FPD Nilai Layak 6 Calon Hakim Agung Layak

Minggu, 05 Juli 2015 00:00

 

fraksidemokrat.org—Jakarta. Fraksi Partai Demokrat (FPD) menyatakan setuju DPR menindaklanjuti pengambilan keputusan tingkat 2 atau Rapat Paripurna tehadap 6 (enam) Calon Hakim Agung. Sebagai catatan, FPD berharap agar keberadaan keenam calon tersebut mampu membawa perubahan lebih baik bagi MA. Dan perubahan tersebut, antara lain meliputi manajerial penanganan perkara, penguatan kelembagaan, menjaga  kualitas putusan berbasis keadilan, kepastian hukum, dan kemanfaatan demi terciptanya MA sebagai Lembaga Peradilan yang Agung.

 

Persetujuan ini, disampaikan FPD—melalui juru bicara Erma Suryani Rani SH—dalam Rapat Komisi III guna memberikan Pandangan Mini atas pemberian pertimbangan pengisian kekosongan jabatan hakim agung, Jumat (3/7) di Gedung MPR/DPR. Sebagaimana diatur UU, "Calon hakim Agung diusulkan Komisi Yudisial kepada Dewan Perwakilan Rakyat untuk mendapatkan persetujuan dan selanjutnya ditetapkan sebagai hakim agung oleh Presiden." Adapun surat Komisi Yudisial sudah disampaikan tertanggal 3 Juni 2015 kepada Pimpinan DPR RI dan Pimpinan Komisi III DPR. Isi surat ini menyangkut pengisian kekosongan jabatan Hakim Agung dan KY telah melakukan seleksi para calon untuk sejumlah 8 Hakim Agung yaitu 1 Hakim Agung Kamar Agama, 2 Hakim Agung Kamar Perdata, 2 Hakim Agung Kamar TUN, 2 Hakim Agung Kamar Pidana dan 1 Hakim Agung Kamar Militer.

 

Dari hasil seleksi tersebut, KY 6 Calon Hakim Agung ke Komisi III DPR, yakni  H. Suhardjono, H., S.H., M.H (HT PT Surabaya/Pidana), Wahidin, Dr., H., S.H., M.H (HT PT Bandung/Pidana), Dr., H. Sunarto, S.H., M.H (Kepala Pengawasan MA/Perdata), Maria Anna Samiyati, S.H., M.H (KPT Sulawesi Tengah/Perdata), Dr., H. A. Mukti A, S.H. M.Hum (WK PTA Jambi/Agama) dan Yosran, S.H., M.Hum (HT PT TUN Surabaya/TUN).

 

Terhadap keenam calon, FPD menilai mereka memiliki kemampuan dan kompetensi yang cukup  dari segi pemaparan hukum, berkepribadian mandiri, disiplin dan bertanggung jawab. Berikut profil singkat 6 Calon Hakim Agung yang sudah melewati Fit and Proper Test di komisi III DPR RI:

 

1. Maria Anna Samiyati, SH.MH; usia 58 Tahun, lahir di Wonogiri 22 April 1955 dan berdomisili di Kota Semarang Jawa Tengah. Maria Anna menempuh pendidikan hukum di Universitas 17 Agustus 1945 Semarang dan Program Master Hukum di Universitas Mataram. Calon Hakim Agung bidang Perdata ini merupakan Ketua Pengadilan Tinggi Palu Sulawesi Tengah semenjak Tahun 2014 dan memiliki pengalaman sebagai seorang hakim selama 28 Tahun.

 

 

2. Dr. H. Wahidin, SH.MH; Sarjana Hukum dari Universitas Islam Riau (1984) dan pada 2004 menyelesaikan Magister Ilmu Hukum di Universitas Andalas Pandang Sumatera Barat. Gelar Doktor diraih dari Universitas Utara Malaysia dengan Program/Jurusan Kolej Undang-Undang, Kerajaan dan Pengkajian Antar Bangsa. Wahidin, saat ini adalah Hakim Tinggi di Pengadilan Tinggi Bandung.

    

3. Yosran, SH. M.Hum; usia 56 tahun, lahir di Salido 21 Juni 1959 dan kini berdomisili di Kota Padang Sumatera Barat. Pendidikan hukum Yosran ditempuh di Universitas Andalas dan Melanjutkan Program Master di STIH IBLAM Jakarta. Calon Hakim Agung ini memiliki kompetensi di bidang Tata Usaha Negara, saat ini adalah Hakim Tinggi di Pengadilan Tinggi Surabaya dan telah memiliki pengalaman sebagai hakim selama 25 Tahun.

 

4. Dr. Sunarto, SH.MH; calon ini di usulkan oleh Mahkamah Agung RI. Ia lahir di Sumenep 11 April 1959, saat ini berdomisili di perumahan Mahkamah Agung, Serpong dan Jl. D Sentani Raya C7 H. 18 Malang. Sunarto memulai karier sebagai hakim pada tahun 1987 di Pengadilan Negeri Marauke dan saat ini menjabat sebagai Hakim Tinggi Pengawas pada Badan Pengawas Mahkamah Agung.

 

5. Suhardjono, SH.MH; lahir di surabaya 25 Agustus 1951, Suhardjono memulai karir menjadi calon hakim pada 1985 di Pengadilan Sidoardjo. Ia diangkat seorang hakim tahun 1986, dan menyelesaikan studinya pascarsajana hukumnya IBLAM Jakarta.

 

6. DR. H.A. Mukti Arto, SH.MH; kelahiran Sukoharjo  11 oktober 1951 (64) dan saat menjabat Wakil Ketua Pengadilan Tinggi Jambi. Arto mendapat gelar Doktor dari Universitas Islam Indonesia tahun 2012. (***)

Berita Lainnya

Nasional

Demokrat Kubu AHY Optimistis MA Keluarkan Keputusan Seadil-adilnya

Nasional

Judicial Review Pro Muldoko Masuk Kategori “Begal Politik”

Nasional

Perlu Keseriusan Serap Produksi Baja Dalam Negeri, Legislator: Krakatau Steel Sudah Sangat Kompleks

Nasional

Pemerintah Diminta Ambil Sikap soal AUKUS, Jangan Cuma Bilang Khawatir

Nasional

Anggota FPD DPR RI Perjuangkan Peningkatan Upah Guru Honor

Nasional

Demokrat Soroti Penugasan Jokowi Numpuk di Luhut

Nasional

Demokrat soal Hak Angket Respons Kisruh KPK: Belum Perlu

Nasional

Bentengi Masyarakat dan Pemuda dari Masuknya Paham Radikalisme

Berita: Nasional - Demokrat Kubu AHY Optimistis MA Keluarkan Keputusan Seadil-adilnya •  Nasional - Judicial Review Pro Muldoko Masuk Kategori “Begal Politik” •  Nasional - Perlu Keseriusan Serap Produksi Baja Dalam Negeri, Legislator: Krakatau Steel Sudah Sangat Kompleks •  Nasional - Pemerintah Diminta Ambil Sikap soal AUKUS, Jangan Cuma Bilang Khawatir •  Nasional - Anggota FPD DPR RI Perjuangkan Peningkatan Upah Guru Honor •  Nasional - Demokrat Soroti Penugasan Jokowi Numpuk di Luhut •  Nasional - Demokrat soal Hak Angket Respons Kisruh KPK: Belum Perlu •  Nasional - Bentengi Masyarakat dan Pemuda dari Masuknya Paham Radikalisme •