Sabtu, 12 September 2020 07:18

PUTU (1)

Pandemi Covid-19 yang benar-benar membuat ekonomi Indonesia terpuruk, termasuk bagi kalangan pengusaha atau industri. Untuk itu, ketahanan industri dalam negeri menjadi poin utama sorotan Anggota Komisi VI DPR RI Fraksi Demokrat, Putu Supadma Rudana.

Bahkan, ia menyebut bahwa pihaknya juga sempat menyoroti hal tersebut dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) Komisi VI DPR RI bersama kalangan pengusaha/industri, Selasa 8 September 2020 lalu.

“Di masa pandemi ini industri kita hampir semua terpukul dan terasa berat,” ungkapnya.

Ia menyebutkan dalam pandemi tersebut, ada dua industri yang masih dapat bertahan yakni industri alat-alat kesehatan dan pangan.

Pun begitu, ia menyebutkan bahwa industri yang paling terpukul dengan pandemi ini adalah industri pariwisata.

Ia juga menambahkan bahwa produk dalam negeri mesti diberi ruang, harus menjadi tuan rumah di negeri sendiri.

Lalu, sebaiknya dimasukkan dalam kementerian dan lembaga, lantaran serapan anggaran belanja di kementerian/lembaga porsinya sangat besar.

“Tentu apa yang menjadi keinginan pengusaha sejalan dengan kami selaku wakil rakyat yang memperjuangkan aspirasi masyarakat, tentu hasilnya dikembalikan demi kesejahteraan masyarakat,” ucap PSR di hadapan peserta rapat.

Lantas PSR menyontohkan bagaimana salah satu produk seperti furniture bisa terserap di kementerian/lembaga atau bisa memenuhi kebutuhan dalam negeri terlebih dahulu.

“Untuk itulah diperlukan komitmen pemerintah untuk menggunakan produk dalam negeri sebagai upaya mempertahankan ketahanan yang kita miliki,” katanya mewanti-wanti. Ketahanan yang dimaksud PSR seperti, ketahanan industri, pangan, alat kesehatan, pariwisata dan lainnya.

“Lantaran itulah kita mesti mempetakan potensi-potensi yang dimiliki bangsa ini,” imbuhnya.

Dalam kesempatan ini PSR kembali mengingatkan pemerintah untuk menjaga keberlangsungan industri dalam negeri, jangan biarkan produk luar masuk ke dalam negeri yang berimplikasi terjadinya over supply.

“Nanti kalau sudah over suplai kita sendiri yang akan bingung, untuk itu diperlukan proteksi bagi industri kita,” tuturnya.

Di masa pandemi Covid-19 ini bukan hanya perlindungan terhadap industri tapi juga bagaimana menjaga ketahanan dan keberlangsungan industri dalam negeri.***

Berita Lainya

Nasional

DPR Berharap Penyelenggara Pilkada Serentak Taat Pada Protokol Kesehatan

Nasional

Tak Miliki Payung Hukum, Keberadaan Pasukan Khusus BIN Dipertanyakan MPR

Nasional

Wakapolri Mau Rekrut Preman untuk Awasi Protokol Kesehatan, Didik Demokrat Langsung Bereaksi

Nasional

DPR Minta Kemendikbud Kawal Data Ponsel Siswa Dimanfaatkan untuk Pilkada

Nasional

Syarief Hasan: Saya Bangga Warga Pesantren Sangat Menjiwai Pancasila

Nasional

SYARIEF HASAN APRESIASI PROGRAM KUR BUNGA 0 PERSEN PEMERINTAH UNTUK UMKM

Nasional

Anggota DPR RI Apresiasi Bantuan Sembako untuk Pesantren dan Disabilitas di Bangkalan

Nasional

Demokrat Bangkit, Siapkan 10 Program Menuju Indonesia Emas 2045

Berita: Nasional - DPR Berharap Penyelenggara Pilkada Serentak Taat Pada Protokol Kesehatan •  Nasional - Tak Miliki Payung Hukum, Keberadaan Pasukan Khusus BIN Dipertanyakan MPR •  Nasional - Wakapolri Mau Rekrut Preman untuk Awasi Protokol Kesehatan, Didik Demokrat Langsung Bereaksi •  Nasional - DPR Minta Kemendikbud Kawal Data Ponsel Siswa Dimanfaatkan untuk Pilkada •  Nasional - Syarief Hasan: Saya Bangga Warga Pesantren Sangat Menjiwai Pancasila •  Nasional - SYARIEF HASAN APRESIASI PROGRAM KUR BUNGA 0 PERSEN PEMERINTAH UNTUK UMKM •  Nasional - Anggota DPR RI Apresiasi Bantuan Sembako untuk Pesantren dan Disabilitas di Bangkalan •  Nasional - Demokrat Bangkit, Siapkan 10 Program Menuju Indonesia Emas 2045 •