Jangan Sampai Salah Langkah, Dinamika Papua Dimonitor Dunia

Jumat, 30 April 2021 08:49

rizki

Anggota Komisi I DPR Rizki Aulia Natakasumah meminta semua pihak, agar menjaga rasionalitas dalam menghadapi teror yang disebar Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) Papua.

Jangan sampai, aparat keamanan di lapangan gelap mata, sehingga terprovokasi.

"Kami memahami keadaan aparat keamanan di lapangan, yang mengalami tekanan besar dari KKB Papua. Kami juga turut berduka cita, atas wafatnya Kabinda Papua dan kawan-kawan lainnya yang turut menjadi korban keganasan KKB," kata Rizki kepada RM.id, Rabu (28/4).

Rizki berpendapat, cara ekstrem untuk membalas kekejian KKB Papua belum tentu menyelesaikan masalah. Mengingat dunia internasional terus memonitor penerapan HAM di Indonesia.

"Pemerintah harus terus mengedepankan cara-cara damai, dalam mengelola ancaman KKB," ujar politisi Partai Demokrat itu.

Apabila Indonesia terbukti melanggar HAM atau overuse of force, maka akan sulit bagi pemerintah untuk melakukan perundingan damai.

"Jangan lupa, dunia internasional selalu memonitor dinamika Papua. Jangan sampai kita salah langkah," tandasnya.

Selain itu, Rizki mendesak Badan Intelijen Negara (BIN) mengedepankan langkah-langkah intelijen yang solutif dan efektif, demi menekan risiko korban jiwa dari kedua belah pihak. 

"Kami meminta BIN untuk terus melakukan analisis akurat, untuk selanjutnya menentukan apakah gerakan ini merupakan bentuk terorisme atau sparatisme," tutur putra dari pasangan mantan Bupati Pandeglang dua periode, Dimyati Natakusumah dan Bupati Pandeglang yang baru dilantik, Irna Narulita.

Belakangan ini, beberapa wilayah di Papua memanas karena sering terjadi kontak senjata antara aparat keamanan dengan KKN.

Setidaknya, ada 4 peristiwa penembakan yang dilakukan teroris Papua, sejak awal April 2021. Mereka pun turut melakukan pembakaran gedung sekolah.

Bahkan, mereka menembak mati Kepala Badan Intelijen Nasional Daerah (Kabinda) Papua, Brigadir Jenderal TNI I Gusti Putu Danny Karya Nugraha pada Minggu (25/4). [UMM]

Berita Lainnya

Nasional

Anggota DPR Desak Pertamina Selesaikan Kendala Listrik di Blok Rokan

Nasional

Bukber Online, Ibas Serap Aspirasi Pengurus NU Ngawi dan Muhammadiyah Pacitan

Nasional

Terhadang Pandemi, Ibas Rindu Dapil, Ingin Bertemu Konstituen

Nasional

Investasi Dalam Industrialisasi, Anggota DPR RI: Mahasiswa Tuban Harus Lebih Kritis

Nasional

Anggota DPR Dede Yusuf Berikan Rapor untuk Nadiem di Hardiknas 2021, Apa Hasilnya ?

Nasional

Syarief Hasan Apresiasi Kontribusi Buruh dalam Pembangunan

Nasional

Benny K. Harman: Jika Laporan Risma Benar, Maka Rezim Jokowi Lebih Kejam Dari Teroris

Nasional

Demokrat dan Bang Zul Berbagi Penganan Takjil

Berita: Nasional - Anggota DPR Desak Pertamina Selesaikan Kendala Listrik di Blok Rokan •  Nasional - Bukber Online, Ibas Serap Aspirasi Pengurus NU Ngawi dan Muhammadiyah Pacitan •  Nasional - Terhadang Pandemi, Ibas Rindu Dapil, Ingin Bertemu Konstituen •  Nasional - Investasi Dalam Industrialisasi, Anggota DPR RI: Mahasiswa Tuban Harus Lebih Kritis •  Nasional - Anggota DPR Dede Yusuf Berikan Rapor untuk Nadiem di Hardiknas 2021, Apa Hasilnya ? •  Nasional - Syarief Hasan Apresiasi Kontribusi Buruh dalam Pembangunan •  Nasional - Benny K. Harman: Jika Laporan Risma Benar, Maka Rezim Jokowi Lebih Kejam Dari Teroris •  Nasional - Demokrat dan Bang Zul Berbagi Penganan Takjil •