DPR Nilai Program Kampung Ikan KKP Tak Atasi Masalah Budidaya Ikan

Jumat, 05 Februari 2021 16:54

bapak BP

Legislator Partai Demokrat dari Komisi Kelautan (Komisi IV) DPR RI, Bambang Purwanto, menilai program "Kampung Ikan" yang direncanakan Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono tidak menyelesaikan masalah utama dalam persoalan budidaya ikan. Alih-alih mewujudkan peningkatan ekonomi lokal, program tersebut justru berpotensi menimbulkan masalah baru bagi petani ikan.

"Menteri kurang cermat dalam melihat masalah yang dihadapi para petani budidaya ikan kenapa tidak bisa berkembang. Ketika salah dalam mendeteksi persoalan utama tentu solusi yang tawarkan juga salah," kata Bambang kepada Law-Justice, Kamis (4/2/2021).

Trenggono sebelumnya meminta jajarannya di Direktorat Jenderal Perikanan Budidaya bergerak cepat merealisaikan inovasi membangun sentra-sentra budidaya di daerah. Konsepnya, antara lain membuat sebuah kampung menjadi pusat pembudidayaan satu jenis ikan sehingga akan ada yang namanya Kampung Lele, Kampung Udang, Kampung Nila, dan semacamnya.

Tujuan utama program Kampung Ikan menurut Trenggono adalah menciptakan sumber ekonomi baru pada sektor perikanan di kawasan lokal. Program ini nantinya akan menggandeng pemerintah daerah untuk mendukung sarana dan prasarana yang diperlukan. Selain itu, program Kampung Ikan juga akan diisi dengan kegiatan jual beli, kuliner, hingga wisata.

Menurut Bambang, secara umum program tersebut dinilai tepat karena mengacu pada program budidaya yang dapat menghindari kepunahan ikan. Di samping itu, budidaya ikan akan berdampak pada pemenuhan kebutuhan konsumsi ikan yang belum tercukupi.

Namun, Bambang menilai program ini tak menyentuh masalah utama budidaya ikan di kalangan petani. Lagi pula, menyeragamkan satu jenis ikan dalam satu kampung justru membatasi potensi budidaya ikan yang bisa dikembangkan lebih banyak.

Masalah yang harus segera diselesaikan saat ini adalah mengatasi harga pakan ikan yang mahal. Mahalnya pakan ikan masih menjadi salah satu kendala dalam membangun industri perikanan budidaya di Indonesia.

"Para petani budidaya ikan saat ini tidak bisa berkembang karena persoalan pakan ikan yang mahal. Akibatnya tergantung dari penjual pakan ikan (ijon), sekalipun sudah banyak dibantu alat untuk pakan mandiri tetap tidak bisa berjalan karena bahan baku pakan ikan yang berprotein sulit diperoleh bagi petani budidaya," jelas Bambang.

Sebelum digantikan Trenggono, Menteri Perikanan Edhi Prabowo –yang non-aktif karena kasus korusi– sebenarnya sudah membuat rencana produksi pakan ikan alternatif berbiaya murah, yakni maggot.
Maggot merupakan serangga Black Soldier Fly (BSF) pemakan bahan organik (sampah organik) dan yang diubah menjadi protein tinggi untuk budidaya ikan. Satu kilo ikan budidaya dihasilkan dengan 2 kilo pakan. Edhy saat itu mengklaim dengan memakai maggot, 1 kilo ikan hanya butuh 0,8 kilo maggot. Bila produksi maggot dapat dimasifkan, maka langkah itu akan lebih banyak menghemat biaya.

Meski begitu, Bambang mendorong Trenggono untuk menciptakan terobosan pakan ikan lain yang sifatnya dapat terus menerus dihasilkan secara swasembada. "Seharusnya Menteri membuat terobosan agar petani budidaya mudah memperoleh bahan baku pakan mandiri," ujarnya.

Bambang menjelaskan, ketika petani budidaya ikan mudah memperoleh bahan pakan mandiri, maka para petani budidaya bisa menyediakan pakan ikan sendiri tanpa harus bergantung pada pakan industri.

"Dengan demikian, petani budidaya dapat dipastikan mampu berkembang sekaligus bisa memenuhi kebutuhan konsumsi ikan yang pada giliranya mampu meningkatkan pertumbuhan ekonomi para petani budidaya ikan," kata Bambang.

 

Berita Lainnya

Nasional

Warga Kota Cirebon Butuh Mobil Ambulance, Bisa Datang ke MHK Foundation

Nasional

Nakes Keluhkan Pencairan Insentif, Anggota Komisi IX: Pemerintah Harus Segera Cairkan

Nasional

Demokrat: Doa SBY Sebagai Pesan ke Pemerintah Lebih Ekstra Selamatkan Nyawa Rakyat

Nasional

Politikus Demokrat: Masyarakat Mulai Ragu Komitmen KPK Berantas Korupsi

Nasional

Kunjungan Anggota DPR RI Komisi 6 Dr Ir E Herman Khaeron M.Si Di Desa Prajawinangun Wetan Kaliwedi Cirebon

Nasional

Anwar Hafid; Jangan Lagi Ada Air Mata untuk Tenaga Kesehatan Kita

Nasional

RI Masuk Daftar Merah Arab Saudi, Legislator : Perlu Konsistensi Penanganan Pandemi

Nasional

Muncul Tagar Tenggelamkan Demokrat, William Wandik: Dukungan Rakyat Ke Demokrat Terus Menguat

Berita: Nasional - Warga Kota Cirebon Butuh Mobil Ambulance, Bisa Datang ke MHK Foundation •  Nasional - Nakes Keluhkan Pencairan Insentif, Anggota Komisi IX: Pemerintah Harus Segera Cairkan •  Nasional - Demokrat: Doa SBY Sebagai Pesan ke Pemerintah Lebih Ekstra Selamatkan Nyawa Rakyat •  Nasional - Politikus Demokrat: Masyarakat Mulai Ragu Komitmen KPK Berantas Korupsi •  Nasional - Kunjungan Anggota DPR RI Komisi 6 Dr Ir E Herman Khaeron M.Si Di Desa Prajawinangun Wetan Kaliwedi Cirebon •  Nasional - Anwar Hafid; Jangan Lagi Ada Air Mata untuk Tenaga Kesehatan Kita •  Nasional - RI Masuk Daftar Merah Arab Saudi, Legislator : Perlu Konsistensi Penanganan Pandemi •  Nasional - Muncul Tagar Tenggelamkan Demokrat, William Wandik: Dukungan Rakyat Ke Demokrat Terus Menguat •