Selasa, 28 April 2020 04:27 0

PUTU KOMISI

Pandemi Covid-19 memberi banyak pelajaran pada bangsa ini, terutama pemerintah. Misalnya, bahwa pemerintah belum maksimal menyosialisasikan gerakan ketahanan pangan, ketahanan energi dan ketahanan kesehatan yang baik dan berlandaskan pada produk dalam negeri.

Demikian disampaikan anggota FPD asal Bali, Putu Supadma Rudana dalam rapat dengar pendapat umum (RDPU) Komisi VI dengan GP Jamu, GP Farmasi, GAPMMI dan API (27/4/2020). Rapat virtual ini membahas berbagai isu aktual terkait dampak Covid-19.

‘’Pandemi ini begitu berpengaruh, kondisi kita sangat sulit. Pariwisata termasuk yang sangat terpukul. Sektor pariwisata tidak tumbuh, belum lagi industri restoran. Masyarakat kesulitan. Pelajaran pentingnya, sudah semaksimal apa kita menyosialisasikan gerakan ketahanan pangan, ketahanan energi dan ketahanan kesehatan yang baik dan berpijak pada produksi dalam negeri,’’ kata Putu Rudana.
Rudana mencontohkan, perusahaan farmasi dalam negeri seperti GP Farmasi, sebenarnya masih bisa bertahan seperti dapat dilihat di pasar modal. Namun perlu dicermati bagaimana mekanisme import bahan obat yang hampir 80 persen dari luar.

‘’Lalu bagaimana juga proses distribusi dari APD dan masker medis? Sekarang masker medis yang sulit didapatkan kecuali melalui sistem online yang harganya saja sudah diatas Rp 250.000,- bahkan ada yang sampai Rp450.000,-. Apakah GP Farmasi ini sudah melakukan antisipasi?’’ tanya Rudana.

Menanggapi hal ini, GP Farmasi menyatakan bahwa industry farmasi pun ikut terdampak wabah Covid-19. Sejumlah perusahaan di bidang ini mengalami kesulitan bertahan.

Disebutkan, GP Farmasi di Indonesia hanya dipersiapkan sebagai industri manufaktur bukan industri BBO yang sebenarnya jauh lebih penting. Dengan fakta bahwa industri farmasi menyumbang 5 % pada PDB, sudah seharusnya ada inisiatif untuk mengubah strategi dari produksi industri farmasi di Indonesia.

‘’Kami membutuhkan insentif dan ruang yang jelas dari Indonesia untuk membangun industri farmasi yang ada. Mengenai kenaikan harga, itu disebabkan BBO naik, distribusi juga naik, sehingga harga obat pun naik,’’ kata perwakilan dari GP Farmasi.

Mengenai sektor tekstil, Rudana memahami bahwa situasinya juga tak kalah sulit. Ia berharap pemerintah memberikan situmulus yang tepat melalui Asosiasi Pertekstilan Indonesia (API).

‘’Jadi tolong API memberikan list secara detail tentang hal apa saja yang dibutuhkan oleh industri tekstil dalam negeri sehingga pemerintah bisa segera eksekusi. Menurut kami, pemerintah gagap dalam menangani hal ini karena memang Pandemi ini belum pernah terjadi sebelumnya,’’ kata Wakil Ketua Badan Kerja Sama Antar Parlemen (BKSAP) DPR RI itu.

Rudana juga menyampaikan tanggapan untuk Gabungan Pengusaha Makanan dan Minuman Indpnesia (GAPMMI). ‘’Hal yang ingin saya tanyakan adalah bagaimana saudara mengantisipasi peningkatan kebutuhan saat Ramadhan? Apakah ada peningkatan produksi? Lalu bagaimana langkah antisipasi yang dilakukan jika permintaan ini tidak sesuai dengan stok yang disediakan?’’

Menanggapi pertanyaan Rudana, GAPMMI mengatakan bahwa kondisi Ramadhan tahun berbeda dengan tahun sebelumnya. Biasanya ada peningkatan 30 %, tapi tahun ini justru ada penurunan order dari pasar tradisional maupun modern.

‘’Hanya ada beberapa produk yang stabil dan mengalami peningkatan. Hal lain adalah masalah impor, kami pada prinsipinya tidak ingin impor jika produknya tersedia dalam negeri, tapi kalau memang tidak tersedia ya tidak masalah untuk impor. Misalnya industri Kakao, kita produsen ketiga terbesar di dunia tapi mau tidak mau kita impor hampir 200 ribu ton lebih. Ini menyedihkan. Kami ingin pemerintah tetap memperhatikan bahan baku di hulu. Gula dalam industri makanan dan minuman juga masih hapi 100% impor. Sinkronisasi program hulu ke hilir adalah kunci,’’ kata perwakilan GAPMMI.

‘’Kami setuju dengan Pak Putu Rudana bahwa ketahanan pangan harus lebih digalakan,’’ tambah pihak GAPMMI.

Dalam RDP hari ini Ketua GP Jamu Dwi Ranny Pertiwi Zarman mempertanyakan produk jamu dan obat konvensional impor dari China yang masuk dalam Paket Bansos Satgas Covid 19 DPR RI. Padahal menurut BPOM dan dr. Inggrid dari GP Jamu, produk jamu asal China belum teruji klinis, masih berdasar pada testimoni, tidak ada keterangan label komposisi dan terdapat komponen yang dilarang untuk beredar di Indonesia.

Menanggapi ini, Rudana menegaskan pemerintah harus benar-benar mendengar protes Gabungan Pengusaha Jamu. Bahkan yang urgen saat ini, pemerintah harusnya memberikan stimulus kepada industri jamu.

‘’Permintaan saya sama, asosiasi jami membuat daftar kebutuhan, kami yang akan dorong ke pemerintah. Produk jamu mungkin tidak bisa menangkal Covid-19 tapi setidaknya bisa meningkatkan sistem imunitas tubuh. Kami dari FPD mendorong agar terbangun kemandirian nasional dan ketahanan nasional dalam segala bidang, kami FPD mendorong seluas-luasnya distribusi nasional produk Indonesia ke seluruh Indonesia,’’ kata Rudana.

Rudana menegaskan, FPD pada prinsipnya akan terus menjembatani agar pemerintah segera memberikan aksi nyata pada kemajuan seluruh dunia usaha dibidang industri di Indonesia.

(mediafpd)

Berita Lainya

Nasional

Waketum Demokrat Kritik Pelebaran Defisit dalam APBN 2020

Nasional

Demokrat: New Normal Bentuk Kekalahan Perang Pemerintah

Nasional

Melani Suharli Serahkan Sembako Bagi Para Pedagang Pujasera Nyi Ageng Serang

Nasional

8.000 Paket Sembako dari Vera Vebyanthy

Nasional

Setelah Paser dan Kutim, Program Padat Karya Usulan Irwan Pun Berjalan di Kukar

Nasional

BPJS Naik, Muraz: Pemerintah Jangan Kuping Gajah!

Nasional

Peduli Dampak Covid-19, Herman Khaeron Sambangi Rumah Sakit dan Masyarakat

Nasional

Irwan Fecho: Kebijakan Pak Jokowi Bikin Rakyat Makin Ambyar

Berita: Nasional - Waketum Demokrat Kritik Pelebaran Defisit dalam APBN 2020 •  Nasional - Demokrat: New Normal Bentuk Kekalahan Perang Pemerintah •  Nasional - Melani Suharli Serahkan Sembako Bagi Para Pedagang Pujasera Nyi Ageng Serang •  Nasional - 8.000 Paket Sembako dari Vera Vebyanthy •  Nasional - Setelah Paser dan Kutim, Program Padat Karya Usulan Irwan Pun Berjalan di Kukar •  Nasional - BPJS Naik, Muraz: Pemerintah Jangan Kuping Gajah! •  Nasional - Peduli Dampak Covid-19, Herman Khaeron Sambangi Rumah Sakit dan Masyarakat •  Nasional - Irwan Fecho: Kebijakan Pak Jokowi Bikin Rakyat Makin Ambyar •