Ibas Buka Suara, Tegaskan Dukung AHY di Demokrat

Senin, 01 Maret 2021 11:21

ibas (2)

Ketua Fraksi Partai Demokrat DPR RI Edhie Baskoro Yudhoyono (Ibas) angkat suara soal isu kudeta di tubuh Partai Demokrat.

 

Nama Ibas dan Kepala Staf Presiden Moeldoko sempat disebut oleh Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat Kader Muda Demokrat (KMD) Aswin Ali Nasution 
akan diusung menjadi ketum menggantikan Agus Harimurti Yudhoyono.   

Lewat aku Twitternya @Edhie_Baskoro, Ibas menyatakan bahwa Partai Demokrat kompak melawan gerakan kudeta.

"Jajaran pengurus Partai Demokrat, Pusat & Daerah, termasuk saya, kompak dan bersatu untuk hadapi Gerakan Pengambilalihan Kepemimpinan PD yg sah," cuit Ibas di akun twitternya, Sabtu (26/2).

Lebih lanjut, Ibas juga meminta untuk tak diadu-adu dengan AHY yang notabenenya adalah kakak kandungnya sendiri.

"Kami juga Setia & Mendukung penuh Ketua Umum AHY. Jangan diadu-adu antara saya dengan Mas AHY yang juga kakak saya sendiri," tulis Ibas dalam cuitannya.

tweet P

Sebelumnya,  isu kudeta berembus di Partai Demokrat. Bahkan, sejumlah kader dan mantan kader disebut ingin menumbangkan kepemimpinan AHY.

Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat Kader Muda Demokrat (KMD) Aswin Ali Nasution juga meminta AHY mundur. Ia lantas mengusung sejumlah nama sebagai ketua umum, di antaranya Moeldoko dan Ibas.

Terkait hal itu, Partai Demokrat menyebut ada upaya mengadu domba antara AHY dengan Ibas. Moeldoko juga dituding menjadi dalang gerakan kudeta ini.

"Ini trik mengadu domba seakan-akan membuat konflik antara Mas Ibas dan Mas AHY. Ini trik lama yang keji dan tidak pernah berhasil," kata Kepala Badan Komunikasi Strategis DPP Partai Demokrat Herzaky Mahendra Putra saat dihubungi CNNIndonesia.com, Jumat (26/2).

Lebih lanjut, Herzaky meyakini bahwa upaya adu domba AHY dengan Ibas tak akan berhasil, karena kakak beradik itu selalu kompak. 

Sementara itu, Dewan Kehormatan Partai Demokrat kemarin menyatakan sudah memecat tujuh kader lantaran terlibat dalam gerakan kudeta terhadap kepemimpinan AHY.

Enam orang yakni Darmizal, Yus Sudarso, Tri Yulianto, Jhoni Allen Marbun, Syofwatillah Mohzaib, Ahmad Yahya, diberhentikan karena terbukti melakukan perbuatan tingkah laku buruk. Sedangkan satu orang lagi yakni, Marzuki Alie dipecat karena terbukti melakukan pelanggaran etika Partai Demokrat.

Ketua Majelis Tinggi dan pendiri Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) juga menyatakan akan melawan orang-orang yang coba merusak partai berlambang bintang mercy itu.

"Insya Allah, sepanjang hayat di kandung badan, saya akan tetap menjadi kader Partai Demokrat, dan akan menjadi benteng dan Bhayangkara partai ini, menghadapi siapa pun yang akan mengganggu, merusak, merebut, dan menghancurkan partai kita," kata SBY.

Berita Lainnya

Nasional

Kemendikbud dan Kemenristek Dilebur, DPR: Peran BRIN Harus Independen

Nasional

Politikus Demokrat: RUU Perampasan Aset Sangat Urgent

Nasional

Syukuran KLB Demokrat Deli Serdang Ditolak, Achmad Ajak Kader Kembali Lakukan Kerja Nyata untuk Rakyat

Nasional

Wakil Ketua MPR Minta Peran Aktif Masyarakat Tangkal Radikalisme

Nasional

Jangan Sampai Negara Dikelola Ugal-ugalan, DPR Siap Panggil PLN dan ESDM Soal Rencana Kenaikan Tarif Listrik

Nasional

Nanang Respons Isu Merek atau Logo Demokrat

Nasional

Anggota DPR dukung konten RUU Kejaksaan harus dirumuskan komprehensif

Nasional

Rasa Keadilan Harus Bisa Didapatkan dalam RUU Kejaksaan

Berita: Nasional - Kemendikbud dan Kemenristek Dilebur, DPR: Peran BRIN Harus Independen •  Nasional - Politikus Demokrat: RUU Perampasan Aset Sangat Urgent •  Nasional - Syukuran KLB Demokrat Deli Serdang Ditolak, Achmad Ajak Kader Kembali Lakukan Kerja Nyata untuk Rakyat •  Nasional - Wakil Ketua MPR Minta Peran Aktif Masyarakat Tangkal Radikalisme •  Nasional - Jangan Sampai Negara Dikelola Ugal-ugalan, DPR Siap Panggil PLN dan ESDM Soal Rencana Kenaikan Tarif Listrik •  Nasional - Nanang Respons Isu Merek atau Logo Demokrat •  Nasional - Anggota DPR dukung konten RUU Kejaksaan harus dirumuskan komprehensif •  Nasional - Rasa Keadilan Harus Bisa Didapatkan dalam RUU Kejaksaan •