Ibas: Impor Beras Merugikan Petani Negeri

Selasa, 03 Agustus 2021 17:35

ibas 4pilar

Sektor pertanian menjadi sektor dengan peluang berkembang tertinggi di masa pandemi covid-19. Perkembangan pertanian ini pun diakui oleh banyak negara. Salah satu bentuk pengakuannya adalah dengan terpilihnya Indonesia sebagai anggota dewan FAO atau badan pangan dunia untuk 2021--2024.

Namun meski tengah berkembang pesat, kenyataannya petani masih dihadapkan dengan sejumlah masalah. Seperti daya beli yang melemah, berkurangnya lahan garapan, hingga infrastruktur yang belum memadai di sejumlah wilayah.

Anggota DPR RI Partai Demokrat dari Dapil Jatim VII Edhie Baskoro Yudhoyono menyatakan secara tegas menolak adanya impor beras. Ibas, sapaan akrabnya, mengakui regulasi impor beras tidak memberikan keuntungan bagi petani. Sebaliknya, malah merugikan sebab petani harus bersaing dengan harga beras yang relatif lebih murah

Dia menambahkan, harga itu terang lebih murah lantaran produksi beras para importir menggunakan banyak alat canggih yang memangkas jam dan biaya pertanian.

Karena itu, sebagai langkah mendukung makmurnya petani negeri, Ia kembali menyalurkan bantuan alat tani pada Sosialisasi 4 Pilar MPR RI di Ponorogo, Trenggalek, dan Pacitan, Jumat 30 Juli 2021. Bantuan ini merupakan hasil kawalannya dari Program Combine Harvester Komisi IV DPR RI.

Dalam sambutannya, Ibas mengungkapkan rasa prihatinnya akan kondisi masyarakat dan perekonomian saat ini. Dirinya berharap agar program kawalannya bisa memberikan semangat baru.

“Semoga bantuan program kawalan alat panen combine ini bisa menjadi semangat modernisasi untuk pertanian kita. Mugi-mugi ke depannya, hasil panen dapat semakin baik dan kita dapat melakukan proses pemanenan dengan baik, cepat, dan efisien. Tentu hasil akhirnya lebih untung dengan adanya nilai tukar petani yang berkeadilan,” kata Ibas dalam keterangannya, Sabtu (31/7/2021).

(sumber : liputan6.com)

Berita Lainnya

Nasional

Berorientasi Bisnis, Syarief Hasan Sebut Yusril Tutup Mata Atas Pelanggaran Hukum dan Demokrasi

Nasional

Utang Melebihi Setengah Aset, Wakil Ketua MPR: Perlu Langkah Strategis Kurangi Utang

Nasional

Legislator William Wandik Nilai Gugatan Kubu Moeldoko Lemah, Optimis Ditolak MA

Nasional

Demokrat Kubu AHY Optimistis MA Keluarkan Keputusan Seadil-adilnya

Nasional

Judicial Review Pro Muldoko Masuk Kategori “Begal Politik”

Nasional

Perlu Keseriusan Serap Produksi Baja Dalam Negeri, Legislator: Krakatau Steel Sudah Sangat Kompleks

Nasional

Pemerintah Diminta Ambil Sikap soal AUKUS, Jangan Cuma Bilang Khawatir

Nasional

Anggota FPD DPR RI Perjuangkan Peningkatan Upah Guru Honor

Berita: Nasional - Berorientasi Bisnis, Syarief Hasan Sebut Yusril Tutup Mata Atas Pelanggaran Hukum dan Demokrasi •  Nasional - Utang Melebihi Setengah Aset, Wakil Ketua MPR: Perlu Langkah Strategis Kurangi Utang •  Nasional - Legislator William Wandik Nilai Gugatan Kubu Moeldoko Lemah, Optimis Ditolak MA •  Nasional - Demokrat Kubu AHY Optimistis MA Keluarkan Keputusan Seadil-adilnya •  Nasional - Judicial Review Pro Muldoko Masuk Kategori “Begal Politik” •  Nasional - Perlu Keseriusan Serap Produksi Baja Dalam Negeri, Legislator: Krakatau Steel Sudah Sangat Kompleks •  Nasional - Pemerintah Diminta Ambil Sikap soal AUKUS, Jangan Cuma Bilang Khawatir •  Nasional - Anggota FPD DPR RI Perjuangkan Peningkatan Upah Guru Honor •