Herman Khaeron: Pancasila adalah Ideologi yang Tepat untuk Indonesia

Selasa, 14 September 2021 15:59

Herman-Khaeron

Anggota DPR RI Fraksi Partai DemokratHerman Khaeron, mengatakan bahwa Pancasila menjadi ideologi yang sangat tepat bagi Indonesia, karena memiliki nilai-nilai yang tiak dipunyai oleh negara lain di dunia.

"Saya tegaskan, tidak ada ideologi lain di negara ini selain Pancasila. Segala upaya untuk menggantikannya (Pancasila) pasti akan kami tentang," jelasnya, Senin (13/9/2021).

Pria yang akrab disapa Kang Hero tersebut melanjutkan, Upaya-upaya untuk menggeser bahkan mengganti ideologi itu, akan menjadi musuh bersama. Dan Partai Demokrat adalah salah satu garda terdepan penentang pihak-pihak yang berusaha mengganti Pancasila sebagai dasar negara.

Menurutnya, ideologi-ideologi lain selain Pancasila sangat dilarang. Contoh hal kecilnya saja adalah orang yang tidak beragama sangat bertentangan dengan Pancasila.

Karena, tambahnya, sudah dijelaskan dalam Sila Pertama Pancasila, yakni Ketuhanan Yang Maha Esa, maka setiap warga negara Republik Indonesia harus memiliki agama, baik itu agama yang diakui maupun tidak.

"Kalau tidak beragama maka bertentangan dengan Sila Pertama," tegasnya yang juga menjabat sebagai Kepala Badan Pembina Organisasi, Kaderisasi, dan Keanggotaan (BPOKK) DPP Partai Demokrat.

Menurutnya, sosialisasi terkait empat pilar kebangsaan yang mencakup Pancasila sebagai dasar dan ideologi negara, UUD 1945 sebagai Konstitusi Negara serta Ketetapan MPR, Negara Kesatuan Republik Indonesia sebagai bentuk negara, dan Bhineka Tunggal Ika sebagai semboyan negara harus terus dilakukan. Karena, masih banyak masyarakat yang masih belum memahaminya.

Untuk itu, dirinya juga mengajak para awak media sebagai kontrol sosial masyarakat, menjadi bagian penting bagi keutuhan NKRI. Produk berita yang dihasilkannya pun terbukti telah menjaga keutuhan NKRI.

"Di tengah perkembangan teknologi dan era digital saat ini, wartawan sebagai salah satu pilar demokrasi, mampu menjaga keutuhan NKRI dan mengamalkan UUD 1945 dan Pancasila," harapnya. (*)

(sumber : timesindonesia.co.id)

Berita Lainnya

Nasional

DPR Ingatkan Sri Mulyani: Dana PEN untuk Ibu Kota Baru Langgar UU

Nasional

BKSAP Serukan Pentingnya Konektivitas Indo-Pasifik untuk Jawab Berbagai Tantangan Regional

Nasional

BKSAP Dorong Pariwisata Bali Dibuka untuk Wisatawan Asing

Nasional

Anggota DPR Soroti Kasus Gala Sky, Minta Menteri PPPA Ikut Selesaikan Masalah Doddy Sudrajat Vs KPAI

Nasional

Komisi VIII DPR Kompak Usir Sekjen Kemensos dari Rapat, Ada Apa?

Nasional

Berikan Catatan Kritis Terkait RUU IKN, FPD DPR: Harus Benar-benar Cermat dan Matang Segala Sesuatunya

Nasional

RUU IKN Disahkan, Anggota Dewan Ingatkan Pemindahan Ibu Kota Tak Hanya Ruang Kerja, tetapi...

Nasional

Kritisi Pemindahan IKN, Anggota Pansus FPD: Utang Pemerintah Sudah Tembus Rp6.908,87 Triliun

Berita: Nasional - DPR Ingatkan Sri Mulyani: Dana PEN untuk Ibu Kota Baru Langgar UU •  Nasional - BKSAP Serukan Pentingnya Konektivitas Indo-Pasifik untuk Jawab Berbagai Tantangan Regional •  Nasional - BKSAP Dorong Pariwisata Bali Dibuka untuk Wisatawan Asing •  Nasional - Anggota DPR Soroti Kasus Gala Sky, Minta Menteri PPPA Ikut Selesaikan Masalah Doddy Sudrajat Vs KPAI •  Nasional - Komisi VIII DPR Kompak Usir Sekjen Kemensos dari Rapat, Ada Apa? •  Nasional - Berikan Catatan Kritis Terkait RUU IKN, FPD DPR: Harus Benar-benar Cermat dan Matang Segala Sesuatunya •  Nasional - RUU IKN Disahkan, Anggota Dewan Ingatkan Pemindahan Ibu Kota Tak Hanya Ruang Kerja, tetapi... •  Nasional - Kritisi Pemindahan IKN, Anggota Pansus FPD: Utang Pemerintah Sudah Tembus Rp6.908,87 Triliun •