FPD Tentang RUU Kerjasama Bidang Pertahanan dengan China dan Jerman

Kamis, 11 Februari 2016 00:00

Berikut Pandangan Umum  Fraksi Partai Demokrat Tentang RUU Tentang Pengesahan Persetujuan Antara Pemerintah Republik Indonesia dan Pemerintah Republik Rakyat China Tentang Kerjasama Aktivitas dalam Bidang Pertahanan dan  RUU Tentang Pengesahan Nota Kesepahaman Antara Kementerian Pertahanan Republik Indonesia dan Kementerian Pertahanan Republik Federasi Jerman Mengenai Kerja Sama di Bidang Pertahanan.  Pandangan ini dibacakan oleh Dr Djoko Udjianto, Anggota Komisi I DPR RI-FPD pada Rapat Kerja Komisi I DPR RI dengan Pemerintah (Menlu RI, Menhan RI, & Menkumham RI) 10 Februari 2016 Pukul 10:00 WIB. Raker ini membahas:

1.RUU tentang MoU between the Ministry of Defence of the Republic of Indonesia and the Fed. Ministry of Defence of the Fed. Repub.of Germany concerning Cooperation in the Field of Defence 

2.Agreement between the Government of The Republic of Indonesia and the Govevernment of the Peoples Republic of China on Cooperation Activities in the Field of Defence

 

 

Assalamualaikum Wr.Wb

Salam Sejahtera untuk kita semua

Yth. Saudara Pimpinan dan Anggota Komisi I DPR RI,

Yth. Menteri Luar Negeri RI, Menteri Pertahanan RI, Menteri Hukum dan HAM RI, Serta hadirin yang kami hormati

 

Puji Syukur Kepada Tuhan Yang Maha Esa, Allah SWT, karena atas segala karunia dan cinta kasih-Nya kita dapat melaksanakan tugas konstitusional kita dalam Rapat Kerja di Komisi I DPR RI.

Dialektika paradigmatik dalam teori politik internasional bersepakat menempatkan kondisi natural dari sistem internasional adalah anarki. Tetapi paradigma-paradigma itu memiliki pandangan yang berbeda terkait sifat dari anarki tersebut. Realisme umpamanya memandang bahwa sifat anarki dalam sistem global adalah abadi dan konstan. Ini terjadi karena sistem internasional tidak memiliki struktur kekuasaan yang jelas dan tegas seperti dalam struktur politik domestik. Setiap negara memiliki perinsip kedaulatan sebagai yang tertinggi dan tidak ada pemerintahan lagi diatasnya.

Sedangkan liberalisme memandang bahwa sifat anarki dari sistem global bukan sesuatu yang konstan melainkan dapat diubah dan diarahkan melalui sebuah kerjasama internasional. Jika Realisme menganalogikan politik internasional sebagai hutan rimba belantara, maka liberalisme menganggapnya sebagai ladang yang bisa diolah; menanam perang atau damai. Tentu, pengolahan yang dilakukan adalah bagaimana caranya sistem internasional ini menjadi damai. Menciptakan dunia yang damai, menurut liberalisme, dapat dilakuan dengan cara melakukan kerjasama internasional.

Di sisi lain, konstruktivisme menilai anarki internasional hanyalah sebuah konsepsi yang dicipta atau direkayasa. Anarkhi atau tidaknya dunia ini sangat tergantung dari persepsi  aktor terhadap tatanan global dan negara lain. Apabila kita melihat negara lain itu kawan, maka dunia dapat ditata dengan lebih mudah melalui kerjasama. Tetapi apabila kita melihat negara lain sebagai lawan, maka akan tercipta konflik.  Analoginya adalah: pistol, secara materi adalah sama yaitu senjata api yang mematikan. Tetapi pistol di tangan kawan akan memiliki makna yang berbeda dengan pistol yang ada di tangan lawan.

Berdasarkan pada perdebatan paradigmatik hubungan internasional tersebut di atas, Fraksi Partai Demokrat melihat secara optimis bahwa tatatan global saat ini dapat diarahkan pada interaksi positif dengan cara merekayasa persepsi positif terhadap orang lain. Caranya adalah melalui kerjasama. Itulah substansi dari ungkapan sejuta kawan tanpa lawan yaitu membuka peluang kerjasama dengan pihak manapun selama tidak mengganggu kepentingan dan prinsip-prinsip dasar yang kita miliki.

China, dalam persepktif negara-negara lain yang tengah berkontestasi dengannya, seperti Amerika, Vietnam dan lainnya adalah negara yang dipersepsikan bahaya. Tetapi persepsi bahwa China adalah bahaya dapat diubah dengan melakukan rekayasa persepsi, yaitu melalui hubungan kerjasama mutualistis antara Indonesia dan China, khususnya di bidang pertahanan. Armada militer China adalah yang terkuat di Asia Timur. Memiliki kerjasama dengannya akan memberikan banyak keuntungan bagi Indonesia khususnya dalam peningkatan kemampuan dan pengalaman prajurit TNI di lapangan. Secara timing, pembahasan kerjasama militer dengan China saat ini memiliki makna strategis untuk penciptaan perimbangan power dan persepsi netralitas Indonesia, khususnya terkait konflik yang terjadi di wilayah Laut China Selatan. Seperti diketahui, sebelumnya kita telah mengesahkan Undang-Undang terkait kerjasama bidang pertahanan dengan Vietnam, negara yang saat ini terlibat konflik dengan China di Laut China Selatan. Karenanya, Pembahasan RUU kerjasama di bidang kemiliteran dengan China saat ini dapat menegaskan bahwa Indonesia berposisi netral dalam persoalan sengketa Laut China Selatan.

Seperti halnya China, Jerman juga merupakan salah satu negara dengan militer terkuat di wilayah Eropa Barat. Teknologi Jerman sejak jaman dulu hingga saat ini dikenal sangat maju. Berbagai macam teknologi kemiliteran setingkat NATO banyak diproduksi oleh negara ini seperti main battle tank (MBT) dan lain sebagainya. Dalam upaya pencapaian renstra Minimum Essential Forces (MEF) TNI tahap II, Indonesia masih banyak membutuhkan alutsista dari negara lain. Melalui kerjasama strategis di bidang pertahanan antara Indonesia dengan Jerman, kita berharap bahwa kerjasama tersebut dapat mempermudah TNI dalam pencapaian renstra MEF tahap II ini. Jerman dapat dikatakan sebagai representasi militer Barat. Sehingga timing pembahasan kerjasama pertahanan dengan Jerman ini juga dinilai tepat karena bersandingan dengan pembahasan kerjasama pertahanan China sehingga dapat mencegah persepsi bahwa pertahanan dan militer Indonesia cenderung ke “Timur”.

 

Saudara Pimpinan dan Anggota Komisi I, Menteri Luar Negeri, Menteri Pertahanan, Menteri Hukum dan HAM RI, serta hadirin yang terhormat,

Berdasarkan pertimbangan tersebut, Fraksi Partai Demokrat memandang RUU Tentang Pengesahan Persetujuan Antara Pemerintah Republik Indonesia dan Pemerintah Republik Rakyat China Tentang Kerjasama Aktivitas Dalam Bidang Pertahanan dan RUU Tentang Pengesahan Nota Kesepahaman Antara Kementerian Pertahanan Republik Indonesia dan Kementerian Pertahanan Republik Federasi Jerman Mengenai Kerja Sama Di Bidang Pertahanan perlu didukung dan dibahas dengan seksama.

Demikian Pandangan Umum dari Fraksi Partai Demokrat ini disampaikan semoga Allah, Tuhan Yang Maha Esa, memberikan ridho-Nya pada kita semua.

 

Sekian dan terimakasih,

 

Wabillahittaufiq wal hidayah

Wassalamualaikum Wr.Wb

 

Jakarta, 10 Februari 2016

PIMPINAN FRAKSI PARTAI DEMOKRAT

DEWAN PERWAKILAN RAKYAT REPUBLIK INDONESIA

 

KETUA,

 

 

 

 


EDHIE BASKORO YUDHOYONO, M.Sc

No. Anggota: A-434

SEKRETARIS,

 

 

 

 

 

DIDIK MUKRIANTO, SH., MH

No. Anggota: A-437

 

 

Berita Lainnya

Nasional

Wakil Ketua MPR RI: Pemerintah Harus Fasilitasi UMKM agar Berdaya Saing

Nasional

Suntikan Modal Tak Jelas, Elit Demokrat Dorong Audit Seluruh BUMN

Nasional

Demokrat: Pemberantasan Korupsi dalam 2 Tahun Pemerintahan Jokowi Mati Suri, Lembek ke Koruptor

Nasional

Dede Yusuf: LADI Bermasalah Sejak 2017, Akan Jadi Catatan Khusus dalam Revisi UU SKN

Nasional

Reses, Anggota DPR RI Fraksi Demokrat Sartono Hutomo Bagi Sembako, Alsintan dan Terop

Nasional

Debby Kurniawan : Trofi Thomas Cup Jadi Momen Kebangkitan Bulu Tangkis Indonesia

Nasional

Komisi III DPR: Kapolri Tidak Boleh Diam, Tegur dan Pecat Anak Buahnya yang Ancam Warganet

Nasional

Petani Menjerit, Legislator Demokrat Soroti Meroketnya Harga Pupuk

Berita: Nasional - Wakil Ketua MPR RI: Pemerintah Harus Fasilitasi UMKM agar Berdaya Saing •  Nasional - Suntikan Modal Tak Jelas, Elit Demokrat Dorong Audit Seluruh BUMN •  Nasional - Demokrat: Pemberantasan Korupsi dalam 2 Tahun Pemerintahan Jokowi Mati Suri, Lembek ke Koruptor •  Nasional - Dede Yusuf: LADI Bermasalah Sejak 2017, Akan Jadi Catatan Khusus dalam Revisi UU SKN •  Nasional - Reses, Anggota DPR RI Fraksi Demokrat Sartono Hutomo Bagi Sembako, Alsintan dan Terop •  Nasional - Debby Kurniawan : Trofi Thomas Cup Jadi Momen Kebangkitan Bulu Tangkis Indonesia •  Nasional - Komisi III DPR: Kapolri Tidak Boleh Diam, Tegur dan Pecat Anak Buahnya yang Ancam Warganet •  Nasional - Petani Menjerit, Legislator Demokrat Soroti Meroketnya Harga Pupuk •