Dua Anggota Pansel Langgar Etika 18 Capim ORI Dikembalikan kepada Presiden

Selasa, 19 Januari 2016 00:00

fraksidemokrat.org—Jakarta. Komisi II DPR RI dan Menteri Sekretaris Negara sepakat bahwa dua anggota Panitia Seleksi (Pansel ) Ombudsman Republik Indonesia (ORI) melanggar etika. Keputusan ini diperoleh usai rapat kerja Komisi II DPR RI dengan Menteri Sekretaris Negera, Pratikno di Gedung DPR RI, Jakarta, Senin (18/01/2016) malam.

‘’Itu sudah sepatutnya. Dalam sidang lalu (14/01/15) saya sudah tegaskan indikasi pelanggaran etik itu. Makanya saya ketika itu meminta sidang segera ditutup dan dilanjutkan dengan sidang tertutup untuk membahas conflict of interest yang dilaporkan epada kami dlam proses seleksi ORI,’’ kata Fandi Utomo, anggota Komisi II dari Fraksi Partai Demokrat.

Dalam sidang 14 Januari yang dimaksud Fandi, Komisi Komisi II DPR RI memberikan kesempatan kepada Panitia Seleksi (pansel) calon anggota dan Pimpinan Ombudsman Republik Indonesia (ORI) Masa Jabatan 2016-2021menyampaikan proses seleksi calon anggota ORI dari 269 calon yang terseleksi secara ketat melalui serangkaian proses assessment menjadi 18 calon anggota ORI.

Saat itu, juga disoroti dugaan konflik kepentingan dalam proses seleksi dan terdapat tiga calon yang diduga kuat tidak memenuhi persyaratan yang diloloskan oleh pansel ORI. Mereka terindikasi cacat prosedur (ijazah).

Fandi Utomo, yang juga Sekretaris Poksi Fraksi Partai Demokrat melakukan interupsi sebanyak dua kali agar sidang segera ditutup. ‘’Dan transkrip yang diterima Komisi II DPR RI agar diberikan kepada Pansel dan kami meminta Pimpinan Komisi II DPR RI melakukan sidang tertutup internal dalam rangka merenspons dugaan conflict of interest untuk menentukan sikap Komisi II DPR RI,’’ kata Fandi.

Bahkan Fandi menyampaikan, meminta dugaan atas kasus ini diteruskan kepada Kejaksaan karena terdapat bukti berupa transkrip whatsapp yang beredar dan diberikan kepada Komisi II DPR RI. Transkrip tersebut menyiratkan adanya dugaan Pansel mengakomodir calon tertentu; perpanjangan waktu pendaftaran; penolakan calon tertentu; dan indikasi kepentingan asing di dalamnya.

‘’Tentu transkrip whatsapp itu harus diuji secara hukum. Tapi ini harus diklarifikasi dan diperjelas segera.’’

Lalu terbukti, Mensesneg Pratikno sepakat dengan Komisi II DPR RI bahwa anggota Pansel yang bermasalah di dalam pemilihan Ombudsmen Republik Indonesia (ORI) sudah melanggar kode etik dalam proses seleksi yang dilakukan pansel. Selain itu, kesepakatan lainnya adalah memblack-list dua orang anggota Pansel ORI, yakni Zumrotin dan Anis Hidayah dari berbagai kegiatan lainnya.

Selanjutnya, sesuai dengan kewenangan yang diberikan UU Ombudsmen, Komisi II DPR RI bertugas melakukan fit and proper test. Tapi sebelumnya, Komisi II DPR secara resmi mengembalikan 18 nama calon pimpinan Ombudsman Republik Indonesia (ORI) kepada Presiden Joko Widodo (Jokowi). (ams/ media-fpd)

 

 

 

Berita Lainnya

Nasional

Wakil Ketua MPR RI: Pemerintah Harus Fasilitasi UMKM agar Berdaya Saing

Nasional

Suntikan Modal Tak Jelas, Elit Demokrat Dorong Audit Seluruh BUMN

Nasional

Demokrat: Pemberantasan Korupsi dalam 2 Tahun Pemerintahan Jokowi Mati Suri, Lembek ke Koruptor

Nasional

Dede Yusuf: LADI Bermasalah Sejak 2017, Akan Jadi Catatan Khusus dalam Revisi UU SKN

Nasional

Reses, Anggota DPR RI Fraksi Demokrat Sartono Hutomo Bagi Sembako, Alsintan dan Terop

Nasional

Debby Kurniawan : Trofi Thomas Cup Jadi Momen Kebangkitan Bulu Tangkis Indonesia

Nasional

Komisi III DPR: Kapolri Tidak Boleh Diam, Tegur dan Pecat Anak Buahnya yang Ancam Warganet

Nasional

Petani Menjerit, Legislator Demokrat Soroti Meroketnya Harga Pupuk

Berita: Nasional - Wakil Ketua MPR RI: Pemerintah Harus Fasilitasi UMKM agar Berdaya Saing •  Nasional - Suntikan Modal Tak Jelas, Elit Demokrat Dorong Audit Seluruh BUMN •  Nasional - Demokrat: Pemberantasan Korupsi dalam 2 Tahun Pemerintahan Jokowi Mati Suri, Lembek ke Koruptor •  Nasional - Dede Yusuf: LADI Bermasalah Sejak 2017, Akan Jadi Catatan Khusus dalam Revisi UU SKN •  Nasional - Reses, Anggota DPR RI Fraksi Demokrat Sartono Hutomo Bagi Sembako, Alsintan dan Terop •  Nasional - Debby Kurniawan : Trofi Thomas Cup Jadi Momen Kebangkitan Bulu Tangkis Indonesia •  Nasional - Komisi III DPR: Kapolri Tidak Boleh Diam, Tegur dan Pecat Anak Buahnya yang Ancam Warganet •  Nasional - Petani Menjerit, Legislator Demokrat Soroti Meroketnya Harga Pupuk •