Kebocoran Pipa Gas di Madina Sumut Sebabkan Korban Jiwa, DPR Pertanyakan SOP

Selasa, 26 Januari 2021 14:59

Anggota Komisi VII  DPR RI Fraksi Partai Demokrat Sartono Hutomo menyoroti kejadian bocornya pipa gas  di Mandailing Natal (Madina), Sumatera Utara (Sumut) yang menyebabkan 5 orang tewas.

“Mengapa sampai terjadi apakah tidak menjalankan Standar Operasional Prosedur (SOP) dengan baik sampai bisa menimbulkan korban jiwa,” kata Sartono saat dikonfirmasi, Selasa, (26/1/2021).

Sartono pun berharap, agar aparat kepolisian dapat mengusut tuntas dan memberikan hukuman terkait kebocoran pipa gas PT Sorik Marapi Geothermal Power (SMGP) ini.

“PT SMGP juga harus segera bertanggung jawab untuk memberikan santunan bagi korban yang meninggal dunia dan menanggung biaya perawatan bagi korban yang sedang dirawat,” tegas Sartono.

Ia juga, meminta Ditjen EBTKE Kementerian ESDM untuk melakukan investigasi secara menyeluruh.

“Karena pihak yang berwenang dalam pengawasan pengusahaan panas bumi, dan kedepannya pengawasan terkait proses pengeboran harus ditingkatkan,” papar Sartono.

PAK SARTONO

Sartono pun mengucapkan rasa bela sungkawa sebesar-besarnya kepada keluarga korban atas kejadian ini.

Sartono barharap, agar pihak terkait dapat memberikan satunan kepada keluarga korban.

“Kami DPR RI komisi 7 turut berduka cita yang mendalam sampai terjadinya kurban jiwa dan lain-lain,” pungkas Sartono.

Diketahui, Polisi menyebut korban meninggal dunia diduga akibat menghirup udara gas bocor yang telah bercampur dengan gas beracun, Senin (25/1/2021).

Kasubbid Penmas Polda Sumut AKBP MP Nainggolan menyampaikan kronologis peristiwa tersebut.

Awalnya , kata dia, PT Sorik Merapi Geothermal Plant (SMGP) sedang membangun power plant pembangkit listrik tenaga panas bumi di Desa Sibanggor Julu, Kecamatan Puncak Sorik Merapi Kabupaten Madina.

“Pengerjaan pembangunan power plant pembangkit listrik tenaga panas bumi sudah berjalan selama 80 persen. Lalu pekerja bernama Deden Dermawan membuka kran master palep untuk mengalirkan panas bumi (fluida),” kata MP Nainggolan kepada wartawan.

Ia menjelaskan, saat pipa dibuka malah mengeluarkan gas berancun, warga yang mengetahui mendatangi pekerja agar menutup kran isolasi karena telah mengeluarkan gas beracun dari sumur.

Berita Lainnya

Nasional

DPR Sebut Sistem Pertambangan Nasional Kacau Balau

Nasional

Legislator Demokrat, PPN Sembako dan Pendidikan Menyengsarakan Rakyat!

Nasional

Legislator PD Tak Habis Pikir 'Perempuan' Jadi Alasan Vonis Pinangki Disunat

Nasional

MPR Fraksi Demokrat: Perpanjangan Masa Presiden Bertentangan dengan Konstitusi

Nasional

Partai Demokrat Soroti 60 Ribuan SPDP Mangkrak di Mabes Polri

Nasional

Ibas: RAPBN 2022 Harus Menyentuh Seluruh Lapisan Masyarakat

Nasional

Jika Ada Pajak Sembako, Demokrat Tak Segan-segan Tolak RUU KUP

Nasional

Fraksi Demokrat Dukung Pembentukan Panja Kasus Dugaan Impor Emas

Berita: Nasional - DPR Sebut Sistem Pertambangan Nasional Kacau Balau •  Nasional - Legislator Demokrat, PPN Sembako dan Pendidikan Menyengsarakan Rakyat! •  Nasional - Legislator PD Tak Habis Pikir 'Perempuan' Jadi Alasan Vonis Pinangki Disunat •  Nasional - MPR Fraksi Demokrat: Perpanjangan Masa Presiden Bertentangan dengan Konstitusi •  Nasional - Partai Demokrat Soroti 60 Ribuan SPDP Mangkrak di Mabes Polri •  Nasional - Ibas: RAPBN 2022 Harus Menyentuh Seluruh Lapisan Masyarakat •  Nasional - Jika Ada Pajak Sembako, Demokrat Tak Segan-segan Tolak RUU KUP •  Nasional - Fraksi Demokrat Dukung Pembentukan Panja Kasus Dugaan Impor Emas •