: Pemerintah Harus Fasilitasi UMKM agar Berdaya Saing

Nasional

Suntikan Modal Tak Jelas, Elit Demokrat Dorong Audit Seluruh BUMN

Nasional

Demokrat: Pemberantasan Korupsi dalam 2 Tahun Pemerintahan Jokowi Mati Suri, Lembek ke Koruptor

Nasional

Dede Yusuf: LADI Bermasalah Sejak 2017, Akan Jadi Catatan Khusus dalam Revisi UU SKN

Nasional

Reses, Anggota DPR RI Fraksi Demokrat Sartono Hutomo Bagi Sembako, Alsintan dan Terop

Nasional

Debby Kurniawan : Trofi Thomas Cup Jadi Momen Kebangkitan Bulu Tangkis Indonesia

Nasional

Komisi III DPR: Kapolri Tidak Boleh Diam, Tegur dan Pecat Anak Buahnya yang Ancam Warganet

Nasional

Petani Menjerit, Legislator Demokrat Soroti Meroketnya Harga Pupuk

Berita: Nasional - Wakil Ketua MPR RI: Pemerintah Harus Fasilitasi UMKM agar Berdaya Saing •  Nasional - Suntikan Modal Tak Jelas, Elit Demokrat Dorong Audit Seluruh BUMN •  Nasional - Demokrat: Pemberantasan Korupsi dalam 2 Tahun Pemerintahan Jokowi Mati Suri, Lembek ke Koruptor •  Nasional - Dede Yusuf: LADI Bermasalah Sejak 2017, Akan Jadi Catatan Khusus dalam Revisi UU SKN •  Nasional - Reses, Anggota DPR RI Fraksi Demokrat Sartono Hutomo Bagi Sembako, Alsintan dan Terop •  Nasional - Debby Kurniawan : Trofi Thomas Cup Jadi Momen Kebangkitan Bulu Tangkis Indonesia •  Nasional - Komisi III DPR: Kapolri Tidak Boleh Diam, Tegur dan Pecat Anak Buahnya yang Ancam Warganet •  Nasional - Petani Menjerit, Legislator Demokrat Soroti Meroketnya Harga Pupuk •