Harmusa Oktaviani Kenalkan QRIS ke Pelaku Koperasi di Blora

Rabu, 08 September 2021 10:33

harmusa (1)

Harmusa Oktaviani, anggota DPR RI, Komisi XI Dapil Jateng III datang ke Blora kemarin. Sosialisasi gerakan nasional non tunai. Pembayaran melalui sistem QRIS (Quick Response Code Indonesia Standard). Bersama para pelaku koperasi, lokasinya di Graha Larasati.

Dalam sosialisasi tersebut ada empat narasumber. Pertama Harmusa Oktaviani, S.E Anggota DPR RI Komisi XI. Manager Fungsi dan Implementasi Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Jateng, Juhari.

Sales Person Dana dan Jasa BRI KanCab. Blora, Tulus Pamuji Widodo. Serta  Kasi UMKM DINKOP dan UKM Kabupaten Blora, Sri Rahardjo. Dengan audience yang hadir 150 orang. Menerapkan prokes dalam sosialisasi gerakan tersebut.

Vivin -sapaan Harmusa Oktaviani memberikan semangat dan dukungan gerakan cashless di Kabupaten Blora. Agar para audience (para pelaku koperasi kabupaten Blora) tahu program yang di keluarkan Bank Indonesia (BI).

”Keuntungan dari cashless sistem QRIS ini adalah meminimalisir penggunaan uang kertas yang dalam kondisi pandemi seperti ini cashless diharapkan lebih efisien dan efektif serta menghemat waktu dan biaya penanganan transaksi,” kata Harmusa Oktaviani yang merupakan anggota DPR RI Fraksi Partai Demokrat asal Daerah Pemilihan Jateng 3 meliputi Kabupaten Pati, Grobogan, Blora, dan Rembang.

Manager Fungsi dan Implementasi Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Jateng, Juhari memaparkan sistem pembayaran di masa Covid-19 dan new normal. Adanya physical distancing dan PSBB direspon dengan penguatan ekosistem digital dan inofasi transaksi tanpa tatap muka dengan QRIS dan digital banking

”QRIS adalah standarisasi pembayaran menggunakan metode QR Code dari Bank Indonesia agar proses transaksi dengan QR Code menjadi lebih mudah, cepat dan terjaga keamanannya. Dengan QRIS masyarakat dapat bertransaksi dengan QR code tanpa adanya hambatan antar dompet elektronik atau mobile banking yang dimiliki oleh masing-masing,” paparanya.

Manfaatnya bagi pemerintah atau pemda mendorong pertumbuhan ekonomoi yang lebih inklusif. Terdatanya UMKM dan transaksinya untuk formulasi kebijakan. Pembayaran retribuso dan pajak yang murah dan efisien. Mendukung elektronifikasi Pemda. Persiapan ke ekonomi keuangan digital dan smart city.

Bagi pedagang membangun credit profile dengan mudah untuk kemudahan mendapatkan pinjaman. Menerima pembayaran secara higienis. Transaksi tercatat dan langsung masuk rekening.

Tidak perlu uang kembalian, bebas resiko pencurian dan uang palsu. Mengikuti tren sehingga meningkatkan penjualan. Mudah dan bebas biaya bagi usaha mikro (sampai Desember 2021)

Bagi masyarakat alternatif pembayaran kekinian. Pengeluaran tercatat. Aman, cepat dan nyaman. Efisien.

Sales Person Dana dan Jasa BRI KanCab. Blora,  Tulus Pamuji Widodo menyampaikan seputar QRIS. Lalu unggul,  dari penjabaran Universil, GampanG-Untung-Langsung. Kemudian pendaftaran merchant.

Kasi UMKM DINKOP dan UKM Kabupaten Blora, Sri Rahardjo menyampaikan materi optimalisasi marker UMKM melalui platform digital di masa pandemi. Menjelaskan seputar UMKM, dampak pandemi terhadap mereka serta jumlah di kabupaten Blora

Total ada 13.224 unit, terdiri usaha menengah 54 unit, usaha kecil 370 unit, usaha mikro 12.797 unit. Selain itu menuyampaikan skema digitalisasi, macam-macam platform dan kendala dalam pelaksaaan digitalisasi bagi UMKM. Mulai pengetahuan teknologi masih rendah, menentikan platform digital serta strategi pemasaran digital. 

(sumber : radarkudus.jawapos.com)

Berita Lainnya

Nasional

Berorientasi Bisnis, Syarief Hasan Sebut Yusril Tutup Mata Atas Pelanggaran Hukum dan Demokrasi

Nasional

Utang Melebihi Setengah Aset, Wakil Ketua MPR: Perlu Langkah Strategis Kurangi Utang

Nasional

Legislator William Wandik Nilai Gugatan Kubu Moeldoko Lemah, Optimis Ditolak MA

Nasional

Demokrat Kubu AHY Optimistis MA Keluarkan Keputusan Seadil-adilnya

Nasional

Judicial Review Pro Muldoko Masuk Kategori “Begal Politik”

Nasional

Perlu Keseriusan Serap Produksi Baja Dalam Negeri, Legislator: Krakatau Steel Sudah Sangat Kompleks

Nasional

Pemerintah Diminta Ambil Sikap soal AUKUS, Jangan Cuma Bilang Khawatir

Nasional

Anggota FPD DPR RI Perjuangkan Peningkatan Upah Guru Honor

Berita: Nasional - Berorientasi Bisnis, Syarief Hasan Sebut Yusril Tutup Mata Atas Pelanggaran Hukum dan Demokrasi •  Nasional - Utang Melebihi Setengah Aset, Wakil Ketua MPR: Perlu Langkah Strategis Kurangi Utang •  Nasional - Legislator William Wandik Nilai Gugatan Kubu Moeldoko Lemah, Optimis Ditolak MA •  Nasional - Demokrat Kubu AHY Optimistis MA Keluarkan Keputusan Seadil-adilnya •  Nasional - Judicial Review Pro Muldoko Masuk Kategori “Begal Politik” •  Nasional - Perlu Keseriusan Serap Produksi Baja Dalam Negeri, Legislator: Krakatau Steel Sudah Sangat Kompleks •  Nasional - Pemerintah Diminta Ambil Sikap soal AUKUS, Jangan Cuma Bilang Khawatir •  Nasional - Anggota FPD DPR RI Perjuangkan Peningkatan Upah Guru Honor •