Rabu, 06 Mei 2020 19:25

Rencana Kementerian Perhubungan membuka kembali akses transportasi keluar daerah di tengah pelarangan mudik, mendapat tanggapan beruntun dari para anggota Komisi V DPR RI dalam Raker dengan Menteri PUPR, terkait antisipasi mudik Lebaran 2020/1441 H di tengah pandemi Covid -19 (6/5/2020).

IrwanKaltim

Irwan, Anggota Komisi V dari FPD menilai bahwa rencana tersebut menunjukkan pemerintah seakan tidak fokus menyelamatkan masyarakat dari Corona. Irwan menilai pemerintah hanya fokus pada perekonomian. Kebijakan pemerintah juga cenderung membinungkan.

‘’Di daerah bingung karena kebijakan yang berbeda-beda. Hal itu memperlihatkan tanggung jawab pemerintah yang tidak serius. Saya yakin 2 bulan ke depan menjadi sangat rawan untuk republik ini,’’ kata Irwan.

Irwan menilai pemerintah terlalu percaya diri untuk relaksasi. Padahal di sejumlah daerah banyak warga terjangkit Corona karena terpapar orang-orang yang datang dari luar.

‘’Longgarnya transportasi karena ekonomi memang penting, tapi ini menjadi penyebab munculnya kasus baru Covid-19. Saya berharap pemerintah fokus, sesuai kata dan perbuatan. Kita ingin pemerintah bertanggungjawab, di daerah APBD sudah habis-habisan digunakan. Hari ini kebijakan A, besok B, berubah ubah ini contoh apa coba,’’ tambah Irwan.

Ditambahkan Irwan, jika relaksasi transportasi berjalan mulai besok (7 Mei 2020), sementara misalnya, pengawasan terasa longgar dan tidak tertib, maka akan banyak kasus baru yang akan muncul.

‘’Relaksasi transportasi ini kan dilakukan untuk penanganan penyelamatan ekonomi, nah ini menegaskan bahwa pemerintah dalam menangani pandemi ini tidak fokus pada penyelamatan manusianya,’’ ungkap Irwan.

Anggota FPD lainnya, Lasmi Indaryani menguatkan sikap kritis Irwan. Menurutnya, pemerintah terkesan mencla-mencle terkait larangan mudik. Hingga daerah pun bingung.

‘’Harusnya tegas saja, kalau memang dilarang yang dilarang. Ini kan, akibat ada pemberitaan terlebih dahulu bahwa akan ada larangan mudik, malah jadinya orang-orang mudik duluan. Saat ini kita ngomong pencegahan, nyatanya sudah terjadi. Kasusnya kan ada, misalnya pemudik yang berada dalam 1 mobil travel positif Covid-19,’’ kata Lasmi.

Lasmi menambahkan, harus dipertegas siapa yang boleh naik pesawat, kereta, dan alat transportasi lainnya. ‘’Karena Covid-19 tidak melihat siapa, tetapi kita harus clear orang yang berpindah tempat atau mudik tidak terkena Corona,’’ tegasnya.

Cecaran berikutnya datang dari Willem Wandik. Willem mempertanyakan izin penerbangan khusus untuk Lion Air. ‘’Ini muncul ketidakadilan bagi maskapai lain karena tidak ada ukuran jelas kenapa Lion Air diberi izin?’’ kata Anggota FPD asal Papua itu.

Menurut Wilem, kebijakan karantina wilayah untuk memutus rantai penyebaran Covid-19 yang terus meningkat, harusnya berdampak baik untuk kawasan seperti Papua. Tapi di sisi lain, juga muncul persoalan. Jumlah pasien corona tetap meningkat di sana.

‘’Kami minta kepada Menhub perlu ada perhatian khusus terkait kepentingan gugus tugas dan medis di Papua dan Papua Barat untuk logistik, APD masker, sembako karena jumlah penduduk sedikit tapi jaraknya jauh-jauh, dan wilayahnya luas sehingga mengalami kesulitan. Kami usul diperbantukan kapal yang tadinya untuk penyelenggaraan PON, dialihkan untuk membantu mempermudah teman-teman gugus tugas di Papua,’’ kata Willem.

(mediafpd)

Berita Lainya

Nasional

Waketum Demokrat Kritik Pelebaran Defisit dalam APBN 2020

Nasional

Demokrat: New Normal Bentuk Kekalahan Perang Pemerintah

Nasional

Melani Suharli Serahkan Sembako Bagi Para Pedagang Pujasera Nyi Ageng Serang

Nasional

8.000 Paket Sembako dari Vera Vebyanthy

Nasional

Setelah Paser dan Kutim, Program Padat Karya Usulan Irwan Pun Berjalan di Kukar

Nasional

BPJS Naik, Muraz: Pemerintah Jangan Kuping Gajah!

Nasional

Peduli Dampak Covid-19, Herman Khaeron Sambangi Rumah Sakit dan Masyarakat

Nasional

Irwan Fecho: Kebijakan Pak Jokowi Bikin Rakyat Makin Ambyar

Berita: Nasional - Waketum Demokrat Kritik Pelebaran Defisit dalam APBN 2020 •  Nasional - Demokrat: New Normal Bentuk Kekalahan Perang Pemerintah •  Nasional - Melani Suharli Serahkan Sembako Bagi Para Pedagang Pujasera Nyi Ageng Serang •  Nasional - 8.000 Paket Sembako dari Vera Vebyanthy •  Nasional - Setelah Paser dan Kutim, Program Padat Karya Usulan Irwan Pun Berjalan di Kukar •  Nasional - BPJS Naik, Muraz: Pemerintah Jangan Kuping Gajah! •  Nasional - Peduli Dampak Covid-19, Herman Khaeron Sambangi Rumah Sakit dan Masyarakat •  Nasional - Irwan Fecho: Kebijakan Pak Jokowi Bikin Rakyat Makin Ambyar •