Herman Khaeron: Jangan-jangan Ocehan Ahok Untuk Tutupi Kegagalan Dia Jaga Pertamina

Jumat, 18 September 2020 10:54

HERMAN

Komisaris Utama PT Pertamina, Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok membongkar sederet borok Pertamina melalui video berdurasi 6 menit yang diunggah akun Youtube POIN.

Salah satu aib yang diungkapkan Ahok adalah direksi yang hobi lobi menteri. Komisaris pun kata dia rata-rata titipan kementerian. Menurut Ahok, dia punya cara untuk mengatasi masalah tersebut. Salah satunya dengan melakukan lelang terbuka.

Borok selanjutnya, Ahok sering mendapati pejabat Pertamina masih menerima fasilitas gaji besar meskipun jelas-jelas sudah dicopot dari jabatan. Alasannya karena orang lama.

Anggota Komisi VI DPR RI Herman Khaeron, mengaku setuju dengan upaya pembenahan di PT Pertamina sebagaimana disampaikan Ahok agar lebih efisien, transparan, akuntabel, dan kontributif bagi negara.

Namun, Herman Khaeron meminta Ahok tidak memanfaatkan posisinya sebagai komisaris utama Pertamina untuk pencitraan pribadi dengan banyak mengumbar omongan dari pada langkah konkret.

"Pak Ahok adalah Komut di Pertamina, sebaiknya silahkan gunakan kewenanganya untuk melakukan pembinaan dan pengawasanya secara internal," kata Herman Khaeron saat dihubungi, Rabu (16/9).

"Saya setuju bahwa Pertamina harus efisien, profesional, dan menjadi perusahaan hebat ke depan, tetapi dikala Pertamina rugi Rp 11,3 triliun dan kerugian ini di era Ahok, janganlah menyerang institusi sendiri dan bahkan menyerang Kementerian BUMN untuk dibubarkan," imbuhnya. Menurut politisi Partai Demokrat ini, semestinya Ahok sebagai Komut melakukan pembinaan dan pembenahan ke dalam internal perusahaan.

Dia pun menduga pernyataan Ahok dilakukan guna menutupi kegagalan dirinya yang membuat Pertamina merugi. 

"Jangan-jangan ocehan ini untuk menutupi kegagalan dia menjaga Pertamina merugi. Jangan bicara Indonesia incorporation jika sebagai Komut Pertamina saja gagal dan hanya nakut-nakuti," pungkasnya.


Berita Lainya

Nasional

Cara Sri Mulyani Kelola Uang Negara Membingungkan, Ada Silpa Rp 234 T Tapi Ngutang Rp 7 T

Nasional

Benny K Harman: Isu Siswi Nonmuslim Berjilbab Dimanfaatkan Penguasa Mengalihkan Kasus Korupsi Bansos

Nasional

Demokrat Beri Catatan Risma Pekerjakan Tunawisma di BUMN

Nasional

DPR Minta TNI Kejar Pelaku Penembakan Dua Prajuritnya Secara Terukur

Nasional

Utang RI Melonjak, Syarief Hasan Ingatkan Pemerintah Jaga Rasio Utang

Nasional

Demokrat Peringatkan Pemerintah, Jangan Tilep Bantuan Bencana Seperti Bansos Covid-19

Nasional

Hinca Serukan Gotong Royong Untuk Perbaikan Pasar Horas

Nasional

Soal UMKM, Rudana Minta Kemenkop Maksimalkan Sinergi dengan Lembaga Lain

Berita: Nasional - Cara Sri Mulyani Kelola Uang Negara Membingungkan, Ada Silpa Rp 234 T Tapi Ngutang Rp 7 T •  Nasional - Benny K Harman: Isu Siswi Nonmuslim Berjilbab Dimanfaatkan Penguasa Mengalihkan Kasus Korupsi Bansos •  Nasional - Demokrat Beri Catatan Risma Pekerjakan Tunawisma di BUMN •  Nasional - DPR Minta TNI Kejar Pelaku Penembakan Dua Prajuritnya Secara Terukur •  Nasional - Utang RI Melonjak, Syarief Hasan Ingatkan Pemerintah Jaga Rasio Utang •  Nasional - Demokrat Peringatkan Pemerintah, Jangan Tilep Bantuan Bencana Seperti Bansos Covid-19 •  Nasional - Hinca Serukan Gotong Royong Untuk Perbaikan Pasar Horas •  Nasional - Soal UMKM, Rudana Minta Kemenkop Maksimalkan Sinergi dengan Lembaga Lain •