Jumat, 03 April 2020 21:18 0

Ketua FPD Edhie Baskoro Yudhoyono (Ibas) menyampaikan apresiasi kepada Kementerian BUMN yang menurutnya sudah memaksimalkan berbagai upaya untuk menangani Covid-19. Tapi ia juga meminta BUMN memperhatikan sejumlah hal, seperti kemungkinan memproduksi makser dan obat-obatan secara besar-besaran.

Hal ini disampaikan Ibas dalam Rapat Kerja Komisi VI DPR RI dengan Menteri BUMN Ercik Thohir Jumat (3/3/2020) yang dilakukan secara virtual. Dalam kesempatan ini, seraya mendoakan jajaran Kementerian BUMN dan DPR selalu sehat, Ibas juga menyampaikan apresiasi terhadap imbauan Pemerintah untuk melaksanakan work from home dan social distancing.

‘’Karena memang menjadi dilematik bagi kita semua di mana tagline besar kita adalah BUMN Hadir untuk Negeri. Jadi saya pun menginginkan BUMN tetap sehat dan tetap berkonsolidasi dengan kami dari jauh,’’ kata Ibas.

‘’Kondisi Indonesia dan dunia kini amat genting. Dalam perubahan itulah kita harus melakukan segala sesuatunya dengan cermat tanpa mengurangi tugas kita sebagai anggota DPR RI,’’ sambungnya.

Ibas meminta pemerintah memastikan cashflow aman, pengeluaran dan hutang-hutang BUMN dikontrol. Ia percaya Erick yang dikenal bertangan dingin mampu mengantisipasi masalah-masalah yang muncul sebagai dampak dari merebaknya covid-19.

‘’Hanya saja, pertanyaan saya, terkait pengajuan Perppu, saya mendengar PMN yang akan diberikan untuk BUMN ini ditarik. Bagaimana kita yakin BUMN bisa memberi surat-surat hutang? Jangan sampai BUMN bangkrut dan merugi lalu terjadi keresahan dari karyawan hingga kemudian secara holistik mengganggu ekonomi Indonesia,’’ kata Ibas lagi.

Jika memungkinkan, katanya, berikan restrukturisasi hutang kepada Perusahaan BUMN yang memang berkinerja baik namun terdampak. Tapi kebijakan demikian sebaiknya tidak berlaku untuk perusahaan plat merah yang memang sudah memiliki rapot merah.

Terkait produksi, Ibas meminta BUMN membuka kemungkinan mempproduksi makser dan obat-obatan secara besar-besaran. Di samping itu, katanya, proyek-protek BUMN yang besar tidak perlu dibatalkan, cukup ditunda beberapa saat.

 ‘’Jangan batalkan proyek BUMN yang besar, paling tidak tunda sesaat sampai strategi refocussing dan realokasi dari pemerintah ini bisa berjalan baik. BUMN memiliki fasilitas rumah sakit,  ada 35 yang dimanfaatkan untuk Covid-19, bagaimana jika dijadikan project terkait Covid-19 saja? Terutama bagaimana yang di daerah? Contoh RSPP yang memiliki kecepatan dan ketepatan dalam memberikan fasilitas kesehatan terkait Covid-19. Saya juga mendorong agar BUMN memiliki kerjasama dengan rumah sakit dan laboratorium untuk melaksanakan fasilitas pelayanan kesehatan,’’ papar Ibas.

Selain itu, Ibas menegaskan bahwa BUMN juga harus hadir memastikan ketersediaan LPG, BBM dan koneksi internet. ‘’Jangan sampai dalam situasi work from home, masyarakat jadi tidak bisa maksimal kerjanya karena internet terbatas.’’

Tidak lupa, Ibas menyatakan dukungannya atas kebijakan pemerintah untuk memperhatikan masalah masyarakat kecil yang terdampak langsung merebaknya virus corona. Bantuan tunai langsung atau pun stimulus dari CSR BUMN harus dikawal dengan baik agar sampai kepada yang benar-benar berhak.

‘’Optimalkan peran Bulog, agar ketahanan pangan terjaga. Negara memang belum berikan keputusan untuk lockdown, tapi bahkan dengan PSBB saja pangan sudah terbatas. Rakyat pasti tidak akan nyaman. Apalagi sebentar lagi puasa dan lebaran,’’ katanya.

Politisi muda dari daerah pemilihan Jawa Timur  7 itu mengakhiri pernyataannya dengan mengapresiasi imbauan BUMN agar masyarakat tidak mudik. ‘’Saya kira itu baik, karena jangan sampai terjadi second wave dari Covid-19.  Episentrum Covid-19 ini ada di Jakarta, kalau dibawa mudik, kan jadi pindah gelombangnya ke daerah.’’

 (mediafpd)

 

Berita Lainya

Nasional

Wacana Menaikkan Iuran BPJS Kesehatan, Lucy Kurniasari Imbau Pemerintah Patuhi Putusan MA

Nasional

New Normal Bentuk Kekalahan Perang Pemerintah Lawan Covid-19

Nasional

Waketum Demokrat Kritik Pelebaran Defisit dalam APBN 2020

Nasional

Demokrat: New Normal Bentuk Kekalahan Perang Pemerintah

Nasional

Melani Suharli Serahkan Sembako Bagi Para Pedagang Pujasera Nyi Ageng Serang

Nasional

8.000 Paket Sembako dari Vera Vebyanthy

Nasional

Setelah Paser dan Kutim, Program Padat Karya Usulan Irwan Pun Berjalan di Kukar

Nasional

BPJS Naik, Muraz: Pemerintah Jangan Kuping Gajah!

Berita: Nasional - Wacana Menaikkan Iuran BPJS Kesehatan, Lucy Kurniasari Imbau Pemerintah Patuhi Putusan MA •  Nasional - New Normal Bentuk Kekalahan Perang Pemerintah Lawan Covid-19 •  Nasional - Waketum Demokrat Kritik Pelebaran Defisit dalam APBN 2020 •  Nasional - Demokrat: New Normal Bentuk Kekalahan Perang Pemerintah •  Nasional - Melani Suharli Serahkan Sembako Bagi Para Pedagang Pujasera Nyi Ageng Serang •  Nasional - 8.000 Paket Sembako dari Vera Vebyanthy •  Nasional - Setelah Paser dan Kutim, Program Padat Karya Usulan Irwan Pun Berjalan di Kukar •  Nasional - BPJS Naik, Muraz: Pemerintah Jangan Kuping Gajah! •