Irwan Fecho Sesalkan Anak Buah Sri Mulyani Berkata Buruk tentang Kepala Desa

Selasa, 11 Januari 2022 11:08

bapak irwan (1)

Anggota Komisi V DPR RI Irwan melayangkan protes atas pernyataan anak buah Menteri Keuangan Sri Mulyani yang dianggap menghina kepala desa.

Menurut Irwan, pernyataan anak buah Sri Mulyani yang viral itu berkaitan dengan bantuan langsung tunai atau BLT dana desa dan menuai protes dari para kepala desa.

Berdasarkan video yang diperoleh Irwan, pernyataan itu disampaikan Kasubdit Ditjen Perimbangan Keuangan Jamiat Aries Calfat saat Workshop Pengelolaan dan Penggunaan Dana Desa TA 2022, 5 Januari kemarin.

Dalam video yang viral, Jamiat diduga melontarkan tudingan bahwa BLT dana desa banyak mengendap di kantong Kepala Desa.

"Jika pernyataan itu benar, segera minta maaf dan cabut pernyataannya. Itu bisa menimbulkan fitnah bagi kades-kades di tengah masyarakat," kata Irwan dalam siaran pers yang diterima JPNN.com, Jumat (7/1).

Sekretaris Fraksi Partai Demokrat DPR itu mengatakan seharusnya pejabat bisa menggunakan diksi yang tidak menyinggung siapa pun dalam menyampaikan arahan.

"Sangat disayangkan anak buah Menteri Sri Mulyani ini berkata buruk seperti itu," tegas Irwan Fecho.

Legislator asal Kalimantan Timur itu mengingatkan bahwa para kepala desa telah bekerja terdepan dalam penanganan covid-19 di seluruh di tanah air. Termasuk, membantu penyaluran BLT.

"Jika ada satu dua Kades yang gagal kelola BLT, bukan berarti semua kades kantongi uang bantuan terlebih dahulu," ucap Irwan.

Dia pun mengaku mendapat aspirasi berupa protes dari banyak kepala desa atas pernyataan pejabat Kemenkeu tersebut.

Untuk itu, Irwan meminta para pejabat memperbaiki komunikasi publiknya, terutama di kementerian yang dipimpin Sri Mulyani.

"Jangan komunikasi yang akhirnya menyebabkan konflik seperti video yang beredar," ujar Irwan.

Dalam video yang diterima Irwan, Kasubdit Ditjen Perimbangan Keuangan Jamiat Aries Calfat meminta agar dana yang telah diterima desa segera dibayarkan kepada keluarga penerima manfaat (KPM).

"Jangan lama-lama nongkrong di kantong kepala desanya, bapak ibu ya," ucap Jamiat dalam video itu.

Menurut Jamiat, BLT Dana Desa yang akan disalurkan kepada KPM itu berjumlah Rp 300 ribu dikali tiga bulan. Dia kembali meminta supaya dananya langsung salurkan begitu diterima.

"Jadi, jangan nongkrong, jangan disimpan di kantongnya kepala desa. Nanti, kadang-kadang kalau ada uang nganggur begitu, sering khilaf. Kepake," ucap Jamiat. (fat/jpnn)

( sumber : jpnn.com )

Berita Lainnya

Nasional

Bupati Penajam Paser Utara Kena OTT, Demokrat Tak Toleransi Tindakan Koruptif

Nasional

Legislator Apresiasi Langkah Kepolisian Tangkap Pelaku Penendang Sesajen

Nasional

Target Sejahterakan Rakyat, Legislator Demokrat Beber Keuntungan Operasi Damai Cartenz 2022 di Papua

Nasional

Anggota DPR Dukung Pemerintah Usut Tuntas Kasus Satelit Kemhan: Harus Berani!

Nasional

PD Singgung Sosok SBY soal Pembahasan RUU IKN: Harus Hati-hati

Nasional

Sartono Hutomo Prihatin Indonesia Melimpah Batubara Tapi Hanya Punya Cadangan Seminggu

Nasional

Sejumlah Distrik Diterjang Banjir, William Wandik: Layak Penguatan Mitigasi Bencana

Nasional

Pesan PD ke Ferdinand soal Penahanan: Itu Konsekuensi, Tak Bisa Dihindari

Berita: Nasional - Bupati Penajam Paser Utara Kena OTT, Demokrat Tak Toleransi Tindakan Koruptif •  Nasional - Legislator Apresiasi Langkah Kepolisian Tangkap Pelaku Penendang Sesajen •  Nasional - Target Sejahterakan Rakyat, Legislator Demokrat Beber Keuntungan Operasi Damai Cartenz 2022 di Papua •  Nasional - Anggota DPR Dukung Pemerintah Usut Tuntas Kasus Satelit Kemhan: Harus Berani! •  Nasional - PD Singgung Sosok SBY soal Pembahasan RUU IKN: Harus Hati-hati •  Nasional - Sartono Hutomo Prihatin Indonesia Melimpah Batubara Tapi Hanya Punya Cadangan Seminggu •  Nasional - Sejumlah Distrik Diterjang Banjir, William Wandik: Layak Penguatan Mitigasi Bencana •  Nasional - Pesan PD ke Ferdinand soal Penahanan: Itu Konsekuensi, Tak Bisa Dihindari •