Gempar Isu Perang Bintang Polri, Demokrat Salahkan Sistem Perekrutan Kapolri: Melangkahi Beberapa Angkatan

Selasa, 15 November 2022 14:01

POLRI 

Anggota Komisi III DPR dari Fraksi Demokrat Santoso menyalahkan sistem perekrutan jabatan Kapolri hingga mencuat isu Perang Bintang di tubuh Polri.

Menurut Santoso, sistem perekrutan jabatan Kapolri salah karena melangkahi beberapa angkatan yang sudah ada.

Karena apabila ada pihak yang seharusnya sudah dapat kesempatan naik jabatan, justru terlewatkan dan tak mendapat kesmepatan yang nyata.

"Ini akibat dari perekrutan jabatan Kapolri yang melangkahi beberapa angkatan," kata Santoso, seperti dikutip Disway.id dari akun Twitter @PDemokrat pada Jumat, 11 November 2022.

"Akhirnya yang bawah ini, yang seharusnya naik, jadi terpendam, terkunci," tutur Santoso menambahkan pernyataannya.

Kemudian Santoso mengira apabila proses karir ke jenjang yang lebih tinggi sesuai dengan aturan main yang ada, maka tidak akan terjadi gonjang-ganjing isu liar.

Maka dari itu Santoso tak heran lagi jika saat ini justru muncul isu perang bintang antar pejabat tinggi di tubuh Polri.

"Kalau proses karir sesuai dengan angkatan, tidak lompat-lompat, saya kira isu perang bintang ini tidak akan terjadi." tutup Santoso.

Sebelumnya, Dua mantan Kapolri yakni Jenderal (purn) Tito Karnavian dan Jenderal (purn) Idham Aziz disebut menjadi pemicu terjadinya perang bintang di tubuh Polri.

Menurut Wakil Ketua Komisi III DPR RI Desmond J Mahesa, isu perang bintang diawali dengan adanya pertemuan yang dilakukan oleh beberapa mantan Kapolri dengan Kapolri yang menjabat saat ini yakni Jenderal Listyo Sigit.

Pemicu munculnya isu 'perang bintang' itu sendiri dikatakan Mahesa terjadi karena ada dua mantan Kapolri yang tidak datang di dalam pertemuan tersebut.

"Kalau kita baca, kenapa para Kapolri, para mantan Kapolri tidak ngajak dua mantan Kapolri lain?," ujar Desmond, saat ditemui di Kompleks Parlemen, Jakarta pada Rabu, 9 November 2022.

"Berarti udah jelas dong, dua mantan Kapolri yang tidak ikut adalah sumber masalahnya," tambahnya.

Meski demikian Desmond meyakini tidak adanya perang bintang yang sesungghunya benar-benar terjadi di tubuh Polri.

Dengan munculnya isu perang bintang itu, maka diyakini Desmond tengah ada sistem yang mulai rusak di internal Polri.

"Perang bintang menurut saya tidak ada, cuma sistem ini rusak," pungkas Desmond.

Lebih lanjut, Desmond menyebut permasalahan di internal Polr berawal dari munculnya kasus pembunuhan yang dilakukan oleh mantan Kadiv Propam Polri Ferdy Sambo.

perang kekuasaan

Terlebih Ferdy Sambo pernah menjadi anggota Satgassus yang dibentuk Tito Karnavian dan Idham Aziz. 

"Kalau kita telusuri Sambo, Sambo itu Satgassus. Siapa yang bikin Satgassus? Ya Tito, ya Idham," terang Desmond.

"Kerusakan yang terjadi hari ini disebabkan dua Kapolri yang nggak bagus itu loh, mantan-mantan Kapolri nggak mau ngajak mereka," tuturnya menambahkan.

( sumber : disway.id )

Berita Lainnya

Nasional

Harga Terbang ke Papua Jauh Lebih Mahal daripada ke Eropa

Nasional

Komisi I DPR Uji Calon Dubes untuk 13 Negara, Ini Daftar Lengkapnya

Nasional

Legislator Demokrat Dukung Kepala BRIN Diganti: Bikin Karut-Marut

Nasional

Muslim Minta Pusat Masukkan Aceh dalam Target Investasi Nasional Tahun Ini

Nasional

Menpan RB Diminta Jelaskan Maksud Anggaran Kemiskinan Rp500 Triliun Habis untuk Rapat dan Studi Banding

Nasional

Legislator Harap Pertamina Dapat Tingkatkan Kinerja Positif tahun 2022

Nasional

Rizki Natakusumah Dukung Semangat Ratifikasi Konvensi Internasional Pelindungan dari Penghilangan Paksa

Nasional

Kehadiran Badan Pangan Nasional Diharapkan Dapat Atasi Mafia Pangan

Berita: Nasional - Harga Terbang ke Papua Jauh Lebih Mahal daripada ke Eropa •  Nasional - Komisi I DPR Uji Calon Dubes untuk 13 Negara, Ini Daftar Lengkapnya •  Nasional - Legislator Demokrat Dukung Kepala BRIN Diganti: Bikin Karut-Marut •  Nasional - Muslim Minta Pusat Masukkan Aceh dalam Target Investasi Nasional Tahun Ini •  Nasional - Menpan RB Diminta Jelaskan Maksud Anggaran Kemiskinan Rp500 Triliun Habis untuk Rapat dan Studi Banding •  Nasional - Legislator Harap Pertamina Dapat Tingkatkan Kinerja Positif tahun 2022 •  Nasional - Rizki Natakusumah Dukung Semangat Ratifikasi Konvensi Internasional Pelindungan dari Penghilangan Paksa •  Nasional - Kehadiran Badan Pangan Nasional Diharapkan Dapat Atasi Mafia Pangan •