Erma Ranik Jaksa Agung Jangan Ancam Pers

Selasa, 19 Januari 2016 00:00

fraksidemokrat.org—Jakarta. Anggota Komisi III dari Fraksi Partai Demokrat Erma Suryani Ranik mengingatkan Jaksa Agung agar menghindari ‘aroma ancaman’ dalam pernyataannya tentang pers. ‘’Saya tadi menangkap Pak Jaksa Agung bicara tentang media. Jangan sampai kebablasan. Saya hanya mengingatkan karena ada aroma ancaman terhadap kebebasan pers dari pernyataan tadi,’’ kata Erma dalam rapat dengar pendapat (RDP) dengan Jaksa Agung HM Prasetyo dan jajarannya di  Ruang Komisi III DPR, Jakarta, Selasa (19/1/2016).

Sebelumnya, selain memaparkan berbagai hal di bidangnya, Jaksa Agung HM Prasetyo sempat ‘mengeluh’ karena selalu mendapatkan kritik dalam pemberitaan media massa dalam menjalankan tugasnya. Ia bahkan menyatakan, mendeteksi media-media yang kritis terhadap Kejaksaan Agung.

‘’Sudah dideteksi media yang selalu menyerang kejaksaan. Melalui media cetak, elektronik, online,” katanya.

Menurut Erma, pernyataan tersebut berpotensi mengancam kebebasan pers jika tidak segera disadari.  ‘’Kalau bapak merasa tidak nyaman, gunakan UU Pers,’’ tutur Erma.

Sebelumnya, Erma juga menyampaikan bahwa hari ini, di dapilnya, di Mempawah, Kalimantan Barat, berlangsung demo melibatkan ribuan warga memprotes keberadaan Gafatar di daerah tersebut, yang dinilai meresahkan. ‘’Mohon jajaran Kejaksaan di daerah meningkatkan keperdulian termasuk dalam masalah seperti ini. Jangan hanya kajian, tapi bertindak untuk mencegah terjadinya korban, baik di pihak masyarakat maupun mereka yang disebut Gafatar,’’ kata Erma.

Poin lain, Erma mengapresiasi laporan Jaksa Agung dalam RDP tersebut. Tapi khusus terkait kasus kebakaran hutan dan kerusakan lingkungan yang menghebohkan Tanah Air sekitar tiga bulan silam, Erma menyatakan heran. Karena dalam kasus tersebut, laporan Jaksa Agung menyebutkan hanya 1 orang yang dinyatakan sebagai tersangka.

‘’Padahal konon, kita mendengar banyak perusahaan dianggap bertanggungjawab terhadap kebakaran hutan dan kerusakan lingkungan. Memang kasus kerusakan lingkungan ini tidak seksi, tidak heboh secara politik. Tapi kami mohon jadi perhatian serius, karena ini masalah rakyat, masalah masyarakat banyak. Kita baru sibuk, kalau sudah kejadian, kalau sudah merasakan sendiri,’’ Erma dengan nada gemas.

Ditegaskan Erma, bahwa kerugian akibat kebakaran hutan dan kerusakan lingkungan tidak bisa dihitung dengan angka-angka. Banyak orang sakit, bayi-bayi meninggal, dan ancaman lingkungan dalam jangka panjang.(ng/***)

 

 

 

 

Berita Lainnya

Nasional

Wakil Ketua MPR RI: Pemerintah Harus Fasilitasi UMKM agar Berdaya Saing

Nasional

Suntikan Modal Tak Jelas, Elit Demokrat Dorong Audit Seluruh BUMN

Nasional

Demokrat: Pemberantasan Korupsi dalam 2 Tahun Pemerintahan Jokowi Mati Suri, Lembek ke Koruptor

Nasional

Dede Yusuf: LADI Bermasalah Sejak 2017, Akan Jadi Catatan Khusus dalam Revisi UU SKN

Nasional

Reses, Anggota DPR RI Fraksi Demokrat Sartono Hutomo Bagi Sembako, Alsintan dan Terop

Nasional

Debby Kurniawan : Trofi Thomas Cup Jadi Momen Kebangkitan Bulu Tangkis Indonesia

Nasional

Komisi III DPR: Kapolri Tidak Boleh Diam, Tegur dan Pecat Anak Buahnya yang Ancam Warganet

Nasional

Petani Menjerit, Legislator Demokrat Soroti Meroketnya Harga Pupuk

Berita: Nasional - Wakil Ketua MPR RI: Pemerintah Harus Fasilitasi UMKM agar Berdaya Saing •  Nasional - Suntikan Modal Tak Jelas, Elit Demokrat Dorong Audit Seluruh BUMN •  Nasional - Demokrat: Pemberantasan Korupsi dalam 2 Tahun Pemerintahan Jokowi Mati Suri, Lembek ke Koruptor •  Nasional - Dede Yusuf: LADI Bermasalah Sejak 2017, Akan Jadi Catatan Khusus dalam Revisi UU SKN •  Nasional - Reses, Anggota DPR RI Fraksi Demokrat Sartono Hutomo Bagi Sembako, Alsintan dan Terop •  Nasional - Debby Kurniawan : Trofi Thomas Cup Jadi Momen Kebangkitan Bulu Tangkis Indonesia •  Nasional - Komisi III DPR: Kapolri Tidak Boleh Diam, Tegur dan Pecat Anak Buahnya yang Ancam Warganet •  Nasional - Petani Menjerit, Legislator Demokrat Soroti Meroketnya Harga Pupuk •